The Reason(s) Why I Stay: Number 6 [LAST PART]

Category: PG-15, Romance, Chapter

Cast: Cho Kyuhyun, Lee Hyukjae, Shim Changmin, Kim Sora (OC), Kim Sujin (OC), Choi Sooyoung, Yeri, Wendy, Irene, Jessica Jung (cameo), Bang Sung Joon (cameo), Ok Taecyeon (credit name)

Preface:

Annyeonghaseyo. Ini adalah part terakhir The Reason(s) Why I Stay. Setelah kelima part sebelumnya, akhirnya jawaban dari pertanyaan part pertama akan terjawab disini. Semoga akhir dari ff ini tidak mengecewakan para readers yang sudah setia membaca dan memberikan comment. Aku selalu mengingatkan bahwa aku juga manusia biasa yang tidak sempurna, jadi jika kalian menemukan typo dimana-mana, aku mohon dimaklumi ^^

As always, jika kalian mau memberikan personal protes, comment, kasih saran, e-mail ke kadanao21@yahoo.com or find me on twitter @kadanao21

 

 

 

 

 

 

 

– The Reason(s) Why I Stay –

 

 

 

 

 

 

 

Pertengahan Juli 1998

Yeouido Han River, Seoul

 

“Annyeonghaseyo… Aku Jessica. Jessica Jung. Aku kesini untuk liburan musim panas dan juga karena aku merindukan Kyuhyun”, kata Jessica.

 

 

“Kalian berdua terlihat sangat dekat…” komentar Sujin sarkastik.

 

 

“Ne, kami memang sangat dekat”, kata Jessica.

 

 

“Apa hubunganmu dengan Cho Kyuhyun?” tanya Sooyoung.

 

 

“Aku pacar Kyuhyun…” jawab Jessica.

 

 

Sooyung dan Sujin membelalakkan matanya mendengar jawaban Jessica. Sementara Changmin, Sora, Hyukjae dan Kyuhyun menoleh cepat pada Jessica tanpa suara. Suasana tiba-tiba menjadi hening. Sora memalingkan wajahnya cepat sesaat kemudian, menghindari tatapan Jessica yang menoleh pada enam orang disekitarnya secara bergantian.

 

 

“Michyeosseo? Jangan bicara sembarangan, Jessica”, protes Kyuhyun yang kembali memalingkan wajahnya.

 

 

“Jinjja? Beruntungnya kau, Cho Kyuhyun…” Sujin memberikan komentar sarkastiknya.

 

 

“Chukhahanda, Cho Kyuhyun…” sambung Sooyoung tak kalah sarkastik dari Sujin.

 

 

“Aniya aish!!!” seru Kyuhyun.

 

 

“Mwo? Aku tidak mengatakan hal yang salah…” kata Jessica.

 

 

“Ya, Jessica, sudah hentikan…” kata Kyuhyun tidak ingin memperpanjang pembicaraan.

 

 

“Aku sudah bicara dengan bibi, dan bibi menyetujuiku. Aku sudah mendapatkan restu ibumu. Itu berarti kita berpacaran, bukan?” kata Jessica lagi sambil merangkulkan tangannya di lengan Kyuhyun.

 

 

“Aish jangan lakukan itu…” kata Kyuhyun sambil mencoba melepaskan rangkulan Jessica yang tidak berhasil ia lepaskan.

 

 

“Ck… Michin nom…” kata Sooyoung pelan.

 

 

“Hhh… Cho Kyuhyun jaesueobseo…” sambung Sujin sambil menolehkan pandangannya dari pemandangan itu. “Eo! Bukankah itu Bang Sung Joon? Benar, bukan? Bang Sung Joon!!!” seru Sujin memanggil Sung Joon.

 

 

Kyuhyun, Changmin, Hyukjae, Sooyoung, Sora, dan Jessica sontak menoleh kearah pandangan Sujin. Terlihat di kejauhan, Bang Sung Joon menghentikan aktivitas jogging nya setelah mendengar namanya dipanggil oleh suara seseorang dari bawah pohon rindang. Ia melepas headset ditelinganya yang melantunkan lagu dengan volume kecil, lalu menyipitkan matanya mencoba melihat siapa orang yang memanggilnya. Sujin melambaikan tangannya, meminta Sung Joon datang ketempat mereka.

 

 

“Ya, michyeosseo? Kenapa kau memanggilnya?” tanya Sooyoung.

 

 

“Kenapa? Dia juga teman sekolah kita. Dan ini adalah acara ku. Aku memiliki kebebasan mengajak siapapun…” jawab Sujin.

 

 

“Tapi kau tidak perlu memanggil Bang Sung Joon, bukan?” tanya Hyukjae.

 

 

“Ah wae??? Dia sudah meminta maaf pada Sora. Mereka tidak memiliki masalah lagi. Benar bukan, Sora-ya? Tidak apa-apa bukan jika aku memanggilnya?” tanya Sujin.

 

 

“Eo… Gwaenchanha…” jawab Sora santai.

 

 

“Bang Sung Joon, cepatlah!!!” seru Sujin pada Sung Joon yang sedang berjalan menghampiri mereka.

 

 

Sung Joon mempercepat langkahnya menuju pohon rindang tempat teman-teman yang ia kenal sedang berkumpul. Sung Joon membuka zipper jaket nya, memunculkan abs six pack nya yang terbentuk karena T-shirt basah yang menempel ke tubuhnya. Pemandangan itu sontak menuai decak kagum dari Sujin dan Sooyoung yang bahkan tidak menyadari reaksi mereka.

 

 

“Eo, Kim Sora, kau juga ada disini rupanya…” kata Sung Joon saat tiba di tempat mereka duduk.

 

 

“Mwoya… Kau sudah diijinkan untuk kembali berolahraga dan latihan? Tidakkah kau berlatih terlalu keras?” tanya Sora.

 

 

“Aniya… Gwaenchanha… Dokter Park sudah mengijinkanku. Lagipula aku hanya jogging ringan. Gwaenchanha…” kata Sung Joon yang sedang mencoba duduk. “Akh… Akh… Sshhh…” Sung Joon bereaksi karena rasa sakit di kaki nya.

 

 

“Geureohji? Apeuji? Auh… Neon jeongmal… Wae maleul andeureo? (Benar bukan? Sakit bukan? Auh… Kau ini benar-benar… Kenapa tidak pernah mendengarkan?)” respon Sora pada keluhan Sung Joon.

 

 

“Gwaenchanha… Kau benar-benar sangat mirip dengan eomma ku…” balas Sung Joon yang sudah duduk disebelah Sora.

 

 

“Situasi apa ini? Kalian terdengar sangat dekat…” Sooyoung berkomentar.

 

 

“Apa maksudmu? Kami selalu seperti ini sejak dulu”, jawab Sung Joon.

 

 

“Kau masih harus check up berapa kali lagi? Bagaimana dengan terapi yang kau lakukan?” tanya Sora sambil memberikan sebotol jus jeruk pada Sung Joon.

 

 

“Mungkin dua atau tiga kali check up sebulan kedepan. Aku hanya perlu melakukan terapi itu lusa dan minggu depan. Jika hasilnya membaik, aku tidak perlu melakukannya lagi”, jawab Sung Joon.

 

 

“Hhh… Kau bercanda. Baru saja kau mengaduh karena kesakitan. Kau pikir kau akan lolos begitu saja dari pemeriksaan? Aku akan mengatakan keadaanmu pada Dokter Park!” ancam Sora.

 

 

“Hagiman haebwa… Neo… (Coba saja jika berani… Kau…)” balas Sung Joon.

 

 

“Mwo? Mwo? Kau pikir aku takut padamu? Ch…” tantang Sora.

 

 

“Kalian sejak dulu sedekat ini?” tanya Sujin.

 

 

“Apa maksudmu? Menurutmu sekarang kami dekat? Aku tidak merasa begitu…” jawab Sung Joon.

 

 

“Ani… Mwo… Kalian berbincang, bertengkar, menanyakan keadaan satu sama lain, seperti orang yang saling mengenal sejak bertahun-tahun lamanya. Tentu kalian akan sangat dekat jika seperti itu”, jawab Sujin.

 

 

Kyuhyun menghela napas panjang mendengarkan perkataan Sujin yang menurutnya cukup masuk akal. Mereka semua sudah mengetahui dengan benar bagaimana sikap Sora dan Sung Joon saat di sekolah. Mereka berdua tidak pernah menunjukkan kedekatan seperti yang terlihat saat ini. Terlebih setelah kejadian hari itu di tangga sekolah. Tidak satupun dari mereka menyangka hubungan Sora dan Sung Joon akan sedekat ini, bahkan setelah apa yang terjadi diantara keduanya.

 

 

“Kami tidak sedekat dugaanmu, Kim Sujin. Anak ini hanya selalu memukul dan memarahiku. Kami tidak sedekat itu…” kata Sung Joon.

 

 

“Aku memang sudah mengenalnya sejak lama, Sujin-ah. Kami berada dikelas yang sama selama 6 tahun saat SD. Membosankan sekali harus melihatnya lagi di SMA”, kata Sora santai yang memberikan makanan kecil pada Sung Joon.

 

 

“Tidak denganku. Aku tidak terlalu menyesal, karena kau berubah menjadi cantik sekarang…” goda Sung Joon.

 

 

“Ch… Michin nom…”

 

 

“Ah… Bagaimana hasil pemeriksaanmu? Hasilnya keluar kemarin, bukan? Hasilnya baik-baik saja?” tanya Sung Joon pada Sora.

 

 

Sontak kelima sahabat Sora yang lain menatap Sora dengan wajah terkejut saat mendengar pertanyaan Sung Joon. Tidak satupun dari kelima nya mengetahui perihal pemeriksaan kesehatan yang Sora lakukan. Sooyoung dan Changmin pun serempak menoleh pada Sung Joon yang dengan santai memasukkan makanan kecil ke mulutnya sambil menatap Sora, menunggu jawaban dari pertanyaannya.

 

 

“Eo… Tidak ada yang perlu dikhawatirkan…” jawab Sora.

 

 

“Kau bercanda???” tanya Sung Joon keberatan dengan jawaban Sora.

 

 

“Kau melakukan pemeriksaan lagi?” tanya Sooyoung.

 

 

“Ya, Kim Sora! Kenapa kau tidak mengatakan apapun?” tanya Sujin.

 

 

“Kau sedang tidak enak badan?” tanya Hyukjae juga.

 

 

“Pemeriksaan apa?” tanya Changmin tidak ketinggalan.

 

 

“Ada apa? Kau sakit? Pemeriksaan apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak memberitahuku?” tanya Kyuhyun dengan wajah yang berubah khawatir.

 

 

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Karena itu aku tidak memberitahu kalian”, jawab Sora.

 

 

“Hhh… Geojismal sori hane… (Kau berbohong…)” sambung Sung Joon sambil menyuapkan sepotong cake ke mulutnya.

 

 

“Ya aish… Aku tidak berbohong… Aku baik-baik saja…” kata Sora.

 

 

“Baiklah… Baiklah… Terserah apa katamu…” kata Sung Joon tidak ingin berdebat.

 

 

“Geunde, Sora-ya, Bang Sung Joon, kalian benar-benar terlihat sangat dekat sekarang. Kalian benar-benar sudah melupakan kejadian hari itu? Begitu saja?” tanya Sooyoung.

 

 

“Ya, Choi Sooyoung, kenapa kau membahasnya lagi?” tanya Changmin saat menyadari perubahan ekspresi Kyuhyun saat mendengar pertanyaan Sooyoung.

 

 

“Kenapa? Aku hanya heran dengan kedekatan mereka saat ini. Apa kalian tidak merasa aneh dengan perubahan instan mereka?” tanya Sooyoung. “Ani… Baiklah. Mereka sudah mengenal sejak SD. Tapi bukankah mereka sendiri mengatakan sejak dulu mereka tidak terlalu dekat satu sama lain. Lalu ditambah dengan kejadian hari itu. Bukankah terasa aneh melihat mereka saat ini? Hanya aku yang merasakan itu?” tanya Sooyoung yang ternyata mewakili pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepala Kyuhyun.

 

 

“Jika aku berpikir kembali, yang dikatakan Sooyoung ada benarnya. Kalian berdua terlihat terlalu baik-baik saja setelah masalah itu”, sambung Hyukjae.

 

 

“Jawablah! Aku tersangka dalam masalah itu. Aku tidak berhak menjawabnya”, kata Sung Joon pada Sora.

 

 

“Aku? Mwo….. Aku hanya berpikir masalah itu tidak perlu diperpanjang. Jika aku tidak juga memaafkannya, apakah masalah itu akan menghilang begitu saja? Apakah kejadian hari itu akan hilang dari hidupku? Tentu tidak, bukan? Hal itu sudah terjadi. Aku tidak bisa mengubahnya lagi. Untuk apa aku menggunakan emosi ku berlarut-larut”, kata Sora menjelaskan.

 

 

“Jalhanda… Kim Sora, Hi-five!” kata Sung Joon sambil menjulurkan telapak tangannya. Sora menyambut telapak tangan Sung Joon dengan memberikan hi-five nya sambil tertawa kecil melihat wajah konyol Sung Joon. “Ah… Aku bertemu dengan hyung pagi ini. Hyung mengajakku ke……. Aniya aniya… Aku tidak bisa mengajakmu……” kata Sung Joon menghentikan ucapannya.

 

 

“Mwo? Eodiga? (Apa? Kemana?)”tanya Sora.

 

 

“Makan ddeokpokki di Apgujeong”, jawab Sung Joon pelan.

 

 

“Call!” jawab Sora cepat.

 

 

“Andwae!!!!! Jugeullae???” seru Sung Joon.

 

 

“Ah wae??? Aku mau makan ddeokpokki. Kenapa kau melarangnya?” tanya Sora.

 

 

“Andwae aish! Kau mau aku bawa ke rumah sakit lagi?” tanya Sung Joon.

 

 

“Benar! Kau sakit bukan, Kim Sora? Katakan yang sejujurnya! Ya, Bang Sung Joon, ada apa dengan Sora? Katakan saja. Dia tidak akan melakukan apapun padamu”, kata Hyukjae.

 

 

“Aku juga tidak tahu dengan pasti. Tapi dia mengunjungi poli penyakit dalam. Dia melakukan pemeriksaan pada sistem pencernaannya. Wajahnya… ouh….. sangat pucat. Dia tidak terlihat seperti manusia. Hari ini pun begitu. Bagaimana kalian sebagai temannya tidak menyadari itu? Apa menurut kalian wajahnya saat ini baik-baik saja? Kalian tidak melihat wajahnya yang pucat?”, tanya Sung Joon.

 

 

“Wajahnya terlihat baik-baik saja…” kata Hyukjae ragu.

 

 

“Kau bahkan ragu dengan jawabanmu, Lee Hyukjae” kata Sung Joon. “Kim Sora, katakan A”

 

 

“Aaa…” Sora menuruti Sung Joon dan membuka mulutnya.

 

 

“Lihatlah itu! Lidahnya putih. Ddeokpokki andwae!” kata Sung Joon.

 

 

“Benar yang dikatakan Sung Joon, Sora-ya. Kau tidak boleh makan ddeokpokki…” kata Sujin.

 

 

“Ah… Aku ingin makan. Sedikit saja, eo? Sedikit saja…” bujuk Sora.

 

 

“Andwae, Sora-ya. Kau harus menahannya sampai keadaanmu benar-benar pulih. Aku akan membelikanmu cake kesukaanmu, eo?” bujuk Changmin.

 

 

“Silheo… Aku ingin ddeokpokki. Sung Joon-ah, aku ikut, ya? Jebal…” kata Sora lagi.

 

 

“Andwae andwae… Ddeokpokki andwae…” jawab Sung Joon teguh pada perkataannya.

 

 

“Bang Sung Joon! Jebal… eo?” Sora kembali berusaha membujuk Sung Joon.

 

 

“Kim Sora, hentikan…” kata Kyuhyun akhirnya.

 

 

“Sikkeureo aish!” seru Sora pada Kyuhyun terbawa emosi. “Sung Joon-ah… Aku akan membelikan es krim sebanyak yang kau mau, eo? Aku ingin bertemu dengan oppa. Ayolah Bang Sung Joon… Oppa akan kembali ke Boston lusa. Besok jadwalnya penuh sekali. Jebal…” bujuk Sora sambil menarik-narik jaket Sung Joon.

 

 

“Ck… Ini bukan Sora yang aku tahu. Sejak kapan Sora merengek pada orang lain seperti ini? Terlebih pada Bang Sung Joon…” bisik Sujin pada Hyukjae dan Sooyoung.

 

 

“Arasseo! Kau boleh ikut… Lepaskan jaketku!” kata Sung Joon setuju akhirnya.

 

 

“Assa!” seru Sora senang dengan persetujuan Sung Joon.

 

 

“Kita akan ke Bounjourno di Apgujeong. Aku akan memberitahu hyung…” kata Sung Joon.

 

 

“Kenapa? Kenapa Bounjourno? Kau bilang sebelumnya kalian akan makan ddeokpokki”, protes Sora.

 

 

“Kau ingin aku mempercepat jadwal berkunjungmu ke dokter? Kau pikir aku tidak tahu jika lusa kau harus kembali ke rumah sakit untuk check up? Kau ingin pergi kesana besok? Ch… Siapa yang kau coba bohongi, Kim Sora?” tanya Sung Joon.

 

 

“Arasseo…” kata Sora menyerah. “Ah… Tapi Sung Joon-ah…..”

 

 

“Mwo?” tanya Sung Joon galak.

 

 

“Kau kesini naik apa? Motor? Mobil? Bus? Taksi?” tanya Sora tiba-tiba mengubah topik pembicaraan.

 

 

“Motor. Wae?”

 

 

“Apa kau membawa 2 helm seperti biasanya?” tanya Sora lagi.

 

 

“Eo… Wae???”

 

 

“Assa! Aku pulang bersamamu!”, kata Sora cepat, membuat seluruh sahabatnya menoleh padanya.

 

 

“Kenapa?” tanya Sung Joon sambil menatap Sora tanpa ekspresi.

 

 

“Karena rumah kita satu arah dan tidak terlalu jauh jaraknya”, jawab Sora sambil tersenyum merayu agar diijinkan menumpang.

 

 

“Bukan… Maksudku, kenapa aku harus melakukan itu? Aku tidak mau! Kembali ke rumah dengan cara yang sama seperti saat kau datang”, kata Sung Joon menolak.

 

 

“Mwo??? Ya! Kau benar-benar keterlaluan….. Ani… Aku tidak membawa dompetku sekarang. Kau tega padaku?” tanya Sora masih berusaha.

 

 

“Minta teman-temanmu mengantarmu atau pinjam uang mereka untuk naik bus…” jawab Sung Joon.

 

 

“Ch… Jaesueobseo… Kau sendiri yang mengatakan keadaanku belum pulih benar dan wajahku pucat. Lalu sekarang kau membiarkanku pulang naik bus?” tanya Sora kesal.

 

 

“Hhh… Disaat seperti ini kau baru mengingat keadaanmu, nona Kim Sora? Ya, dibandingkan naik motor, naik bus akan lebih hangat, kau tahu?” kata Sung Joon.

 

 

“Jika kau tidak ingin mengantarku katakan saja, tidak perlu banyak beralasan. Baiklah. Jika itu yang kau inginkan, aku akan ke telepon umum disana dan menelepon bibi. Kau tahu eomma mu sangat menyukaiku, bukan? Beberapa kali bibi lebih percaya padaku daripada kau. Hmm… Bagaimana jika bibi mengetahui hasil ulangan yang ka……..”

 

 

“Arasseo. Aku antar. Augh… Kim Sora…… Aku bisa gila. Kenapa aku harus mengenalmu…” keluh Sung Joon.

 

 

“Sudah takdirmu!” kata Sora sambil menjulurkan lidah pada Sung Joon. “Jemput aku lagi saat akan berangkat ke Bounjourno, eo?” tanya Sora.

 

 

“Ah wae??? Mintalah pada hyung untuk menjemputmu… Ck… Kenapa aku?”

 

 

“Kau tidak mau?” tanya Sora lagi dengan nada mengancam yang bersiap ia utarakan.

 

 

“Ah… Arasseo arasseo…… Kau ingin pulang sekarang?” tanya Sung Joon menyerah.

 

 

“Kau? Aku ikut denganmu…” jawab Sora sambil tersenyum manis.

 

 

“Baiklah. Ayo! Aku harus mengganti pakaianku dan mandi dulu. Ambil dompetmu dirumah…”

 

 

“Okeeeeyyy!”

 

 

“Kim Sujin, terima kasih karena sudah memanggilku. Ah, terima kasih juga kalian mau menerimaku makan bersama kalian disini…” kata Sung Joon berpamitan pada Sujin dan yang lainnya. “Ayo, Kim Sora! Nuna, aku pergi dulu…” kata Sung Joon pada Jessica yang tersenyum sambil mengangguk padanya.

 

 

“Teman-teman, aku duluan! Sujin-ah, terima kasih atas pikniknya. Makanan yang kau bawa sangat enak. Aku bukan tidak ingin terus berada disini, hanya saja hal ini jarang terjadi. Bang Sung Joon tidak bisa diancam sesering ini…” kata Sora.

 

 

“Kim Sora! Ppalli!” seru Sung Joon yang sudah berjalan beberapa meter dari Sora.

 

 

“Ah arasseo!!! Teman-teman, aku pergi!” kata Sora.

 

 

“Nuna? Siapa yang dia panggil dengan sebutan nuna?” tanya Sujin dengan suara pelan.

 

 

Sora sudah berlari kecil menghampiri Sung Joon yang menunggunya. Melihat tingkah kekanakan yang jarang ditunjukkan oleh Sora, Sung Joon pun terpancing untuk tersenyum lebar dan tertawa kecil. Mereka berjalan bersama menjauh dari pohon rindang. Dari kejauhan Kyuhyun menoleh menatap keduanya yang berjalan santai sambil bercanda pada satu sama lain. Ekspresi Kyuhyun mengeras saat melihat Sung Joon merangkulkan tangannya di lengan Sora, sambil keduanya masih saling bicara dan tertawa.

 

 

“Hmm… Aku rasa dia memanggilku…” kata Jessica menjawab pertanyaan Sujin.

 

 

“Kenapa?” tanya Sujin lagi.

 

 

“Karena Sung Joon mengenalku, dan aku memang lebih tua dari kalian…” jawab Jessica sambil tersenyum.

 

 

“Ya, Cho Kyuhyun! Sudahlah… Kau tidak perlu menatap mereka berdua dengan tatapan seperti itu. Sedekat apapun mereka, aku masih percaya pada Sora. Mereka tidak akan memiliki hubungan yang lebih”, kata Changmin yang menyadari arah tatapan Kyuhyun.

 

 

“Kyuhyun-ah, ada apa? Kau baik-baik saja?” tanya Jessica polos.

 

 

“Aku tidak tahu harus mengatakannya atau tidak. Aku juga tidak tahu yang akan aku katakan adalah hal yang benar atau tidak, mengingat kenyataannya nuna adalah pacar Kyuhyun. Tapi….. yang aku tahu, Kyuhyun sangat menyukai gadis itu”, kata Hyukjae yang disambut dengan pukulan keras Sooyoung di punggungnya. “Akh! Mwo? Apo…” keluh Hyukjae.

 

 

“Mwo??? Ya, Cho Kyuhyun! Kau menyukai Kim Sora?” tanya Jessica.

 

 

Sontak Changmin, Hyukjae, Sooyoung, dan Sujin pun menatap Kyuhyun dan Jessica secara bergantian. Mereka terkejut dengan reaksi Jessica yang tidak sedikitpun menunjukkan kemarahan, hanya ada keterkejutan diwajahnya. Sooyoung pun kembali menatap Hyukjae dengan tatapan marah karena mengatakan hal yang dapat memicu pertengkaran diantara Kyuhun dan Jessica.

 

 

“Cho Kyuhyun, aku bertanya padamu. Kau benar-benar menyukai Kim Sora? Kenapa tidak mengatakannya padaku?” tanya Jessica lagi.

 

 

“Ah mwo??? Semua itu sudah terjadi. Kau sudah terlanjur mengatakan omong kosong itu, dan Sora sudah terlanjur mendengarnya. Aish… Aku bisa gila…” kata Kyuhyun.

 

 

“Itu semua salahmu, Cho Kyuhyun. Kenapa sejak tadi kau tidak mengatakan apapun padanya? Kau hanya diam saja…” kata Sooyoung.

 

 

“Gwaenchanha… Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, Kyuhyun-ah. Benar yang dikatakan oleh temanmu. Percayalah pada Sora…” kata Jessica.

 

 

Sooyoung, Changmin, Hyukjae, dan Sujin pun menoleh pada Jessica, bingung dengan apa yang dikatakannya barusan. Secara tidak langsung Jessica terdengar seperti mendukung Kyuhyun dan Sora, padahal ia mengatakan bahwa ia adalah kekasih Kyuhyun. Sikap yang ditunjukkan Jessica pun terlihat sangat aneh. Ia dengan santai meyakinkan Kyuhyun agar tidak khawatir pada Sora, sambil tetap menyantap cake yang ada di piringnya. Tidak terlihat kekhawatiran sedikitpun diwajah Jessica.

 

 

“Bagaimana bisa aku tidak khawatir? Kau dengan ceroboh mengatakan hal yang tidak benar seperti itu. Aku dengan susah payah mendekati Kim Sora, lalu kau membuat kesempatanku untuk mendapatkannya hancur begitu saja”, kata Kyuhyun marah.

 

 

“Itu salahmu… Kenapa kau tidak memberitahu aku. Aku tidak mungkin tahu hal itu jika kau tidak memberitahukannya padaku”, jawab Jessica santai.

 

 

“Aish… Aku akan mengejarnya dan menjelaskan padanya. Jika dia benar-benar marah padaku, aku tidak akan tinggal diam padamu, Jessica”, kata Kyuhyun yang bergegas bangun, memakai sepatunya.

 

 

“Kau tidak perlu melakukan itu…” kata Jessica lagi.

 

 

“Diamlah… Aku kesal padamu…” kata Kyuhyun yang segera berlalu pergi menuju arah kepergian Sora sebelumnya.

 

 

“Ck… Anak itu tidak berubah. Tempramen nya tetap sependek itu…” kata Jessica.

 

 

“Tapi, eonni…” kata Sujin ragu. “Kenapa eonni terlihat sangat tenang? Bukankah eonni adalah pacar Kyuhyun? Eonni baik-baik saja melihat Kyuhyun mengejar gadis lain?” tanya Sujin.

 

 

“Aku bukan pacar Kyuhyun”, kata Jessica santai sambil tersenyum pada Sujin.

 

 

“Ne???” tanya Sujin terkejut sekaligus bingung.

 

 

“Laki-laki lebih muda bukan tipeku. Aku sudah mengenal Kyuhyun sejak masih bayi. Aku juga menyaksikan perkembangan dan pertumbuhannya. Dia sudah seperti adik yang menyenangkan untuk digoda bagiku. Lagipula aku sudah mempunyai seorang pacar”, jelas Jessica.

 

 

“Ye???” seru keempatnya terkejut dengan pernyataan Jessica.

 

 

“Ck… Aku sudah mengatakan padanya untuk tidak mengkhawatirkan Kim Sora. Dia selalu saja tidak mau mendengarkanku. Dia mengira Sora marah padanya, begitu?” tanya Jessica pada Sooyoung, Sujin, Changmin, dan Hyukjae.

 

 

Keempatnya mengangguk cepat menjawab pertanyaan Jessica. “Kyuhyun sangat berhati-hati dalam bersikap semenjak dia mulai menunjukkan perasaannya pada Sora, eonni”, jawab Sujin.

 

 

“Hhh… Jika Kyuhyun mengejarnya, Sora justru bisa saja kecewa padanya…” kata Jessica.

 

 

“Kenapa?” tanya Sooyoung.

 

 

“Karena merasa Kyuhyun tidak percaya padanya? Mungkin saja. Kim Sora mengenalku…”

 

 

“Ne????” seru keempatnya lagi karena terkejut.

 

 

“Ah… Tentu saja kalian tidak tahu karena sejak tadi tidak ada satupun yang menjelaskan keadaan aneh macam apa yang terjadi disini, bukan? Bahkan si bodoh Kyuhyun itu pun tidak mengetahuinya. Hmm… Aku sudah mendengarnya, kalian bertemu dengan Taec oppa tepat dihari dia sampai disini. Taec oppa menceritakannya padaku. Dia mengatakan kalian sangat baik dan menyenangkan. Singkat kata, aku adalah pacar Taec oppa. Aku kembali kesini bersama dengannya. Taec oppa sudah memperkenalkan aku dengan kedua sepupunya, Sora dan Sung Joon”, jelas Jessica.

 

 

“Jadi, maksud nuna, Sung Joon adalah sepupu dari Taec hyung?” tanya Changmin.

 

 

“Benar. Dia juga sepupu Sora. Mereka bertiga berada digaris keturunan yang sama. Jadi kau mengatakan hal yang benar, Changmin-ah. Sung Joon dan Sora tidak akan memiliki hubungan seperti yang ada dalam pikiran bodoh Cho Kyuhyun”, jawab Jessica sambil tertawa kecil.

 

 

“Benarkah? Bagaimana bisa?” tanya Hyukjae terkejut dengan kenyataan yang sebenarnya.

 

 

“Ah… Tadi kalian membicarakan tentang hari dimana Sung Joon mencium Sora, bukan? Kalian sudah mendengar kisah lengkapnya?” tanya Jessica yang dijawab dengan gelengan serempak dari empat orang dihadapannya. “Sora memukul, menendang, menjambak Sung Joon habis-habisan. Sung Joon mengatakan hari itu adalah hari terburuk dalam hidupnya. Hahaha… Sung Joon sudah membayangkan apa yang akan terjadi padanya, namun tidak separah itu. Michin nom… Dia pikir dia bisa menghadapi kemarahan Sora semudah itu. Karena tindakan bodohnya hari itu, dia harus merelakan diri menjadi pesuruh bagi Sora selama tiga bulan hahahaha anak bodoh…” kata Jessica menjelaskan.

 

 

 

 

Tempat Parkir di dekat Yeouido Han River

 

Sora dan Sung Joon tiba di tempat parkir dimana Sung Joon meninggalkan sepeda motornya. Tempat parkir itu berada cukup jauh dari keramaian. Letaknya berada dipojok sebuah bangunan yang baru direnovasi. Mereka berdua berdiri tepat dibawah pohon yang cukup rindang. Sung Joon merogoh saku celananya, dan mengeluarkan kunci serta ponselnya. Lalu mengeluarkan juga mp3 player dari saku jaketnya. Sung Joon juga membuka jaketnya dan memberikan semua barang itu pada Sora.

 

 

“Aku ingin ke toilet. Tunggu disini sebentar…” kata Sung Joon.

 

 

“Baiklah. Jangan terlalu lama.” kata Sora.

 

 

“Arasseo…” kata Sung Joon yang segera berlalu meninggalkan Sora.

 

 

Sora pun duduk disebuah bangku taman tidak jauh dari tempatnya berdiri. Ia mengambil mp3 player yang dititipkan Sung Joon padanya, kemudian mengenakan headset di telinganya. Ia menyalakan mp3 player itu, memilih lagu didalamnya, lalu dengan mudah memejamkan matanya terhanyut dengan lagu yang sedang ia dengarkan. Sora tidak menyadari kehadiran seseorang yang duduk disampingnya dengan napas terengah sehabis berlari. Suasana menjadi hening saat lagu di mp3 player sedang berganti, membuat Sora membuka matanya untuk melihat judul lagu selanjutnya. Namun ia menyadari tatapan sepasang mata didekatnya. Sora pun menoleh dan membelalakkan matanya. Ia menemukan Kyuhyun duduk dekat dengannya dengan tatapan tajam diwajah tanpa ekspresinya. Sora melepas headset di telinganya, lalu memutar posisi duduknya menghadap Kyuhyun.

 

 

“Cho Kyuhyun? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Sora terkejut.

 

 

“Aku ingin bicara padamu”, jawab Kyuhyun.

 

 

“Tentang apa?” tanya Sora lagi.

 

 

“Gadis tadi….. yang bernama Jessica…..”

 

 

“Aku tahu”, kata Sora singkat, memotong ucapan Kyuhyun.

 

 

“Tidak seperti yang kau pikirkan, Kim Sora. Dia…..”

 

 

“Aku bilang aku tahu, Cho Kyuhyun…” kata Sora sekali lagi memotong Kyuhyun. “Dia bukan pacarmu. Itu yang ingin kau katakan padaku? Aku mengetahuinya dengan baik”, kata Sora sambil tersenyum.

 

 

“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Kyuhyun bingung.

 

 

“Hmmm… Aku memang sudah mengetahuinya. Aku mengenal Sica eonni. Memang aku tidak mengenalnya dengan sangat baik, karena kami baru bertemu dua kali dengan hari ini. Mungkin jika kami bertemu lebih sering, aku bisa lebih dekat dengannya”, jawab Sora.

 

 

“Bagaimana? Bagaimana kau bisa mengenalnya?”

 

 

“Sica eonni adalah pacar Taec oppa. Jangan bilang kau tidak mengetahui hal itu juga?” tanya Sora yang dijawab dengan gelengan oleh Kyuhyun. “Mwoya…… Kepedulianmu dengan sekitar benar-benar mengkhawatirkan, Cho Kyuhyun. Ckckck…”

 

 

“Lalu bagaimana dengan kedekatanmu dengan Bang Sung Joon?” tanya Kyuhyun dengan nada cemburunya.

 

 

“Lagi?” tanya Sora.

 

 

“Apa?” Kyuhyun balas bertanya.

 

 

“Tidak bisakah kau memilih objek cemburu yang lain?” tanya Sora lagi.

 

 

“Apa maksudmu?” tanya Kyuhyun tidak mengerti dengan pertanyaan Sora.

 

 

“Kenapa kau tidak pernah cemburu pada kedekatanku dengan Changmin atau Hyukjae? Kenapa kau selalu cemburu pada sepupuku?” tanya Sora sambil menahan tawa.

 

 

“Mwo? Dia sepupumu? Lalu hari itu saat dia…..”

 

 

“Ahh….. Aku baik-baik saja saat mendengar hal itu kembali dibahas tadi oleh Sooyoung, haruskah kau membahasnya lagi? Tiba-tiba aku merasa kesal lagi pada si bodoh Bang Sung Joon itu jika mengingatnya…” kata Sora dengan wajah kesal yang dibuat-buat.

 

 

“Lalu…..”

 

 

“Kau punya berapa ‘lalu’ untuk ditanyakan padaku, Cho Kyuhyun?” tanya Sora pada Kyuhyun yang bahkan belum mengatakan apapun setelah kata lalu nya.

 

 

“Satu lagi. Kenapa kau tidak memberitahu ku kalau kau sakit? Kenapa kau pergi ke rumah sakit bersama Bang Sung Joon?” tanya Kyuhyun.

 

 

“Aku? Ke rumah sakit bersama anak itu? Hhh… Bahkan dia sendiri tidak bisa menggerakkan kaki nya hari itu. Aku ke rumah sakit bersama appa. Secara kebetulan aku bertemu dengannya disana… Aigoo… Lihatlah keringatmu. Kau berlari?” tanya Sora keluar dari topik pembicaraan mereka sebelumnya.

 

 

“Tentu saja. Aku takut kau sudah pergi”, jawab Kyuhyun.

 

 

“Ckckck… Tidak cukupkah hanya Sung Joon yang melakukan tindakan aneh dengan berlari di musim panas? Cho Kyuhyun jinjja…..” kata Sora.

 

 

Sora mendekat pada Kyuhyun, kemudian mengeluarkan sapu tangan di saku celananya. Sora mengangkat rambut yang menutupi kening Kyuhyun dengan tangan kirinya, lalu menyeka keringat yang membasahi kening Kyuhyun. Sora meletakkan tangan kirinya kembali ke bangku, membantu mengangkat tubuhnya untuk melihat bagian kening Kyuhyun yang tidak dapat dilihatnya, karena saat dudukpun tubuh Kyuhyun jauh lebih tinggi darinya. Tangan kanan Sora yang memegang sapu tangan kemudian menuruni wajah Kyuhyun, ke bagian pelipis, pipi, hingga rahang. Tiba-tiba Kyuhyun memegang pergelangan tangan kanan Sora, membuat Sora menatap Kyuhyun seolah bertanya kenapa Kyuhyun memegang tangannya. Kyuhyun menatap tajam tepat ke mata Sora tanpa mengatakan apapun. Sora pun menggerakan bibirnya seolah membentuk kata ‘wae?’ pada Kyuhyun. Di detik berikutnya, Kyuhyun sudah menarik tangan Sora yang dipegangnya, menarik tengkuk Sora dengan tangannya yang lain, lalu mencium bibir Sora, membuat Sora membelalakkan matanya karena terkejut. Kyuhyun membuka bibirnya, memiringkan kepalanya dan memperdalam ciumannya di bibir Sora. Ia melumat bibir Sora atas dan bawah bergantian. Sora pun tanpa disadari memejamkan matanya dan membalas ciuman Kyuhyun. Kemudian suara jatuhnya mp3 player dan ponsel Sung Joon dari pangkuan Sora menyadarkan keduanya. Sora sontak melepaskan diri dari Kyuhyun secara tiba-tiba. Sora mengambil barang-barang Sung Joon yang terjatuh kemudian meletakkannya lagi di pangkuannya.

 

 

“Cho Kyuhyun…… Ap Apa yang kau lakukan? B..Bagai…..Bagaimana jika ada yang melihat?” tanya Sora terbata.

 

 

“Jadi jika tidak ada yang melihat, tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun menggoda.

 

 

“Michyeosseo???”

 

 

“Kau…… Kau sudah benar-benar menyukaiku, bukan?” tanya Kyuhyun menggoda Sora lagi.

 

 

Sora berdeham. “Molla…” jawab Sora singkat dengan wajah tertunduk.

 

 

“Hhh… Aku benar…”

 

 

 

 

 

April 2015

Bon Appetite Restaurant

 

“Dokter Kim menikah dengan Dokter Shim, bukan???” tanya Yeri.

 

 

“Ya! Michyeosseo???” seru Sooyoung.

 

 

“Mwo??? Changmin sunbae dan Sora sunbae? Wae?” Irene balas bertanya pada Yeri.

 

 

“Benar, bukan? Aniya?” tanya Yeri.

 

 

“Aniya!!! Ibwayo, Yeri-ssi, Shim Changmin milikku! Aku satu-satunya gadis yang dikencaninya. Kenapa dia menikah dengan Kim Sora??? Shim Changmin adalah ayah dari anak-anakku!” kata Sooyoung menjelaskan dengan nada kesalnya.

 

 

“Ne?!?!” seru Yeri dan Wendy terkejut.

 

 

“Tapi… Tapi… Aku sempat berpikir Sooyoung sunbaelah isteri Kyuhyun sunbae…” kata Wendy.

 

 

“Kenapa aku menikah dengannya?” tanya Sooyoung.

 

 

“Lalu, Kyuhyun sunbae menikah dengan siapa?” tanya Wendy.

 

 

“Kau bahkan tidak mengetahuinya hanya dengan melihatnya?” tanya Sooyoung. “Itu. Itu. Itu. Kau tidak lihat Cho Kyuhyun sedang bersikap sangat manja pada isterinya?”

 

 

Yeri dan Wendy pun menoleh pada arah pandangan mata Sooyoung. Jawaban dari pertanyaan keduanya pun terjawab. Kyuhyun meletakkan kepalanya di bahu Sora dengan mata terpejam. Rasa pusing di kepalanya sudah memuncak ditambah dengan jadwalnya yang padat akhir-akhir ini, hingga ia tidak lagi memiliki kekuatan untuk menegakkan kepalanya sendiri. Kyuhyun cukup bekerja keras selama Sora dirawat di rumah sakit. Ia selalu menginap di rumah sakit, lalu kembali ke studio hingga larut malam. Jam tidurnya berkurang selama hampir dua minggu. Beruntung kedua anak mereka dijaga oleh kedua orang tua mereka secara bergantian.

 

 

“Kalian benar-benar tidak mengetahuinya?” tanya Changmin yang dijawab dengan gelengan oleh Yeri dan Wendy.

 

 

“Di hari pertama kalian bertemu dengan Kim Sora, bukankah kalian melihat Kyuhyun dan Sora berjalan bersama? Kalian tidak melihat Kyuhyun membawakan tas Sora?” tanya Sooyoung.

 

 

“Kami tidak melihatnya, sunbae”, jawab Wendy.

 

 

“Lalu, baru saja, kau tentu melihat Kyuhyun membawakan jaket Sora, bukan?” tanya Hyukjae.

 

 

“Ne…” jawab Wendy singkat.

 

 

“Wendy-ya, Yeri-ah, aku beritahu, seorang Cho Kyuhyun tidak melakukan kelembutan hati seperti itu pada wanita lain, bahkan pada kami sahabatnya. Ah tidak, tidak. Dia akan melakukan itu pada orang yang tidak dekat dengannya, untuk alasan kesopanan. Tapi pada orang yang sudah dia kenal cukup lama, dia tiiiiiiiidak akan pernah sekalipun melakukan itu kecuali orang itu sudah berada dalam keadaan benar-benar, beeenar-benar tidak bisa melakukan hal itu tanpa bantuannya. Itulah Cho Kyuhyun…” kata Sujin menjelaskan.

 

 

“Ya, Kim Sujin… Kau membuatnya terdengar sangat buruk. Seolah aku orang yang sangat keterlaluan pada sahabatku”, kata Kyuhyun protes sambil tersenyum, masih dengan kepalanya yang berada di bahu Sora.

 

 

“Kau memang selalu seperti itu”, kata Sooyoung, Sujin, Hyukjae, dan Irene bersamaan.

 

 

“Aku setuju dengan kalian. Cho Kyuhyun adalah orang yang keterlaluan, Yeri-ssi, Wendy-ssi. Jangan menikah dengan orang sepertinya nanti, ne?” kata Sora dengan nada bercanda.

 

 

“Benar. Hanya Kim Sora saja yang bisa menerima pria seperti Cho Kyuhyun. Ckck… Kasihan kau, Kim Sora. Aku akan selalu berdoa untuk keberuntunganmu dalam hal yang lain…” kata Sooyoung dengan tawa kecil yang menyertai.

 

 

“Tapi dari yang aku lihat sekarang, sepertinya Kyuhyun sunbae dan Dokter Kim adalah pasangan yang cukup harmonis, walaupun dengan cara yang berbeda. Lalu, apa alasan hubungan mereka berakhir, sunbae?” tanya Yeri.

 

 

“Kesibukan. Omong kosong, bukan? Sampai hari ini otakku masih tidak bisa menerima alasan itu”, jawab Sujin.

 

 

“Kau tidak merasakannya, Kim Sujin. Kau dan Hyukjae memiliki jadwal yang bisa disesuaikan. Karena itu kalian tidak menemukan permasalahan yang mereka alami”, kata Sooyoung memberikan pembelaan bagi Sora.

 

 

“Aigoo Choi Sooyoung. Kau memberikan pembelaanmu? Padahal saat itu kau juga mengatakan alasan berakhirnya hubungan Kyuhyun dan Sora adalah omong kosong. Kau lupa?” balas Sujin.

 

 

“Yah… Kau keterlaluan, Choi Sooyoung. Aku sempat berpikir kau ada dipihakku. Bodohnya aku…” sambung Sora dengan nada sarkastik bercandanya.

 

 

“Bukan begitu, Sora-ya. Saat itu aku hanya meluncurkan komentar spontanku saja. Setelah aku memikirkannya, aku mengerti perasaanmu. Kau tahu aku selalu berada dipihakmu, bukan?” kata Sooyoung.

 

 

“Yeou-ya, yeou. Choi Sooyoung adalah serigala. Auh…” Kyuhyun meluncurkan keluhannya.

 

 

“Ya aish! Jangan mempengaruhi sahabatku lagi, Cho Kyuhyun!” seru Sooyoung pada Kyuhyun, yang mengundang tawa teman-temannya yang lain.

 

 

“Geunde, bagaimana kalian berdua menjalaninya? Bukankah situasi kalian tidak jauh berbeda?” tanya Hyukjae.

 

 

Hening. Tidak ada satupun yang bicara. Wendy dan Yeri menggerakan bola mata mereka ke kanan dan kiri, menunggu salah satu dari keenam sahabat itu bicara. Namun untuk beberapa saat tidak ada yang bicara satu katapun. Wendy sontak mengernyitkan keningnya bingung dengan perubahan atmosfer di meja itu. Sooyoung sedang meminum Americano nya. Sora terpaku dengan iPadnya. Changmin disibukkan dengan cream di Ice Caramel Macchiato nya. Sujin sedang menunjukkan foto USG janinnya pada Kyuhyun yang kini sedang menggulung tisu untuk disumpalkan ke hidungnya. Sementara Hyukjae menatap kelimanya dengan wajah datar.

 

 

“Kenapa tidak ada yang menjawabku? Kalian selalu melakukan ini padaku. Kalian mulai tidak peduli padaku?” tanya Hyukjae, membuat semua orang di meja itu menoleh padanya.

 

 

“Ibwa… Ibwa… (Lihat… Lihat…) Kau bahkan tidak menyadari kesalahanmu, Lee Hyukjae. Siapa yang kau tanya, imma? Kau harus mengatakannya dengan jelas. Neon yojeume neomu yeminhae, ara? (Akhir-akhir ini kau sangat sensitive, kau tahu?)” kata Kyuhyun menimpali kekesalan Hyukjae.

 

 

“Mereka berdua. Tentu aku bertanya pada mereka berdua. Changmin dan Sooyoung…” jawab Hyukjae kesal.

 

 

“Bukan hanya Hyukjae yang sensitive, Kyuhyun-ah. Changmin dan Sooyoung juga terlalu apatis. Tidak memiliki kepekaan. Bahkan sampai sekarang. Aku hampir gila menghadapi ketidakpekaan mereka…” sambung Sora. “Dalam hal ini aku merasa bersyukur karena kau sudah memiliki kepekaan yang cukup pada sekitarmu”.

 

 

“Tentu saja. Dengan begitu aku bisa menahanmu tetap bersamaku”, kata Kyuhyun yang disertai dengan ekspresi jengah teman-temannya karena mendengar ucapan Kyuhyun. “Geunde, kami tidak pernah berpisah, kau tahu?”

 

 

“Eeeeiiiii, jangan berbohong, Cho Kyuhyun”, kata Sujin tidak percaya.

 

 

“Sujin-ah, dia berkata benar. Tidak pernah sekalipun”, sambung Sora.

 

 

“Kalian berbohong…..” kata Sujin masih ragu.

 

 

“Ya! Untuk apa kami berbohong? Aku dan Sora tidak pernah berpisah sekalipun. Naega michyeossna? (Aku sudah gila?) Aku tidak mungkin bertahan berpisah dengannya…” kata Kyuhyun yang kembali ditanggapi dengan tatapan jengah sahabat-sahabatnya. Menyadari hal itu, Kyuhyun pun kembali menanyakan hal yang sebelumnya ditanyakan oleh Hyukjae pada Changmin dan Sooyoung, “Sudah. Sudah. Tidak perlu dibahas lagi. Ya, ShimChoiSooChang, kalian tidak menjawab pertanyaan Hyukjae? Dia menunggu kalian…”

 

 

“Kami? Kami mwo…..” Sooyoung menimbang jawaban yang akan ia katakan. “Kami bisa tetap bertemu setiap waktu walau dengan jadwal padat Changmin. Tidak perlu berpergian. Kami bisa pergi ke apartemen satu sama lain, lalu makan bersama, atau…….”

 

 

“Sudah. Sudah. Jangan dilanjutkan…” kata Kyuhyun memotong kalimat Sooyoung. “Penjelasan Sooyoung akan berakhir di cerita 19+. Tidak perlu didengarkan lagi…”

 

 

“Aniya!!! Kami tidak melakukan seperti yang ada dipikiranmu, Cho Kyuhyun! Dan tolong, Kyuhyun-ssi, jangan bicarakan dirimu sendiri…” kata Sooyoung yang ditanggapi dengan tawa Changmin dan Hyukjae.

 

 

“Ya!!!” seru Kyuhyun dan Sora bersamaan, yang mengundang tawa seisi meja.

 

 

“Geunde, Sora sunbae. Apakah Kyuhyun sunbae benar-benar bersikap manis padamu?” tanya Irene.

 

 

“Dia??? Kau pikir dia bisa melakukannya?” tanya Sora.

 

 

“Kim Sora, kau lupa bagaimana aku?” tanya Kyuhyun yang membuat beberapa orang menunjukkan tatapan curiga.

 

 

“Ya, Cho Kyuhyun, jangan mengatakan hal yang ambigu. Kau membuatnya terdengar tidak baik”, kata Sora.

 

 

 

 

 

 

Kyuhyun’s Naration: Tidak. Tidak seperti yang mereka dan mungkin juga kalian pikirkan. Tidak se-spesifik itu. Kami memiliki hubungan yang cukup sulit, dengan dua orang yang sulit saling berusaha menyesuaikan satu sama lain. Jatuh cinta pada Kim Sora adalah hal yang mudah. Tetap mencintainya juga merupakan hal yang mudah. Tapi menghadapinya, lain cerita. Bertahan bersama Kim Sora adalah hal yang sulit.

 

 

 

 

 

Febuari 2004

RS Univ. Seoul

 

Hari beranjak malam dan bertambah dingin. Matahari sudah terbenam sejak beberapa jam yang lalu. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 8.30 malam. Suasana yang terlihat dari tempat parkir masih terbilang cukup ramai. Karena hari belum terlalu larut. Masih terlihat beberapa orang berlalu lalang, entah keluarga pasien, maupun orang-orang yang akan mengunjungi keluarga, kerabat, atau teman mereka. Kyuhyun masih bertahan berada di dalam mobilnya untuk menunggu Sora, bahkan setelah hampir lima jam. Tepat satu bulan mereka tidak bertemu. Jadwal internship Sora yang padat menyebabkan keduanya sulit untuk bertemu. Mereka hanya saling berkomunikasi dengan sambungan telepon, atau melalui pesan singkat. Hari ini, mereka memiliki janji untuk bertemu. Sudah hampir dua puluh satu jam berlalu dari hari ulang tahun Kyuhyun. Dua jam yang lalu, Sora sempat menghubungi Kyuhyun untuk meminta maaf, karena kondisi UGD yang terlampau ramai, Sora tidak yakin dapat menemuinya. Namun Kyuhyun bersikeras untuk tetap menunggu Sora hingga tengah malam. Dan tepat pada pukul 8.35, sosok gadis yang ditunggunya keluar dari pintu utama. Gadis itu tampak anggun dengan rambut diikat tinggi, seragam operasi berwarna biru muda, dan jas putih. Ia berlari dengan terburu-buru menuju tempat parkir dimana ia melihat mobil Kyuhyun yang benar-benar tetap bertahan disana. Ia membuka pintu, masuk ke dalam mobil dan menutup pintu itu dengan cepat. Ia menderapkan kakinya cepat karena udara dingin yang menyentuh kulitnya.

 

 

“Kau seharusnya mengenakan jaketmu…” kata Kyuhyun.

 

 

“Ah sikkeureo… Geunyang anajwo… (Ah kau berisik… Peluk saja aku…)” kata Sora.

 

 

Kyuhyun tersenyum mendengar perkataan Sora. Kemudian Kyuhyun berpindah ke kursi belakang mobilnya dan mengambil sebuah selimut yang berada dalam bungkusnya. Kyuhyun menepuk pelan space kosong disebelahnya, meminta Sora juga berpindah kesana. Tanpa banyak berpikir, Sora pun melakukan seperti yang diminta Kyuhyun. Didetik setelah ia duduk disana, Sora langsung melesak ke tubuh Kyuhyun dan membenamkan kepalanya di lekuk leher Kyuhyun. Hidung Sora tepat berada di tulang selangka Kyuhyun, hingga Kyuhyun dapat merasakan dengan baik helaan napas Sora disana. Wajah Sora terasa begitu dingin karena diterpa angin diluar. Kyuhyun pun merangkulkan kedua tangannya di tubuh Sora, mmberi kehangatan padanya. Waktu berjam-jam yang dihabiskannya untuk menunggu Sora seakan terbayar dengan keberadaan Sora dalam pelukannya.

 

 

“Kau menunggu lama?” tanya Sora.

 

 

“Aku tidak ingat”, jawab Kyuhyun santai.

 

 

“Mwoya…… Kau sedang menyindirku atau mengatakan hal yang sebenarnya?”

 

 

“Aku mengatakan hal yang sebenarnya. Mungkin aku akan mengatakan itu sebagai sindiran jika kau tidak bersikap seperti kucing manis yang melesak ke pelukanku seperti ini”, kata Kyuhyun.

 

 

“Ouh… Dingin sekali….. Tetaplah seperti ini sebentar saja…” kata Sora.

 

 

“Selama apapun yang kau mau, sayang…”

 

 

“Aniya… Aku ingin melihat wajahmu. Aku tidak bisa melihatnya jika dalam posisi ini. Aniya…” kata Sora yang kemudian mencoba melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun. “Ja… Kyuhyun-ida…”

 

 

Sora menyentuhkan kedua telapak tangannya di leher tepat dibawah rahang Kyuhyun. Ia menatap wajah Kyuhyun dengan tatapan yang tidak bisa dimengerti. Ada sebuah senyuman yang menghiasi wajahnya, namun mata lelah itu lebih mengalihkan perhatian Kyuhyun. Lalu Sora menghela napas pelan.

 

 

“Kau terlihat lebih kurus. Wajahmu juga terlihat tidak cukup baik”, kata Sora.

 

 

“Tentu saja wajahku terlihat tidak cukup baik… Kau tahu, kekasihku melewatkan hari ulang tahunku…” kata Kyuhyun.

 

 

“Ah… Benar. Tanggal berapa sekarang? Mianhae, Kyuhyun-ah…” kata Sora menyesal.

 

 

“Ch… Kau bahkan tidak mengingat tanggal, Kim Sora”.

 

 

“Mianhae… Kau ingin hadiah apa? Aku akan membelikannya…” tanya Sora.

 

 

“Hmm… Sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang?”

 

 

“Seperti?” tanya Sora lagi.

 

 

“Apapun. Aku akan menerimanya jika kau yang memberikannya”, jawab Kyuhyun.

 

 

Sora tersenyum, membuat Kyuhyun memandangnya bingung sekaligus curiga. Kyuhyun tidak pernah bisa membaca jalan pikiran Sora yang terkadang jauh dari ekspektasinya. Dan benar saja, tiba-tiba Sora memberikan sebuah kecupan singkat di bibir Kyuhyun, lalu tersenyum lebar pada Kyuhyun. Mata Kyuhyun terbelalak menerima kejutan itu. Karena selama mereka berpacaran, ini adalah kali pertama Sora memberikan kecupan padanya lebih dulu. Kyuhyun pun menggelengkan kepalanya cepat untuk mendapatkan kesadarannya kembali, kemudian mengernyitkan keningnya.

 

 

“Hanya itu? Ck… Mengecewakan…” goda Kyuhyun.

 

 

“Bagaimana dengan satu hari?” tanya Sora.

 

 

“Apa maksudmu?” tanya Kyuhyun bingung.

 

 

“Besok adalah hari off ku. Aku mendapatkan dua hari untuk beristirahat. Satu hari akan aku berikan padamu”, kata Sora.

 

 

“Dua hari. Aku mau dua hari”, kata Kyuhyun.

 

 

“Andwae! Aku ingin beristirahat di apartemen selama seharian penuh…”

 

 

“Dua hari denganku. Call?” tanya Kyuhyun.

 

 

“Hhh… Apa yang ada dipikiran kotormu itu, Cho Kyuhyun?” tanya Sora curiga.

 

 

“Mwol? Aku menawarkan diri menjadi pesuruhmu selama dua hari. Aku tidak ingin hadiah yang sulit, bukan? Aku hanya ingin bersama mu selama dua hari. Dimanapun tempatnya. Dan… aku rasa apartemen mu adalah tempat yang bagus”, jawab Kyuhyun.

 

 

“Baiklah. Tapi tidak dengan niat terselubungmu. Bagaimana?” tawar Sora.

 

 

“Aku tidak bisa menjamin itu, Kim Sora. Mwo….. Kau masih berhutang kado ulang tahun untukku…”

 

 

“Ya!!!” seru Sora dengan nada yang tidak bisa disebut dengan nada marah itu.

 

 

“Mwoya… Kau terdengar tidak membenci ideku. Cham… Kim Sora…” goda Kyuhyun.

 

 

“Diamlah dan mendekat padaku…”

 

 

Kyuhyun tersenyum dan dengan cepat meraih bibir Sora. Ia menarik tubuh Sora kedalam pelukannya dan memperdalam ciumannya. Perlahan Sora merangkulkan tangannya di leher Kyuhyun. Keduanya terhanyut dalam perasaan pada satu sama lain. Sampai sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Sora, menghentikan kegiatan mereka.

 

 

“Sepertinya aku harus pergi. Mereka membutuhkanku di UGD”, kata Sora.

 

 

“Arasseo…” kata Kyuhyun.

 

 

“Pulanglah. Kita bertemu besok pagi di apartemen”.

 

 

“Besok kau selesai jam berapa?” tanya Kyuhyun.

 

 

“Jam 7 pagi. Paling lambat jam 8”, jawab Sora.

 

 

“Aku akan menjemputmu”.

 

 

“Geurae…”

 

 

Sora pun kembali memberikan kecupan di bibir Kyuhyun dan segera keluar dari mobil, meninggalkan Kyuhyun yang tersenyum senang. Sora segera bergegas kembali masuk ke dalam rumah sakit, namun berbalik untuk melambaikan tangannya pada Kyuhyun. Kyuhyun membalas lambaian tangan Sora, hingga sosok Sora menghilang dibalik pintu.

 

 

 

 

 

April 2015

Bon Appetite Restaurant

 

“Jadi, Dokter Kim adalah cinta pertama Kyuhyun sunbae?” tanya Wendy.

 

 

“Kau benar”, jawab Kyuhyun singkat sambil tersenyum.

 

 

“Sejak kapan?” tanya Yeri.

 

 

“Saat pertama kali aku melihatnya di SMA. Di hari pendaftaran? Aku rasa…”

 

 

“Heol… Jadi bukan saat kau menabrakku di koridor hari itu?” tanya Sooyoung yang dijawab dengan gelengan oleh Kyuhyun. “Aku pikir kau menabrakku karena terpukau pada Sora…”

 

 

“Kau tidak salah tentang hal itu. Aku memang menabrakmu karena terlalu fokus menatap Sora. Tapi aku sudah menyukainya saat itu. Sangat…” jawab Kyuhyun.

 

 

“Bahkan Kyuhyun sunbae dengan tega memintaku bicara pada Sora sunbae untuk menemuinya, setelah dia menolakku. Ch… jaesueobseo…” sambung Irene.

 

 

“Ya, Irene-ah… Bukankah aku sudah memintamu memanggilku eonni? Kau masih saja memanggilku sunbae…” kata Sora.

 

 

“Ah… Ne, eonni…” jawab Irene.

 

 

“Nado… Panggil aku oppa, calon a-dik-se-pu-pu…” sambung Kyuhyun.

 

 

“Mwoya? Kau menerima lamarannya?” tanya Changmin terkejut.

 

 

“Benarkah? Irene-ah, kau yakin?” tanya Sooyoung juga.

 

 

“Pikirkan lagi, Irene-ah…” kata Hyukjae.

 

 

“Ya! Kalian benar-benar keterlaluan. Kalian sama saja meragukan Kyuhyun dan Sora…” kata Sujin.

 

 

“Apa maksudmu?” tanya Changmin.

 

 

“Bukankah kalian juga mengetahuinya? Bae Irene dan Bang Sung Joon tidak jauh berbeda dengan Kim Sora dan Cho Kyuhyun. Lihatlah mereka berdua. Mereka baik-baik saja. Dan asal kalian tahu, sikap Sung Joon lebih baik dari Cho Kyuhyun”, jawab Sujin.

 

 

“Ya, Kim Sujin! Kau itu temanku atau bukan? Seperti nya kau menaruh dendam padaku sejak dulu…” protes Kyuhyun.

 

 

“Ya aish! Bukan itu point-nya, imma! Aku hanya ingin mengatakan, Irene melakukan hal yang tepat dengan menerima lamaran Sung Joon. Selamat, Irene-ah. Bagaimanapun eonni akan selalu mendoakanmu…” kata Sujin.

 

 

“Niga wae eonni-ya? Naega eonnijanha… (Kenapa kau adalah eonni? Akulah eonni nya…)” kata Sora dengan nada bercanda.

 

 

“Aku memperlakukan Irene lebih baik. Kami sering makan bersama dan berbelanja bersama. Kau terlalu sibuk, Sora-ssi”, kata Sujin.

 

 

“Ani… Walaupun aku sibuk, aku tetap eonni nya…” sambung Sora tidak mau kalah.

 

 

“Eonni-deul, berhenti bertengkar, eo?” kata Sung Joon yang baru saja datang dan langsung menarik sebuah kursi untuk duduk disebelah Irene.

 

 

“Eo! Sung Joon-ah!!!” seru Sora saat melihat Sung Joon.

 

 

“Aigoo, Kim Sora. Kau begitu senang melihat Sung Joon. Ada apa dengan ekspresi mu saat melihatku?” protes Kyuhyun.

 

 

“Geumanhae aish! Kau selalu saja cemburu pada sepupuku…” kata Sora.

 

 

“Kapan aku melakukannya??? Aku tidak cemburu padanya. Kau saja yang bersikap keterlaluan padaku, Kim Sora…”

 

 

“Ya, Ya, Ya, hentikan… Kalian terus saja bertengkar”, kata Sooyoung menengahi kedua sahabatnya itu.

 

 

“Siapa yang bertengkar? Kami tidak bertengkar, Choi Sooyoung. Kami hanya berkomunikasi…” kata Kyuhyun.

 

 

“Ch… Michin nom…” kata Sooyoung menanggapi pernyataan Kyuhyun.

 

 

“Geunde, Kyuhyun sunbae… Apa alasanmu bertahan pada satu gadis seumur hidupmu?” tanya Wendy.

 

 

“Aku tidak punya alasan yang spesifik. Bahkan sesekali saat aku memikirkan alasan aku bertahan dengan Sora, aku tidak bisa menemukannya. Tapi akhir-akhir ini aku pikir aku mengetahui alasannya. Bukan hanya karena Sora adalah wanita yang cantik. Bukan hanya karena Sora adalah wanita yang baik. Bukan juga hanya karena Sora setia pada teman-temannya. Bukan juga hanya karena Sora selalu ada untukku. Bukan juga karena bagaimanapun keadaannya Sora akan kembali padaku. Tapi karena aku mencintainya. Dan tidak pernah ada alasan untuk cinta. Alasan lain…… Karena dia adalah Kim Sora. Aku rasa aku tidak akan menemukan cinta dalam diri orang lain selain Kim Sora”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The reasons why I stay? Not because you’re pretty or because you’re a good girl. It’s not because you’re loyal to your friend. It’s also not because you’re stay beside me. It’s never because however it was, you ran to me. The reason I stay is because I love you. And I only can find love on you.

 

 

 

 

 

 

 

 

THE END

 

Terima kasih, readers-nimdeul atas perhatian dan respon kalian pada ff ini. Maaf jika ada kekurangan dalam ff ini. Semoga ff ini dapat menghibur kalian para pecinta ff. Kana pamit! Neomu neomu gamsahabnida. Annyeongigaseyo!!! 🙂

Advertisements

16 thoughts on “The Reason(s) Why I Stay: Number 6 [LAST PART]

  1. Bener kan sora ,, bahkan mereka punya 2 anak ,, ternyata jessica pacar taecyeon dan sora -sung joon sepupuan ,, cho kyuhyuj cemburu pada orang yang salah

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s