The Reason(s) Why I Stay: Number 3

Category: PG-15, Romance, Chapter

Cast: Cho Kyuhyun, Lee Hyukjae, Shim Changmin, Choi Sooyoung, Kim Sujin (OC), Kim Sora (OC), Seohyun

Preface:

Annyeonghaseyo. The Reason(s) Why I Stay is back. Seperti yang bisa kalian lihat pada bagian Main Cast, ff ini akan menceritakan Cho Kyuhyun dengan kisah lain. Urutan penulisan nama dalam ff ini tidak ada hubungannya dengan jalan cerita. Kalian masih harus menggunakan persepsi kalian masing-masing untuk menebak siapa pemeran utama wanita dalam ff ini. Alur yang digunakan dalam ff ini adalah alur maju mundur. Aku juga akan menyisipkan beberapa narasi pengantar cerita yang akan diambil dari sudut pandang Kyuhyun. FF ini merupakan FF dengan kisah dan alur yang tidak mengandung teka-teki berat yang memusingkan kepala. Aku hanya menggunakan kisah dengan teka-teki sederhana. Dan, tentu saja, aku selalu mengingatkan bahwa aku juga manusia biasa yang tidak sempurna, jadi jika kalian menemukan typo dimana-mana, aku mohon dimaklumi ^^

As always, jika kalian mau memberikan personal protes, comment, kasih saran, e-mail ke kadanao21@yahoo.com or find me on twitter @kadanao21

 

 

 

 

 

 

– The Reason(s) Why I Stay –

 

 

 

 

 

 

 

Kyuhyun’s Narration: Tahun ke-19 dalam hidupku menjadi awal dari cerita baru di lembar putih buku tebalku yang lain. Aku mendapatkan satu persatu pengalaman yang baru pertama kali aku rasakan dalam hidupku. Lelah dengan pujaan banyak orang, terganggu dengan kebisingan, muncul nya cinta pertama bahagia mendapatkan kejutan ulang tahun, senyum mengembang di wajah dinginku, rasa sakit, cemburu, kekacauan, hilang kontrol, perubahan emosi yang fluktuatif, dan kembali merasakan cinta.

 

 

 

 

 

 

 

Februari, 1998

Masih di hari ulang tahun Kyuhyun

Sekolah Menengah Atas Provinsi Khusus Seoul

 

“Kim Sora… Kim Sora, buka matamu! Kim Sora… Kim Sora, bangunlah! Ya aish, Kim Sora!!!” seru Kyuhyun memanggil-manggil nama Sora yang tergeletak lemah di pangkuannya.

 

 

Melihat tidak adanya respon dari Sora, Kyuhyun pun mengangkat tubuh Sora dan berlari membawanya ke ruang kesehatan. Kyuhyun dikejutkan dengan tinggi nya suhu tubuh Sora yang terasa di lengannya. Ia berteriak pada semua orang yang menghalangi jalannya di koridor. Kyuhyun berlari secepat dan seaman yang ia bisa. Diikuti oleh teman-temannya yang mengiringi di samping dan belakangnya. Sesekali ia menoleh pada Sora untuk memeriksa keadaan Sora. Sesampainya di ruang kesehatan, Kyuhyun merebahkan tubuh Sora di tempat tidur. Sujin pun datang bersama dokter jaga yang kebetulan baru sampai di sekolah.

 

 

“Aku akan memeriksanya. Kalian bisa tunggu diluar”, kata Dokter pada teman-teman Sora.

 

 

Mereka mengangguk hampir serentak dan berbalik untuk meninggalkan ruangan. Namun Kyuhyun tetap berdiri tepat disebelah tempat tidur sambil menggenggam tangan Sora. Ia menatap kosong pada Sora yang masih kehilangan kesadarannya dan terbaring lemah di tempat tidur. Kyuhyun tidak bergerak sedikit pun bahkan saat Changmin dan Hyukjae menyentuh bahu dan lengannya. Dokter pun mengangguk pelan pada Changmin dan Hyukjae, memberitahu mereka untuk membiarkan Kyuhyun tetap berada disana.

 

 

“Satu orang boleh tetap berada disini”, kata Dokter akhirnya.

 

 

Mereka pun keluar satu-persatu sambil sesekali masih melirik untuk melihat kondisi Sora. Hanya Seohyun yang sejak tadi menatap wajah khawatir Kyuhyun dari kejauhan. Kali pertama lainnya dari Kyuhyun. Selama 2 tahun Seohyun mengenal Kyuhyun, ini adalah kali pertama Seohyun melihat ekspresi itu. Kemarahan, kekhawatiran, dan ketakutan tergambar jelas disana. Bahkan beberapa saat lalu di koridor, ekspresi Kyuhyun seolah menunjukkan detak jantungnya yang berhenti seketika melihat Sora tergeletak di lantai. Dan sikap itu, sikap keras kepala Kyuhyun yang tidak berpindah sedikitpun dari sisi Sora, membuat hati Seohyun terbakar. Ia lebih menyukai Kyuhyun yang bersikap dingin pada semua gadis di sekolah ini, bahkan termasuk pada dirinya. Ia lebih menyukai Kyuhyun dengan mulut pedasnya, membuat satu dua gadis menangis setiap kali menerima penolakan darinya. Kyuhyun yang Seohyun lihat saat ini bukanlah Kyuhyun yang ia inginkan. Seharusnya Kyuhyun saat ini sedang membuka kado darinya dan berterima kasih dengan senyuman manis di bibirnya. Bukan berdiri di sisi Sora dengan rasa khawatir yang menimbulkan rasa sesak di dadanya.

 

 

Tanpa disadari, Seohyun meneteskan air mata. Ia pun segera menghapus jejak air mata di pipinya dan kembali menatap orang yang selalu menjadi focus pandang matanya. Sora siuman. Kyuhyun menggerakkan tubuhnya lebih dekat pada Sora. Terlihat dari jendela ruang kesehatan, Kyuhyun menyentuhkan tangannya yang bebas di kening Sora. Namun Sora menyingkirkan tangan Kyuhyun. Dokter bicara pada keduanya, menanyakan keadaan Sora dan keluhan yang dirasakan Sora. Setelah mendengarkan pembicaraan dokter dan Sora, Kyuhyun pun keluar dari ruang kesehatan menghampiri teman-temannya dengan ekspresi yang sulit dibaca. Ia menutup pintu perlahan lalu menatap Changmin dengan tatapan yang menunjukkan amarahnya.

 

 

“Kau mengetahui ini dan tidak mengatakan apapun? Inikah yang kalian sembunyikan saat di kantin kemarin? Inikah alasan Sora tidak makan apapun? Ada apa denganmu?” tanya Kyuhyun pada Changmin.

 

 

“Sora yang meminta ku untuk tidak memberitahu siapapun, termasuk orang tuanya. Ia berjanji akan meminum obatnya dan beristirahat. Maafkan aku… Seharusnya aku memberitahu kalian…” kata Changmin menyesali perbuatannya.

 

 

“Kau juga mengetahui bahwa Sora sudah sakit sejak sabtu lalu?” tanya Kyuhyun lagi.

 

 

“Mwo??? Kau bilang sabtu?” tanya Changmin terkejut mendengar pertanyaan Kyuhyun. “Ya, Seo Joo Hyun! Kau tidak mengetahui hal ini?” tanya Changmin dengan nada marah pada Seohyun.

 

 

“Aku… A.. Aku…..” Seohyun terbata sambil menundukkan kepalanya.

 

 

“Apa yang kau katakan, Shim Changmin. Kenapa kau menanyakan hal itu seolah menyalahkan Seohyun? Kau jelas-jelas mengetahuinya sejak kemarin tapi tidak memberitahu kami. Jangan melempar kesalahanmu pada orang lain”, kata Sujin mencoba membela Seohyun.

 

 

“Ya, Kim Sujin. Tanyakan pada temanmu itu kemana ia mengajak Sora pada hari minggu. Tanyakan juga pukul berapa mereka pulang. Tanyakan apa yang Sora katakan padanya sepanjang kegiatan mereka di Apgujeong. Dan tanyakan padanya apakah dia mendengarkan saat Sora mengeluhkan tubuhnya yang lemah”, kata Changmin lagi, kali ini dengan kemarahan yang berkumpul di otaknya.

 

 

“Apa maksudmu, Changmin-ah?” tanya Sujin. Ia pun melangkah mendekati Seohyun, menyentuh lengannya, meminta Seohyun mengangkat kepala untuk menatapnya. “Katakan sesuatu, Seohyun-ah. Katakan apapun yang kau ketahui. Kau tidak mengajak Sora berpergian hingga malam hari, bukan? Katakan kau tidak melakukan itu, Seohyun-ah”, kata Sujin lembut pada Seohyun.

 

 

“Aku….. Aku tidak tahu jika Sora sedang sakit. Hari itu dia tidak mengatakan apapun padaku. Dia tidak menolak ajakanku saat aku meneleponnya”, jawab Seohyun.

 

 

“Jadi kau benar-benar mengajaknya berpergian disata kondisi tubuhnya tidak sehat seperti itu? Dan kau masih mengaku sebagai temannya?!?” seru Kyuhyun pada Seohyun.

 

 

“Kau bilang kau tidak mengetahuinya???” sambung Sooyoung dengan emosi yang sudah tidak bisa lagi ia tahan. “Sabtu malam aku menghubungimu, mengajakmu pergi bersama kami dan mengatakan Sora menolak untuk ikut karena sedang merasa tidak enak badan. Kau mengatakan kau tidak mengetahuinya? Ini bukan saat yang tepat untuk bercanda, Seohyun-ah…”

 

 

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Sora keluar dari ruang kesehatan sambil dituntun oleh dokter. Sora memberikan salamnya pada dokter yang menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pada Sora. Kemudian dokter segera menutup pintu dan kembali ke dalam ruang kesehatan. Dengan cepat, Kyuhyun sudah meraih kedua lengan Sora, siap memapahnya lagi jika terjadi sesuatu yang buruk.

 

 

“Kalian sedang saling menyalahkan?” tanya Sora sambil menatap teman-temannya satu persatu (terkecuali Kyuhyun yang berada disampingnya). “Jangan lakukan itu. Ini adalah kesalahanku. Seharusnya aku memeriksakan diriku ke dokter saat Sooyoung menyuruhku sabtu lalu. Seharusnya aku mengatakan yang sejujurnya pada Seohyun saat kami berada di Apgujeong. Seharusnya aku membiarkan Changmin mengatakan apa yang dia ketahui kemarin. Seharusnya aku meminum obatku pagi ini. Semua ini salahku…” kata Sora.

 

 

“Apa yang dikatakan oleh dokter?” tanya Kyuhyun mengabaikan ucapan Sora yang menyalahkan diri sendiri.

 

 

“Rujukan ke rumah sakit. Hhh… Aku akan pulang dan beristirahat sambil menunggu kedua orang tua ku kembali, lalu segera ke rumah sakit”, kata Sora.

 

 

“Kita ke rumah sakit sekarang”, sambung Kyuhyun.

 

 

“Tidak, Cho Kyuhyun. Aku akan menunggu orang tuaku”, kata Sora lagi.

 

 

“Jangan melakukan hal yang akan membuatmu mengatakan, ‘seharusnya aku mendengarkan perkataan Cho Kyuhyun’, Kim Sora. Tidak lagi. Kita ke rumah sakit sekarang. Pamanku akan memeriksa keadaanmu”.

 

 

“Tapi…..”

 

 

“Jangan membantahku, Kim Sora!” seru Kyuhyun teguh dengan ucapannya. “Kau kuat berjalan? Kau ingin aku gendong?” tanya Kyuhyun dengan nada bicara yang tiba-tiba melembut, membuat teman-temannya menatap heran pada perubahan sikap Kyuhyun yang drastis.

 

 

“Aku masih cukup kuat. Hanya jangan lepaskan tanganmu”, kata Sora menyerah membantah seorang Cho Kyuhyun.

 

 

Kyuhyun pun merangkulkan tangannya di bahu Sora untuk membantunya berjalan. Sesekali Kyuhyun menanyakan keadaan Sora untuk memastikan Sora dapat tetap berjalan sampai ke taksi yang dipesankan Sooyoung untuk mereka. Hyukjae yang berlari menuju kelas sudah kembali dengan membawa serta tas Sora dan Kyuhyun. Mereka berjanji akan datang ke rumah sakit usai sekolah. Karena mereka tidak mungkin absen dari sekolah bersama-sama.

 

 

 

 

 

 

1 Minggu kemudian…

 

Hari itu Sora kembali ke sekolah. Setelah di opname selama 4 hari dan beristirahat dirumah selama 3 hari, Sora akhirnya bisa meyakinkan semua orang bahwa ia sudah mampu untuk kembali ke sekolah. Benar, semua orang. Sora tidak hanya perlu meyakinkan kedua orang tuanya. Kini Sora memiliki penjaga-penjaga yang menyeramkan. Sora sempat mencoba untuk masuk ke sekolah di hari senin. Namun Sora terlebih dahulu mendapat ancaman dari Sooyoung, Sujin, Changmin, Kyuhyun, dan Hyukjae. Mereka mengancam akan mengikat Sora dan mengunci nya di dalam kamar, agar Sora tidak bisa kemanapun. Akhirnya Sora menyerah dan menunggu hingga keadaannya benar-benar pulih di hari rabu. Berbicara soal penjaga-penjaga itu. Sejak masuk ke rumah sakit hingga di hari kembalinya ke sekolah, Seohyun tidak pernah sekalipun menghubunginya. Bahkan Seohyun tidak membalas setiap pesan yang dikirim oleh Sora.

 

 

“Eo! Sora-ya!” seru Sujin yang melihat Sora di lobby.

 

 

“Sujin-ah… kau sudah datang?” tanya Sora.

 

 

“Pagi ini Song ahjussi tidak bisa mengantarku. Jadi terpaksa aku harus berangkat bersama appa lebih pagi. Kau baik-baik saja? Kenapa kau datang sepagi ini? Tidak biasanya…”

 

 

“Appa belum mengijinkan aku menggunakan bus…”

 

 

“Ah… Kau juga diantar rupanya. Tentu saja… appa-mu pasti masih khawatir denganmu, Sora-ya”, kata Sujin.

 

 

“Begitulah… Padahal aku sudah merasa sangat baikan”, sambung Sora.

 

 

“Eo! Ch…..”

 

 

Belum sempat Sujin melengkapi kalimatnya, Kyuhyun yang datang dari arah belakang Sora sudah menghampiri mereka. Kyuhyun menyentuhkan telapak tangannya di kening Sora, membuat Sora membelalakkan matanya karena terkejut. Ekspresi Sujin tidak kalah terkejut melihat tindakan yang dilakukan Kyuhyun secara tiba-tiba. Bagaimana tidak, jarak diantara Kyuhyun dan Sora sangat dekat, hanya terhalang oleh tas Sora. Jika Sora tidak sedang menggunakan backpack saat itu, mungkin Sora dapat merasakan detak jantung Kyuhyun di punggungnya.

 

 

“Hmm… kau sudah membaik”, kata Kyuhyun. Ia memindahkan tangannya ke atas kepala Sora dan menepuknya dua kali dengan perlahan sebelum melepaskan tangannya.

 

 

Sora berdeham, kemudian mengatur nafasnya. Kyuhyun melangkah berpindah posisi. Ia ingin memastikan keadaan Sora dengan melihat wajahnya. Kyuhyun merendahkan wajahnya tepat ke depan wajah Sora.

 

 

“Kau menggunakan sesuatu di bibirmu?” tanya Kyuhyun. Sora menggelengkan kepalanya. “Kau memakan sarapanmu pagi ini?” Sora mengangguk cepat. “Buka mulutmu dan tunjukkan lidahmu”, perintah Kyuhyun.

 

 

Sora menurutinya dan dibalas dengan anggukan dari Kyuhyun. Sora kembali menutup mulutnya, lalu mengalihkan pandangannya dari makhluk aneh bernama Cho Kyuhyun itu. Kyuhyun menganggukkan kepalanya lagi masih sambil menatap Sora. Menyadari ada sepasang mata yang menatapnya, Kyuhyun menoleh.

 

 

“Kau lihat apa?” tanya Kyuhyun pada Sujin yang menatapnya dengan tatapan curiga.

 

 

“Kau”, jawab Sujin.

 

 

“Kenapa?”

 

 

“Kau…..tidak mengalami benturan di kepalamu pagi ini, bukan?” tanya Sujin dengan nada sarkastik.

 

 

“Jangan bicara hal bodoh, Kim Sujin…” jawab Kyuhyun.

 

 

“Ani….. Kau tahu kau sangat aneh pagi ini, Cho Kyuhyun-ssi?”

 

 

“Mwol??? Apa yang aneh dariku? Apa? Apa?” tanya Kyuhyun dengan nada mengesalkannya. “Jangan berpikir yang bukan-bukan dan cepat masuk ke kelas. Udara masih cukup dingin. Aku duluan…”, kata Kyuhyun sambil berjalan menjauh dari Sora dan Sujin.

 

 

“Michin nom…” umpat Sujin menanggapi tingkah Kyuhyun yang sudah menghilang dibalik tembok. Sora tertawa kecil mendengar umpatan sahabatnya itu

 

 

“Teman-teman!” seru Sooyoung mengagetkan Sora dan Sujin.

 

 

“Aish… gadis gila ini. Kalian berdua ingin membuat kerja jantungku memburuk, eo?!?” seru Sujin kesal.

 

 

“Ada apa denganmu? Aku baru saja datang, kenapa kau memarahiku? Kau masih belum terbiasa dengan kebiasaanku mengagetkanmu?” tanya Sooyoung dengan cengiran jahil khasnya. “Kau juga melakukannya, Sora-ya? Tidak biasanya…”

 

 

“Nan aniya… Cho Kyuhyun”, jawab Sora.

 

 

“Cho Kyuhyun? Apa yang dia lakukan pada Sujin?” tanya Sooyoung.

 

 

“Bocah itu tadi me…..”

 

 

“Ya, ya, ayo kita masuk ke kelas. Tiba-tiba kaki ku terasa lemas”, kata Sora memotong ucapan Sujin.

 

 

Sujin pun melupakan apa yang ingin ia katakan dan berubah khawatir setelah mendengar ucapan Sora. Sooyoung dan Sujin langsung menggandeng lengan Sora, lalu berjalan bersama menuju kelas mereka. Sora kembali berdeham menyembunyikan kecemasannya.

 

 

“Dimana Seohyun?” tanya Sora ditengah perjalanan mereka menuju kelas.

 

 

“Molla. Tadi dia bersama ku. Aku mengajaknya untuk mengagetkan kalian berdua. Tapi dia menolak, mengatakan ingin membeli sesuatu di kantin. Biarkan saja…”

 

 

“Dia tidak sedang menghindariku, kan?” tanya Sora.

 

 

“Apa maksdumu, Sora-ya? Kenapa Seohyun harus menghindarimu? Jangan menduga yang bukan-bukan”, jawab Sujin.

 

 

“Ani… Selama seminggu ini aku merasa dia sedang menghindariku”, sambung Sora.

 

 

“Dan alasanmu berpikir begitu adalah?” tanya Sooyoung.

 

 

“Dia tidak menghubungiku. Dia juga tidak menjengukku di rumah sakit”, jawab Sora.

 

 

“Mungkin Seohyun hanya tidak sempat. Akhir-akhir ini dia disibukkan dengan lomba sains yang akan diadakan bulan depan”, kata Sujin meyakinkan Sora.

 

 

“Tapi dia juga tidak mengangkat panggilan teleponku, Sujin-ah. Tidak juga membalas pager ku, walau aku sudah mengirimkannya berkali-kali”, kata Sora.

 

 

“Sudahlah, Kim Sora… Kau tidak perlu terlalu memikirkannya. Lagipula dia tidak memiliki alasan apapun untuk menghindarimu. Dia tidak mungkin melakukan itu. Arasseo?” kata Sooyoung.

 

 

“Eung… Arasseo”, kata Sora setuju pada Sooyoung.

 

 

‘Dia punya alasan itu. Pasti karena alasan itu’, kata Sora dalam hatinya. Sora berusaha meyakinkan dirinya dengan perkataan yang diucapkan Sujin dan Sooyoung. Namun Sora tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Sora mengetahui satu hal yang tidak diketahui oleh Sujin dan Sooyoung. Seohyun menyukai Kyuhyun. Dan kejadian seminggu yang lalu di hari ulang tahun Kyuhyun, tentu bukan kejadian yang diinginkan Seohyun. Seharusnya Seohyun bisa menyatakan perasaannya secara langsung pada Kyuhyun, seperti yang dikatakan Seohyun padanya saat di Apgujeong. Sora pun menduga-duga dalam pikirannya, apakah Seohyun bahkan sempat memberikan hadiah yang telah dibelinya pada Kyuhyun. Namun semakin Sora memikirkan apa yang terjadi pada Seohyun setelah hari itu, Sora justru semakin yakin bahwa Seohyun sedang menghindarinya, bahkan berusaha menjauhinya.

 

 

 

 

###############

 

 

 

 

Satu minggu lainnya telah berlalu. Sikap Seohyun pada Sora semakin membuat Sora bingung. Disaat mereka berkumpul dengan teman-teman lainnya, Seohyun bersikap seperti biasa. Berusaha sebisa mungkin untuk tidak terjebak dalam perbincangan langsung dengan Sora. Lalu ketika tiba saatnya mereka hanya ditinggalkan berdua saja, Seohyun bungkam. Ia tidak bicara satu katapun pada Sora. Bahkan ia menghindari bertatapan dengan Sora. Suatu pagi saat Sora tiba di sekolah, Sooyoung dan Sujin belum ada di kelas. Hanya ada Seohyun yang sedang duduk membaca bukunya. Di detik yang sama saat Sora duduk di bangkunya, Seohyun yang duduk tepat di depannya beranjak pergi menghampiri kelompok siswi lain dikelas itu. Begitu pula saat Sooyoung dan Sujin tidak ada dikelas di jam istirahat karena harus melakukan meeting mendadak dengan club menari mereka, Seohyun bersikap seolah Sora tidak ada disana. Ia lebih memilih berkumpul dengan sekelompok siswi yang sedang membicarakan grup idola yang notabene tidak pernah menjadi daya tarik bagi Seohyun.

 

 

Dan hari ini, saat Sujin tidak masuk ke sekolah karena sakit, lalu Sooyoung pergi ke ruang guru bersama Changmin, lagi-lagi Seohyun meninggalkannya seorang diri dan memilih bergabung dengan siswi lain diujung kelas. Sora menyerah. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Belum. Sora belum mendapatkan ide apapun untuk menghadapi Seohyun. Sekian kalinya Sora hanya bisa melipat tangannya diatas meja, lalu menumpukan dahinya disana dan menutup matanya. Sora menghela napas panjang dan berat. Ia sangat benci menghadapi situasi seperti ini. Beberapa saat berselang, suasana kelas berubah ramai dengan suara berbisik disekitarnya. Sora kembali menghela napasnya, tidak tertarik dengan apa yang sedang terjadi di kelas itu.

 

 

“Kim Sora, gwaenchanha?” tanya sebuah suara berat pada Sora.

 

 

Cho Kyuhyun. Sora sontak membuka matanya. Inilah satu alasan yang menjadi dugaan Sora sebagai penyebab Seohyun menjauhinya. Sora akan membuktikan dugaannya hari ini. Jika terbukti seperti dugaannya, maka ia harus bicara pada Seohyun mengenai kesalahpahamannya.

 

 

“Ya, Kim Sora, kau sakit?” tanya seseorang yang lain saat Sora tidak juga mengangkat kepalanya. Lee Hyukjae.

 

 

Sora pun mengangkat kepalanya dan duduk tegak. Kyuhyun datang bersama Hyukjae menghampiri Sora di kelasnya. Hyukjae menatap Sora sambil duduk di tempat Seohyun, sementara Kyuhyun berdiri menyandar di meja samping kanan Sora. Keduanya menatap Sora, menunggu jawabannya.

 

 

“Aniya… aku baik-baik saja”, jawab Sora akhirnya. “Apa yang kalian berdua lakukan disini?” tanya Sora.

 

 

“Akupun tidak tahu apa yang aku lakukan disini. Hari ini Sujin tidak masuk karena sakit. Aku tidak mempunyai alasan apapun untuk datang ke kelas ini”, jawab Hyukjae dengan nada frustrasi nya.

 

 

Sora tertawa kecil melihat ekspresi Hyukjae. “Lalu kenapa kau datang kesini, Lee Hyukjae?” tanya Sora.

 

 

“Bocah gila ini yang mengajakku kesini untuk bertemu denganmu!” kata Hyukjae kesal. “Aish… padahal dia bisa datang sendiri…” lanjut Hyukjae berbisik.

 

 

“Ya, tadi kau mengatakan kau mengkhawatirkan Kim Sora karena pagi tadi wajahnya pucat, imma! Kenapa sekarang kau jadi menyalahkanku?” kata Kyuhyun keberatan karena disalahkan.

(imma = buddy/hey/kid)

 

 

“Ani… Aku tadi mengatakan ‘sepertinya wajah Sora pucat’, imma. Aku hanya menduga. Aish… Kau ini benar-benar… Saraf motorik mu benar-benar tertarik lebih cepat jika mendengar nama Kim Sora. Membuatku kesal…” jawab Hyukjae.

 

 

“Sudah. Sudah. Jangan berkelahi di kelas orang lain. Kalian membuat keributan saja. Pergilah. Lakukan hal lain selain mengganggu ku”, kata Sora.

 

 

“Tapi, Kim Sora, kau benar-benar baik-baik saja, bukan?” tanya Hyukjae yang membuat Kyuhyun sontak menatapnya. “Beberapa hari ini saat aku melewati kelasmu aku selalu melihatmu sedang menundukkan kepala seperti yang kau lakukan tadi”.

 

 

Belum sempat Sora menjawab pertanyaan Hyukjae, Kyuhyun melakukan hal yang pernah ia lakukan pada Sora. Kyuhyun menyentuhkan tangannya di kening Sora untuk memeriksa suhu tubuh Sora. Kali ini sentuhan Kyuhyun tidak memberikan efek terlalu besar bagi Sora. Namun mata Sora menunjukkan perubahan besar yang cukup jelas. Sora melihat dengan jelas mata Seohyun yang membelalak melihat tindakan Kyuhyun. Raut wajah tanpa ekspresi Seohyun pun menunjukkan kemarahan yang baru pertama kali Sora lihat.

 

 

“Hmm… Aneh. Apakah memang tubuhmu yang hangat, atau tanganku yang dingin?” tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri.

 

 

Pertanyaan Kyuhyun menyadarkan Sora dari tatapannya pada Seohyun. Tiba-tiba kerja otak Sora melambat. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya pada situasi seperti ini. Sora tidak pernah dihadapkan pada situasi ini. Tanpa berpikir panjang, Sora menepuk tangan Kyuhyun dengan cukup keras.

 

 

“Aakkhhh!!!” Sora menjerit kesakitan.

 

 

Hyukjae dan Kyuhyun tertawa bersamaan. Tentu saja Sora akan merasakan sakit. Sora menepuk tangan Kyuhyun yang berada di keningnya. Kening Sora pun otomatis akan merasakan tepukan yang tidak bisa dibilang ringan itu. Kyuhyun menarik tangannya kembali, memegangi perutnya yang mulai sakit karena tidak berhenti tertawa. Sementara Sora menutup mata dengan tangan kirinya karena merasakan sakit dan juga malu. Tawa Kyuhyun mereda. Kembali, Kyuhyun menyentuhkan tangannya di kening Sora. Kali ini Kyuhyun mengusap-usap kening Sora perlahan, seolah mencoba mengurangi rasa sakit yang dirasakan Sora.

 

 

“Sakit?” tanya Kyuhyun dibalik tawanya yang sudah mereda.

 

 

“Tentu saja aish…” jawab Sora dengan suara merengek nya.

 

 

“Kau bodoh, Kim Sora?” ledek Hyukjae masih dengan tawa terbahaknya.

 

 

“Apa yang kau lakukan?” tanya Kyuhyun sambil tetap mengusap lembut kening Sora. “Kalau kau ingin memukul tanganku, pukul tangan yang lain, babo-ya.”

 

 

“Singkirkan tanganmu”, kata Sora sambil menepis tangan Kyuhyun dikeningnya, menggantikannya dengan tangannya sendiri.

 

 

Kyuhyun bergerak berganti posisi. Ia menarik kursi, mendekatkannya pada Sora dan duduk disana. “Benar-benar sakit?” tanya Kyuhyun.

 

 

“Diamlah. Kau membuatnya terasa lebih sakit”, jawab Sora.

 

 

Kyuhyun kembali tertawa mendengar jawaban Sora. “Coba aku lihat…” kata Kyuhyun sambil mengambil tangan Sora yang berada di kening lalu tetap menggenggamnya di pangkuan Sora dengan tangan kirinya. Kyuhyun menyentuhkan tangan kanannya di pelipis kiri Sora, lalu mengusap kening Sora dengan ibu jari kanannya. “Masih terasa sakit?” tanya Kyuhyun.

 

 

“Eumm…” gumam Sora membenarkan. “Hhh… Rasanya sampai ke ubun-ubun”.

 

 

“Gwaenchanha… Gwaenchanha… Mau aku ambilkan es untuk mengompresnya?” tanya Kyuhyun lagi.

 

 

“Tidak perlu. Nanti akan hilang dengan sendirinya”, jawab Sora.

 

 

“Ya, ya, geumanhae… Apa yang kalian lakukan di kelas seperti ini? Kalian ingin aku bertambah frustrasi melihat kalian bermesraan disaat Sujin-ku sedang tidak masuk hari ini?” tanya Hyukjae kesal namun masih dengan tawa sudah mulai mereda.

 

 

“Sikkeureo aish!!! (Diamlah!!!)” seru Sora kesal pada Hyukjae.

 

 

Ah benar! Aku lupa! Seohyun-i!’, kata Sora dalam pikirannya saat mengingat tentang Seohyun. Rasa sakit di keningnya dan perlakuan Kyuhyun membuatnya lupa pada permasalahan yang harus ia selesaikan. Sora pun menolehkan kepalanya ke seluruh penjuru kelas. Namun Seohyun tidak ada dimanapun. Sora hanya bisa melihat beberapa siswi perempuan di kelas itu yang sedang menatap iri (cenderung marah ingin membunuh) menyaksikan sikap lembut Kyuhyun pada Sora. Di detik berikutnya kening Sora kembali berdenyut, membuat Sora mengabaikan tatapan menakutkan disekitarnya.

 

 

 

 

Sepulang sekolah…

 

Sooyoung menghilang tepat setelah bel pulang sekolah berbunyi. Hari itu Sooyoung harus bergegas mempersiapkan kostum yang akan digunakannya pada pertandingan basket antar sekolah besok. Keadaan kelas pun menjadi kosong lebih cepat dari biasanya. Seluruh siswa kelas itu bergegas keluar dari kelas. Akhirnya hanya ada Seohyun dan Sora lah disana. Sora tidak bisa berkonsentrasi selama beberapa jam pelajaran. Setelah kejadian siang tadi, Seohyun baru kembali ke kelas saat bel masuk berbunyi. Ia kembali dengan wajah yang murung dan mata yang sembap. Sepanjang sisa jam pelajaran, keheningan menyelimuti tiga bersahabat itu. Sooyoung yang notabene memiliki sikap sedikit apatis dengan keadaan sekitarnya tentu saja tidak akan menyusahkan dirinya menanyakan keadaan Seohyun. Sementara Sora yang sudah yakin mengetahui alasan sikap Seohyun padanya selama ini memilih diam dan berpikir. Sora memutuskan untuk membicarakannya dan menjelaskannya pada Seohyun.

 

 

“Seohyun-ah, bisa kita bicara?” tanya Sora akhirnya.

 

 

“Bicaralah…” jawab Seohyun singkat dengan sikap yang dingin.

 

 

“Bisakah kita bicara di tempat lain? Atap sekolah?” tanya Sora lagi yang dibalas dengan anggukan oleh Seohyun.

 

 

 

 

 

Di Atap Sekolah

 

Seohyun melipat kedua tangannya di dada sambil memandang jauh ke depan tanpa menatap Sora yang ada dibelakangnya. Keberanian Sora belum terkumpul bahkan sampai di menit ketujuh mereka ada disana. Sora menimbang beberapa pertanyaan di kepalanya. Ia khawatir Seohyun akan lebih salah mengerti padanya. Akhirnya Seohyun tidak bisa lagi menunggu. Ia berbalik menghadap ke arah Sora.

 

 

“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Seohyun dingin.

 

 

“Kau marah padaku?” tanya Sora hati-hati. “Ini sudah dua minggu sejak aku menyadari kau tidak lagi bicara padaku”.

 

 

“Kenapa aku harus melakukan itu?” tanya Seohyun.

 

 

“Aku tidak mengerti maksudmu…”

 

 

“Kenapa aku harus bicara padamu?”

 

 

“Apa? Seohyun-ah, jika ini tentang Kyuhun, maka ak…..”

 

 

“Ini memang tentang Cho Kyuhyun, Kim Sora. Kenapa kau melakukan itu padaku?” tanya Seohyun.

 

 

“Apa yang aku lakukan?” tanya Sora bingung.

 

 

“Kau bertanya karena tidak tahu? Jangan berpura-pura bodoh, Kim Sora. Kau tahu aku menyukai Kyuhyun. Kau sangat tahu itu. Tapi kenapa semua hal menjadi seperti ini? Kenapa kau merebut Kyuhyun?”

 

 

“Aku? Aku tidak melakukan itu, Seohyun-ah. Aku tidak mungkin melakukan itu pada sahabatku sendiri”, jawab Sora.

 

 

“Hari dimana kau jatuh pingsan dan dibawa ke rumah sakit, aku ikut bersama dengan yang lainnya sepulang sekolah untuk menjengukmu. Tapi kau tidak melihatku masuk, bukan? Kau ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya?” tanya Seohyun

 

 

 

 

 

Flashback

Hari Ulang Tahun Kyuhyun

Rumah Sakit Provinsi Khusus Seoul

 

 

 

Seohyun’s POV

 

Tepat setelah bel pulang sekolah berbunyi, aku bersama teman-teman yang lain berangkat menuju rumah sakit untuk menjenguk Sora. Sepanjang perjalanan aku dipusingkan dengan pikiranku yang terbagi menjadi dua. Aku merutuki diriku karena tidak mengetahui keadaan Sora minggu lalu. Aku terlalu terlena dengan kegiatanku sampai mengabaikan keluhan Sora yang ku dengar beberapa kali. Aku tidak pernah menyangka akan jadi seperti ini. Disaat yang bersamaan, bayangan akan kebersamaan Kyuhyun dan Sora menghantuiku. Sejak pagi Kyuhyun menemani Sora di rumah sakit. Kyuhyun terlihat sangat khawatir saat disekolah pagi ini. Dan aku membenci ekspresi itu. Ekspresi khawatir yang ia tunjukkan pada gadis lain. Aku lebih menyukai Kyuhyun yang bersikap dingin pada semua gadis. Aku lebih suka Kyuhyun yang mengabaikan semua gadis disekitarnya.

 

 

Sesampainya di rumah sakit, jantungku berdebar. Aku tidak bisa mengartikan arti debaran ini, apakah berdebar karena akan bertemu Kyuhyun, atau berdebar karena takut menghadapi kenyataan yang akan aku lihat sesaat lagi. Aku memutuskan untuk berjalan di belakang teman-temanku, menghindari adegan yang tidak ingin aku lihat. Aku tidak memiliki keberanian untuk mengangkat kepalaku dan memandang ke depan. Sampai disaat kami tiba di kamar Sora, langkahku dihentikan oleh seseorang yang berdiri tepat di depan pintu, menghalangiku.

 

 

“Bisa kita bicara?” Cho Kyuhyun. Dia bicara padaku.

 

 

“Baiklah…” kataku masih sambil menunduk.

 

 

Aku mengikuti langkahnya. Ia membawaku ke sebuah tangga darudat. Selama beberapa waktu kami hanya berdiam, tanpa satupun suara yang terdengar. Jantungku berdebar semakin cepat. Aku bisa mendengarkan helaan napas Kyuhyun yang teratur. Namun hawa disekitarku tidak terasa begitu baik. Seolah akan datang kemarahan dari laki-laki yang berdiri beberapa langkah didepanku ini.

 

 

“Kau benar-benar tidak mengetahui bahwa Sora sedang sakit?” tanya Kyuhyun dengan suara rendahnya.

 

 

“Benar. Aku tidak mengetahuinya. Itu salahku. Sora berkali-kali mencoba memberitahu aku bahwa ia kelelahan dan ingin kembali ke rumah. Tapi aku selalu membujuknya untuk bertahan dan terus berjalan. Itu salahku. Maafkan aku”, jawabku.

 

 

“Aku tidak butuh permintaan maafmu. Katakan itu pada Sora. Dan benar, itu memang kesalahanmu…” Kyuhyun menghela napas panjang. “Aku hanya menduga nya. Kau bisa membantahnya jika aku salah. Apakah kau mengajak Sora ke Apgujeong untuk membeli kado ulang tahunku?”

 

 

“Eo? B… Ba… Bagaimana kau bisa tahu? Sora memberitahukannya padamu?” aku tidak bisa mengontrol setiap kata yang keluar dari bibirku.

 

 

“Dia bahkan tidak ingin membicarakan apapun yang terjadi hari minggu lalu padaku. Suratmu. Aku menduga nya setelah mengingat surat yang kau tuliskan untukku”.

 

 

“Kau… membacanya?”

 

 

“Tentu. Bodohnya aku mengira Sora lah yang menuliskan surat itu padaku walaupun hari itu dia sudah menyangkalnya berkali-kali. Sampai aku melihat buku catatan milik Sora yang dipinjam oleh Changmin. Aku menyadari perbedaan bentuk tulisannya. Aku masih menyangkalnya dan meyakini Sora merubah gaya tulisannya. Lalu aku menemukan buku yang pernah kau berikan padaku dari Kang seonsaengnim. Kau menuliskan sebait puisi cinta di halaman 267. Hari itu aku menyadari bahwa surat itu darimu.”

 

 

“Lalu?” tanyaku ragu-ragu.

 

 

“Lalu apa? Aku membuang surat itu. Kau tahu sifatku…” jawab Kyuhyun santai.

 

 

“Kau…..sungguh-sungguh membuangnya?”

 

 

“Eo… Sejak awal aku tidak menyukaimu. Bahkan setelah kita menjadi teman aku tetap tidak menyukaimu. Wajahmu terlalu palsu bagiku, Seo Joo Hyun. Kau pikir aku tidak memperhatikanmu saat Sora pingsan pagi ini? Wajahmu bukan menunjukkan keterkejutan karena melihat Sora, tapi kau terkejut melihat sikapku. Saat aku bertanya padamu ‘apakah kau masih menyebut dirimu seorang teman bagi Sora’, kau pikir hanya karena kau tidak mengetahui keadaan Sora? Tidak. Aku benar-benar menanyakannya karena aku pikir kau bahkan tidak sepeduli itu pada Kim Sora.”

 

 

“Apa yang kau katakan? Aku memang temannya. Kami berteman sejak awal bertemu di sekolah. Bahkan sebelum aku bertemu denganmu”, bantahku.

 

 

“Tapi kau menganggapnya sebagai ancaman setelah melihat sikapku pada Sora, bukan? Lalu apa? Kau ingin membuatku menjauhinya dengan selalu membicarakan kedekatan Sora dan Changmin didepanku? Kau pikir itu akan mempengaruhiku? Kau sudah mendengarnya dari mulutku sendiri, Seo Joo Hyun. Sejak awal aku tidak menyukaimu. Akan sangat mustahil aku bisa terpengaruh olehmu”.

 

 

“Cho Kyuhyun….. Kenapa kau melakukan ini padaku?” air mata sudah membendung di pelupuk mataku. Perkataannya sangat menyakitkan hatiku. Tapi bodohnya aku tidak juga merasakan kebencian padanya.

 

 

“Aku sudah mengatakannya. Aku tidak menyukai mu, Seo Joo Hyun. Aku tidak bisa melarang Sora untuk tidak lagi menjadi temanmu. Tapi aku bisa melarangmu muncul dihadapannya saat dia sedang bersamaku. Karena aku tidak ingin melihatmu. Mengerti?” Kyuhyun menghela napasnya. “Pergilah. Aku tidak ingin lebih menyakitimu dengan membiarkanmu masuk ke ruangan Sora”, sambung Kyuhyun yang beranjak keluar dari pintu tangga darurat.

 

 

 

 

 

Flashback end…

 

 

 

 

Author’s POV

 

“Dia mengatakan itu tepat didepan wajahku, Sora-ya. Dia mengatakannya dengan sangat jelas bahwa dia tidak menyukaiku. Aku terpaku menatap kepergiannya. Lalu air mata mengalir deras di pipiku. Aku merasakan rasa sakit yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Aku pikir aku akan membencinya setelah itu. Tapi bahkan setelah dia menyakitiku dengan perkataannya, aku tidak merasakan kebencian padanya. Aku meyakini diriku bahwa semua akan baik-baik saja. Aku terus bicara pada pikiranku bahwa itulah Cho Kyuhyun. Itulah sifat Cho Kyuhyun yang aku sukai. Tapi tiba-tiba rasa benci itu muncul dalam diriku. Bukan pada Cho Kyuhyun, tapi padamu. Aku mulai menyalahkanmu atas sikap Cho Kyuhyun padaku. Kau penyebab semua kekacauan yang terjadi padaku. Aku pikir, sejak hari dimana aku meminta pertolonganmu untuk memberikan suratku pada Kyuhyun kau akan mengerti, Sora-ya. Aku menyukai seorang Cho Kyuhyun. Dan aku menginginkan dia hanya untukku…” jelas Seohyun dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

 

 

“Kau pikir aku tidak mengerti hal itu? Kau pikir aku akan tega melakukan hal yang bisa menyakiti temanku? Aku selalu berusaha menjauh darinya, Seohyun-ah. Di hari kau memintaku memberikan surat padanya, aku bersikap dingin padanya. Sejak hari itu aku tidak pernah berperilaku berlebihan padanya. Kau pernah melihatku bicara padanya untuk waktu yang lama? Aku bahkan tidak pernah bicara denganya jika kita tidak sedang berkumpul bersama yang lainnya. Apakah yang aku lakukan masih kurang untukmu? Apalagi yang harus aku lakukan untuk meyakinkanmu, Seohyun-ah?” tanya Sora.

 

 

“Tidak ada, Kim Sora. Apapun yang kau lakukan akan sia-sia. Tidak ada yang akan berubah. Kyuhyun akan tetap tidak menyukaiku dan berada di pihakmu…”

 

 

“Seohyun-ah…..”

 

 

“Di hari kau bertengkar dengan Kyuhyun untuk pertama kalinya. Dia melihat Bang Sung Joon menciummu. Kyuhyun bahkan sangat marah padamu. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, Kyuhyun meremas botol susu strawberry ditangannya. Lalu kalian bertengkar cukup hebat. Tapi dia tidak lantas menjauhimu, Sora-ya. Pandangannya tetap tertuju padamu. Bahkan rasa marahnya hari itu tidak berpengaruh padanya. Dia sudah menetapkan hatinya di hari dia membuang suratku. Ini semua salahmu, Sora-ya. Kenapa kau tidak mengatakan padanya bahwa aku lah yang menuliskan surat itu untuknya?” tanya Seohyun.

 

 

“Apa? Sekarang kau menyalahkan Sora untuk hal itu?” tanya Sooyoung yang muncul dari persembunyiannya. Ia sudah tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak ikut campur dalam pembicaraan Sora dan Seohyun. “Bukankah kau seharusnya menuliskan namamu dalam surat itu? Lalu apa yang kau lakukan? Huruf S? Kau lupa kita berempat memiliki nama yang diawali dengan huruf S? Kau tidak berpikir sejauh itu?” tanya Sooyoung dengan rasa kesal yang memuncak.

 

 

“Bagaimana kau bisa mengetahui itu?” tanya Seohyun terkejut.

 

 

“Kyuhyun mengatakannya padaku. Dia sudah menceritakan semuanya. Bahkan saat kau berusaha mengelabuhinya” jawab Sooyoung.

 

 

“Mwo?”

 

 

“Benar, bukan? Kau pernah mengelabuhinya. Kau tidak ingat? Kau menjadi amnesia setelah menyalahkan semua hal pada Sora? Kau pikir aku tidak mengetahuinya?”

 

 

“Sudah. Cukup. Jangan bertengkar. Sooyoung-ah.” kata Sora memotong ucapan Sooyoung. “Kalian tidak seharusnya bertengkar. Aku bicara dengan Seohyun untuk meluruskan masalah, bukan untuk menambahnya. Kita hentikan saja. Lupakan semuanya, eo? Bukankah kita berteman?”

 

 

“Teman? Aku tidak yakin, Sora-ya. Aku ragu apakah aku bisa terus berteman dengannya. Tapi kau benar. Kita hentikan saja. Tidak ada lagi yang bisa kita bicarakan pada gadis ini. Dia bahkan tidak pernah mendengar siapapun”, kata Sooyoung.

 

 

“Tidak seperti itu, Sooyoung-ah…” bujuk Sora.

 

 

“Ayo pergi, Kim Sora. Aku tidak akan membiarkanmu lebih lama lagi bersamanya”, kata Sooyoung sambil menarik tangan Sora untuk pergi bersamanya.

 

 

 

 

Keesokan harinya…

 

Sora berjalan menyusuri koridor sekolah menuju kelasnya. Sepanjang perjalanannya dari rumah, ia bergulat dengan pikirannya sendiri. Ia memikirkan setiap perkataan Seohyun padanya. Kyuhyun yang meminta Seohyun untuk menjauhinya. Kyuhyun bahkan mengusir Seohyun dari rumah sakit. Kyuhyun membuang surat dari Seohyun dan mengatakan pada Seohyun bahwa ia tidak menyukai Seohyun. Berbagai pertanyaan muncul di pikirannya. Kenapa Kyuhyun melakukan itu pada Seohyun? Kenapa Kyuhyun bersikap seperti itu pada Seohyun? Ky,uhyun tidak pernah bersikap seperti itu padanya, Sooyoung, dan Sujin. Lalu, kenapa Kyuhyun berada di tangga hari itu dan melihat apa yang dilakukan oleh Sung Joon? Apakah itu sumber kemarahan Kyuhyun padanya?

 

 

“Ya, Kim Sora!” seru Kyuhyun menyadarkan Sora dari lamunannya.

 

 

Kyuhyun menghampiri Sora setengah berlari. Ia berdiri dihadapan Sora sambil mengatur napasnya yang tersengal. “Aku memanggilmu sejak tadi. Kau tidak dengar?”

 

 

“Eo…” jawab Sora singkat.

 

 

“Ada apa dengan ekspresi mu? Apa ada masalah? Terjadi sesuatu? Kau sakit?” tanya Kyuhyun khawatir melihat wajah pucat Sora.

 

 

“Jangan lakukan itu”, jawab Sora.

 

 

“Apa? Apa yang jangan aku lakukan?”

 

 

“Jangan bersikap seperti itu padaku. Karena itu akan melukai orang lain”, jawab Sora lagi.

 

 

“Aku tidak mengerti maksudmu, Kim Sora. Kenapa aku melukai orang lain? Memangnya apa yang a…..” Kyuhyun menghentikan ucapannya. Seolah beberapa ingatan menghampiri otaknya, Kyuhyun mengangguk cepat, mengerti maksud perkataan Sora. “Ini tentang Seo Joo Hyun?” tanya Kyuhyun.

 

 

Sora tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun. Sora hanya memalingkan pandangannya dari Kyuhyun. Namun Kyuhyun bergerak mengikuti arah pandangan Sora.

 

 

“Benar, bukan? Ini mengenai Seo Joo Hyun? Ayolah, Kim Sora. Aku tidak ingin berdebat denganmu di pagi hari…” kata Kyuhyun.

 

 

“Tentu. Menjauh dariku. Dengan begitu kita tidak akan pernah berdebat, dan tidak akan melukai siapapun”, sambung Sora.

 

 

“Apa? Tidak. Kenapa aku harus melakukan itu? Jangan harap aku akan melakukan itu, Kim Sora”, kata Kyuhyun.

 

 

“Kalau begitu aku yang akan menjauh darimu”, kata Sora sambil berusaha beranjak meninggalkan Kyuhyun. Namun Kyuhyun menahan lengannya.

 

 

“Tidak. Tidak akan aku biarkan. Ada apa denganmu, Kim Sora? Apa yang aku lakukan itu salah? Aku tidak menyukainya sejak awal aku bertemu dengannya, apa itu hal yang salah? Apa aku tidak memiliki hak untuk itu?” tanya Kyuhyun dengan nada bicaranya yang naik satu kunci.

 

 

“Kenapa kau tidak menyukainya?” tanya Sora.

 

 

“Kenapa kau menyukainya?” Kyuhyun balas bertanya pada Sora.

 

 

“Banyak alasan untuk menyukainya. Salah satunya adalah dia seorang gadis yang baik”.

 

 

“Di mataku dia gadis yang bertopeng. Semua hal yang ia tunjukkan palsu”, kata Kyuhyun.

 

 

“Dia tidak begitu, Cho Kyuhyun”, bantah Sora.

 

 

“Benarkah? Apakah kau tahu bahwa hari itu seharusnya kau menemuiku di tangga, bukan Bang Sung Joon? Aku yang meminta Bae Joo Hyun memanggilmu di kantin untuk menemuiku, Kim Sora”.

 

 

“Apa?”

 

 

“Aku meminta Bae Joo Hyun untuk memanggilmu ke tangga agar menjauh dari yang lainnya. Setelah kau pergi dari kantin, aku diam-diam membeli susu strawberry kesukaanmu, berharap Sooyoung, Sujin, dan Changmin tidak melihatku. Aku segera bergegas ke tangga karena khawatir kau akan menungguku terlalu lama. Tapi apa yang aku lihat? Bocah itu menciummu. Kau tahu bagaimana Bang Sung Joon bisa berada disana? Karena Seohyun lah yang memberitahu dia. Seohyun tidak ingin aku bicara denganmu…”

 

 

“Bukankah itu hal yang wajar dilakukan oleh seorang gadis yang menyukai seorang laki-laki?” tanya Sora.

 

 

“Dengan membiarkan temannya berhasil dijadikan bahan taruhan maksudmu?”

 

 

“Apa yang kau katakan, Cho Kyuhyun?”

 

 

“Kau pikir Bang Sung Joon benar-benar menyukaimu? Tidak, Kim Sora. Dia dan teman-temannya menjadikanmu bahan taruhan. Dari kalian berempat kau lah yang paling sulit didekati dan diajak bicara. Mereka bertaruh untuk siapapun yang bisa berkenalan dan mengajak mu bicara. Tapi Bang Sung Joon bertaruh dia bisa menciummu. Dan Seohyun mengetahui hal itu. Seohyun menawarkan diri untuk membantunya mendekatimu. Karena dia berpikir Bang Sung Joon akan bisa mendapatkan hatimu, lalu kau akan berkencan dengannya, dan akhirnya dia bisa menyingkirkan satu-satunya penghalang baginya”.

 

 

“Kau…..bercanda, Cho Kyuhyun?” tanya Sora terbata.

 

 

“Kau pikir ini adalah hal yang lucu untuk dijadikan lelucon?!?” tanya Kyuhyun dengan nada kesalnya.

 

 

“Bagaimana bisa….. bagaimana bisa dia melakukan ini padaku?”

 

 

“Itulah yang dilakukan gadis yang kau anggap temanmu untuk mendapatkan laki-laki yang dia sukai, Kim Sora. Tapi bahkan disaat dia mengetahui kau tidak akan melakukan hal buruk padanya, dia tetap melakukan itu padamu, Kim Sora. Dia mengetahui bahwa aku hanya menyukaimu”.

 

 

“Hentikan. Berhenti disitu, Cho Kyuhyun. Jangan katakan itu”.

 

 

“Apa? Kenapa aku tidak boleh mengatakannya? Aku memang menyukaimu. Hari itu akulah yang seharusnya menyatakan perasaanku padamu”, jelas Kyuhyun.

 

 

“Tidak. Jangan katakan itu lagi. Aku tidak ingin menyakiti siapapun lagi”, kata Sora.

 

 

“Bahkan setelah dia menyakitimu? Jangan bodoh, Kim Sora.”

 

 

“Jika aku juga menyakitinya, lalu apa yang membuatku berbeda darinya? Aku memang tidak menyukai sikapnya, Cho Kyuhyun. Tapi dia memiliki alasan dibalik semua tindakannya. Aku memang tidak mengatakan aku akan memaafkannya. Tapi haruskah aku juga menyakitinya seperti dia menyakitiku? Tidak, Cho Kyuhyun. Aku tidak ingin melakukan itu. Jadi memang lebih baik kau menjauh dariku”, kata Sora.

 

 

Sora kali ini benar-benar beranjak pergi meninggalkan Kyuhyun di koridor lantai satu sekolah. Ia berlari kecil semakin menjauh. Sora tidak tahu apa yang harus ia lakukan setelahnya. Ia bahkan tidak bisa mengungkapkan amarahnya pada Seohyun saat bertemu dengannya di kelas. Sora hanya terdiam dengan wajah yang merah padam. Ia berpikir, berpikir, dan terus berpikir. Sora berusaha menemukan cara untuk mengatasi keresahan hatinya. Namun semakin ia berpikir, ia justru semakin merasakan rasa sakit karena tindakan yang dilakukan Seohyun padanya.

 

 

“Sora-ya, apakah terjadi sesuatu? Kau terlihat berbeda hari ini”, tanya Sujin.

 

 

“Aku tidak tahu dia akan melakukan itu padaku”, jawab Sora.

 

 

“Aku pun tidak mengetahuinya”, sambung Sooyoung.

 

 

“Apa yang kalian bicarakan? Aku tidak mengerti…” kata Sujin.

 

 

 

 

 

April 2015

Bon Appetite Restaurant

 

“Teman-teman!!!” seru seorang wanita yang baru saja datang.

 

 

Mereka serentak menoleh ke sumber suara. Kim Sujin, professor teknik informatika salah satu perguruan tinggi ternama, akhirnya tiba di tempat para sahabatnya berkumpul. Ia berlari kecil menghampiri meja sahabat-sahabatnya.

 

 

“Ya! Ya! Ya! Jangan berlari. Kau harus berhati-hati, Professor Kim!” seru Changmin.

 

 

“Ough… Aku kesini bukan untuk mendengar kuliah darimu, Dokter Shim”, kata Sujin yang sudah tiba di meja mereka. Sora tersenyum mendengar perkataan Sujin.

 

 

“Ya, Kim Sujin! Changmin berkata benar. Ingatlah bayi yang ada dalam perutmu. Kau harus berhati-hati”, sambung Sooyoung.

 

 

“Arasseo arasseo… Aku akan berhati-hati, Shim Changmin-ssi, Choi Sooyoung-ssi. Ah geunde, dimana Cho Kyuhyun?” tanya Sujin.

 

 

“Ya!!! Suami mu ada disini kau justru mencari Cho Kyuhyun?” tanya Hyukjae dengan nada cemburu.

 

 

“Lalu siapa yang harus aku cari, eo? Sooyoung, Sora, hingga si sibuk Changmin ada disini. Kau? Aku bertemu denganmu sepanjang hari, kenapa aku harus mencarimu? Amteun, dimana Cho Kyuhyun?” tanya Sujin dengan nada memaksa.

 

 

“Dia masih di SBC, akan segera menuju kesini”, jawab Sooyoung. “Kenapa kau sangat ingin menemuinya, Sujin-ah? Kyuhyun melakukan hal buruk padamu?”

 

 

“Tidak. Hanya saja, aku rasa aku mengidam. Sejak pagi aku ingin melihat wajah sombong Cho Kyuhyun”, jawab Sujin.

 

 

“Aku sarankan supaya kau jangan melakukan itu, Sujin-ah. Akan berakibat buruk pada janinmu”, sambung Sora sarkastik diikuti dengan tawa dari yang lainnya.

 

 

“Apa yang berakibat buruk pada janinnya?” tanya Kyuhyun yang baru saja datang.

 

 

“Melihat wajahmu”, jawab Hyukjae.

 

 

“Ya, Kim Sora… Jika aku tahu kau menjelek-jelekkan aku disini, aku tidak akan bersedia membawakan jaketmu”, kata Kyuhyun sambil meletakkan jaket Sora di pangkuan pemiliknya.

 

 

“Dia hanya bercanda, Kyuhyun-ah. Jangan kau anggap serius perkataannya itu”, sambung Changmin.

 

 

“Ya… Kau benar-benar pengkhianat, Shim Changmin. Bagaimana bisa kau membela nya seperti itu terus? Tidak bisakah kali ini kau berpihak padaku? Kenapa kalian selalu berpihak pada Kim Sora?” tanya Kyuhyun.

 

 

“Karena Sora cantik?” tanya Sooyoung yang lebih terdengar seperti jawaban dari pertanyaan Kyuhyun.

 

 

“Mwoya???” respon Kyuhyun tidak setuju.

 

 

“Kenapa??? Kau tidak suka???” tanya Sora setelah mendengar respon Kyuhyun.

 

 

“Ya, ya, sebenarnya ada apa dengan kalian, eo? Kalian berdua bertengkar lagi?” tanya Sujin pada Kyuhyun dan Sora. “Kali ini tampaknya Sooyoung dan Changmin tidak bisa melakukan apapun. Benar kan, yeobo?” tanya Sujin pada Hyukjae.

 

 

“Kau benar, yeobo. Changmin-ah, wanita cantikmu itu tidak mengeluhkan apapun padamu? Choi Sooyoung, pelayanmu tidak membuat keributan?” tanya Hyukjae yang mengundang tawa semua orang di meja itu.

 

 

“Kalian berdua selalu…..saja bertengkar. Kalian tidak lelah? Sedikitpun tidak lelah menggunakan nada tinggi kalian untuk bicara satu sama lain? Auh… Ini yang tidak aku mengerti. Sampai hari ini bahkan aku masih heran dengan satu hal. Bagaimana dulu kalian bisa mulai berkencan, eo?” tanya Sujin.

 

 

“Ne??? Kyuhyun sunbae dan Dokter Kim pernah berkencan???” tanya Wendy dan Yeri bersamaan.

 

 

“Eumm… Mereka pernah berpacaran, lalu putus, lalu kembali berpacaran, dan putus, berpacaran, putus…” jelas Sujin.

 

 

“Ya, ya, mereka hanya melakukan itu sekali, Kim Sujin. Kau membuatnya terdengar seolah mereka adalah remaja yang labil”, sambung Changmin.

 

 

“Inilah… Inilah yang membuat aku lebih menyukaimu daripada si jenius Cho Kyuhyun, Changmin-ah. Kau selalu membenarkan hal yang salah, membela yang benar, dan bersikap manis. Jika saja suamiku bisa belajar darimu. Begitupun dengan si bodoh Cho Kyuhyun ini. Isterimu sungguh beruntung menikahimu, Shim Changmin. Kau sudah membuang masa mudamu dengan menjadi kekasih Cho Kyuhyun, Sora-ya”, kata Sujin.

 

 

“Ya aish…..” sahut Kyuhyun yang dibalas dengan Sujin yang menjulurkan lidah padanya.

 

 

“Tapi mereka berdua terlihat sangat manis saat bersama dulu…” sambung Sooyoung.

 

 

“Aigoo… Nada cemburu apa itu, Choi Sooyoung?” tanya Hyukjae menggoda Sooyoung.

 

 

“Hhh… naega eonje???” bantah Sooyoung sambil tertawa kecil.

 

 

 

 

 

 

 

The reasons why I stay? Because, you’re pretty, you’re a good girl, and you’re a loyal friend.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

Note:

TBC disaat yang tidak tepat? Mianhaeyo…

Jadi sudah terungkap bahwa Kyuhyun lah orang yang sebenarnya ingin menyatakan perasaan nya pada Sora hari itu, dan ternyata Seohyun yang membuat Bang Sung Joon datang ke tangga itu. Epilogue! Aku mau memberikan satu penjelasan untuk kalian yang masih bingung. Di akhir part 1 diceritakan seorang gadis terkejut mendengar pembicaraan di anak tangga. Gadis itu bukanlah Seohyun, melainkan Irene (yang saat itu masih dipanggil dengan nama aslinya yaitu Bae Joo Hyun). Setelah Irene meninggalkan Sora disana untuk kembali ke kelasnya, Irene bertemu dengan Kyuhyun. Irene bingung mengapa Kyuhyun tidak berada di anak tangga untuk menemui Sora. Akhirnya Irene mengikuti Kyuhyun menuju anak tangga itu. Irene terkejut saat melihat Sung Joon mencium Sora dan ditambah dengan tindakan Kyuhyun yang meremas kuat botol susu ditangannya. Kalau masih ada yang bingung, ‘tapi bagaimana Seohyun bisa tahu kejadian di anak tangga itu?’ Jawabannya ada di kalimat Kyuhyun di ff ini. Kyuhyun mengatakan bahwa Seohyun ‘sudah’ mengetahui rencana Sung Joon sebelumnya. Begitu, readers-nim.

So, so, so, sudah ada sedikit pencerahan? Satu hal lagi yang terungkap dan otomatis membuat gugur satu kandidat. Yup! Sujin adalah isteri dari Hyukjae dan Sujin sedang mengandung anak keduanya. Berarti sekarang kemungkinannya hanya tinggal 50:50, antara Sooyoung dan Sora. Kembali ke alur cerita, terungkap satu hal lain dari hubungan Kyuhyun dan Sora. TAPI, apakah yang terjadi “Kyuhyun dan Sora hanya pernah berpacaran” atau “Kyuhyun hanya berpacaran dengan Sora”. Lalu apa arti dari nada cemburu Sooyoung? Apakah ternyata Sooyoung lah isteri dari Kyuhyun? Apa arti perkataan Sujin yang mengatakan Sora membuang masa mudanya dengan berpacaran dengan Kyuhyun? Apakah itu berarti Sora akhirnya menikah dengan Changmin? Tunggu jawabannya di part selanjutnya. Kana pamit. Annyeongigaseyo!

Advertisements

29 thoughts on “The Reason(s) Why I Stay: Number 3

  1. Ternyata itu ulah seohyun ,, jahat banget dia jadi temen ngorbanin temennya buat jadi bahan taruhan ,,ternyata cho kyuhyun selama ini mengamati gerak gerik seohyun ,,makin penasaran nih siapa istri kyuhyun uang sebenernya masih berharap sih sora orang nya

    Like

  2. Wuahhh sudah mulai terungkap siapa istrinya Kyuhyun ,mungkin bisa jadi antara Soo young dan Sora tapi bisa juga kan kalo istrinya kyuhyun tuh cewe lain di ff ni…
    Peace…

    Like

  3. Daebak ceritanya ga bisa ditebak .. Awal2 aku masih ragu antara kyuhyun dan sora , ya karna itu ceritanya penuh misteri hehehe salam kenal author-nim aku reader baru disini ✌️😊

    Like

  4. Sora bisa jadi dokter dengan kondisinya yang mudah lelah dan ga boleh gampang stress. DAEBAKKK!!!
    Ternyata cinta bisa membuat pertemanan menjadi rusak.
    Setelah baca part ini aku bilang seohyun bukan sahabat, tapi teman yang ga begitu dekat. Mian
    Aku setuju dengan pendapat kyu tentang seohyun, seohyun memakai topeng!!

    Like

  5. Syo nya nyantai aja gt ya bahas suaminya yg dulu pernah date sama shbt nya sendiri.. Oh my
    well, di masa lalu nih berasa tokoh utamanya sora.
    Dan kbnyakan dibahas part kyu sama sora.. Baper deh.. Poor syoung.. Hmmm

    Like

  6. Euuuuumm…. nah ternyata cinta pertama kyuhyun itu sora. Di part ini Sujin gugur yaaa…*bahasany aduh..* brarti kandidatny tinggal sora sm sooyoung… setelah baca part ini udah 3 kali diulang”.. udah aku putusin kalo akuu… nggak bisa nebak pasti sapa yg jd istriny kyuhyun dsini…..
    Pokokny sora atau sooyoung yg jd istriny kyuhyun ga masalah deh.. aku menikmati banget bca ff ini kok hehe…
    Tp msih berharap sooyoung sih yg jd istriny.. soalny dr awal bca ff ini udah tertarik sm interaksi mrka brdua hehee

    Like

  7. Halo author, reader baru disini 😁
    Aku baru baca part ini doang, dan.. Sedikit ngerti walaupun gak baca dari awal
    Tapi langsung bingung pas baca bagian bagian akhirnya
    Sampe baca dua kali 😂
    Dan gak ngerti jga, haha dan.. Jadi penasaran sama klanjutannya
    Samangat author-nim..

    Like

  8. Aduuh penasaran habis deh?apa mungkin changmin sama sora biar seohyun gak musuhin sora?kyuhyun sama sooyung?ditunggu next chapnya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s