The Reason(s) Why I Stay: Number 2

Category: PG-15, Romance, Chapter

 

Cast: Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Lee Hyukjae, Seohyun, Choi Sooyoung, Kim Sujin (OC), Kim Sora (OC)

 

Preface [MOHON DIBACA]:

Annyeonghaseyo. The Reason(s) Why I Stay is back. Seperti part sebelumnya, ff ini masih dengan Main Cast, yaitu Kyuhyun. Urutan penulisan nama dalam ff ini tidak ada hubungannya dengan jalan cerita. Maksudku, bukan karena nama pemeran utama wanita pertama yang ditulis adalah Seohyun, maka Seohyun lah pemeran utama nya. Bukan! Kalian masih harus menggunakan persepsi kalian masing-masing untuk menebak siapa pemeran utama wanita dalam ff ini. Alur yang digunakan dalam ff ini adalah alur maju mundur. Aku juga akan menuliskan beberapa narasi pengantar cerita yang akan diambil dari sudut pandang Kyuhyun. FF ini merupakan FF dengan kisah dan alur yang tidak mengandung teka-teki berat yang memusingkan kepala. Aku hanya menggunakan kisah dengan teka-teki sederhana. Dan, tentu saja, aku selalu mengingatkan bahwa aku juga manusia biasa yang tidak sempurna, jadi jika kalian menemukan typo dimana-mana, aku mohon dimaklumi ^^

As always, jika kalian mau memberikan personal protes, comment, kasih saran, e-mail ke kadanao21@yahoo.com or find me on twitter @kadanao21

 

 

 

 

 

 

 

 

– The Reason(s) Why I Stay –

 

 

 

 

 

 

 

 

Kyuhyun’s Naration: Selama 18 tahun awal kehidupanku, aku hanya mengetahui satu cinta, yaitu cinta dari keluarga ku. Namun seorang gadis membuatku merasakan cinta lain yang berbeda dari sebelumnya. Dia membuat senyumku mengudara begitu mudah. Dia membuatku terperosok lebih jauh dalam ketertarikan akan sosoknya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Desember 1997

Sekolah Menengah Atas Provinsi Khusus Seoul

 

Kyuhyun berdiri diujung koridor dengan wajah datar dan hawa dinginnya, menatap tajam sepanjang koridor hingga keujung lainnya. Ia pun berjalan menyusuri koridor itu, lalu berhenti tepat di tengah, menghampiri dua orang yang dikenalnya.

 

 

“O! Cho Kyuhyun… Aku pikir tadi aku melihatmu dikantin. Kau sudah selesai makan?”, tanya Sujin.

 

 

“Ya, Kim Sujin, aku beritahu sesuatu. Selama dua tahun seorang Cho Kyuhyun menjadi siswa di sekolah ini, hanya 3 sampai 5 kali dalam setahun dia terlihat di kantin. Dan tahun ini kuota itu sudah habis. Anak itu lebih suka menghabiskan waktunya di perpustakaan untuk tidur. Ch… walaupun begitu dia tetap menjadi siswa terpintar di sekolah ini…” sambung Hyukjae.

 

 

“Apa yang kalian lakukan disini berdua saja?” tanya Kyuhyun akhirnya.

 

 

“Tidak ada. Changmin dan Sooyoung hanya sedang menghadap Jung seonsaengnim, Kim Sora sedang menemui seorang laki-laki yang menyatakan cinta padanya yang aku yakini adalah Bang Sung Joon dan aku bertemu dengan Hyukjae disini. Wae? Kenapa kau bertanya?” tanya Sujin.

 

 

“Tidak apa-apa”, jawab Kyuhyun singkat.

 

 

“Wajahmu berkata sebaliknya… Ani, mwo… Wajahmu tetap sedingin es seperti biasanya. Tapi kali ini seperti es yang baru datang dari kutub utara” kata Hyukjae.

 

 

“Eo… Kau tidak bisa membohongi kami dengan ekspresimu, Cho Kyuhyun. Wae? Kau cemburu?” tanya Sujin lagi.

 

 

“Aniya… Geunyang…” jawab Kyuhyun dengan kata-kata yang ambigu.

 

 

“Sudahlah. Jangan tanya dia lagi, Sujin-ah. Karena jika kau melakukannya, anak itu akan memarahimu. Dia sangat benci ditanyai pertanyaan yang sama berkali-kali”, kata Hyukjae menjelaskan. “Geunde, aku perhatikan semakin hari Sora dan Changmin menjadi semakin dekat. Mwoya… Padahal sebelumnya dia hanya bisa mengagumi Sora dari jauh. Cepat sekali kenaikan pangkatnya”.

 

 

“Kau tidak sadar dengan dirimu sendiri? Lihatlah dirimu! Kau dan Sujin juga melakukan hal yang sama…” kata Kyuhyun.

 

 

“Ya, Cho Kyuhyun! Kau juga dengan Sooyoung. Bahkan kalian begitu dekat sampai membuat kami merinding. Dan kalian masih mengatakan bahwa kalian akan tetap berteman? Sudahlah Cho Kyuhyun… Kalian lebih baik berpacaran. Setidaknya itu bisa mengurangi merinding ditubuhku…” sambung Sujin.

 

 

“Aish… Kim Sujin!” seru Hyukjae. “Kau ini benar-benar keterlaluan. Ternyata kerja otakmu dengan Cho Kyuhyun sama-sama tidak berfungsi dengan baik dalam hal seperti ini. Tidakkah terlintas sedikitpun di pikiranmu? Choi Sooyoung aniya… Bukan!”

 

 

“Lalu, siapa?” tanya Sujin. Kyuhyun hanya menolehkan wajahnya ke arah lain.

 

 

“Kau benar-benar tidak tahu? Sejak tadi kau tidak memperhatikan perubahan wajahnya? Hhh… Aku menyerah. Hal seperti ini memang tidak bisa masuk ke otak pintar kalian dengan mudah…” kata Hyukjae.

 

 

“O! Sora-da! Kim Sora!” panggil Sujin. Sora pun menoleh, tersenyum tipis dan menghampiri mereka.

 

 

“Bagaimana? Siapa yang menemui mu? Siapa? Siapa?” tanya Sujin excited.

 

 

“Benar Bang Sung Joon?” tanya Hyukjae.

 

 

“Eo…” jawab Sora mengiyakan.

 

 

“Aaaaa!!!! Sudah ku duga. Sora-ya, kau sangat beruntung. Kau tahu berapa banyak gadis yang mengejar Bang Sung Joon di sekolah ini? Sangat banyak. Dia sangat keren dan tampan. Terlebih saat dia menembakkan bola ke ring. Tubuhnya yang tinggi sungguh mempesona banyak gadis. Benar-benar tubuh model. Dengan banyaknya gadis disekitarnya, Bang Sung Joon ternyata memilihmu. Beruntungnya Kim Sora…..” kata Sujin berdecak iri.

 

 

“Kau menerima perasaannya? Kalian berkencan?” tanya Hyukjae hati-hati.

 

 

“Ani… Aku menolaknya”, jawab Sora singkat.

 

 

“Wae??? Kim Sora, wae??? Kenapa kau menolaknya?” tanya Sujin.

 

 

“Geunyang… Aku tidak menyukainya”, jawab Sora lagi.

 

 

“Tapi kau kan sedang tidak menyukai siapapun. Kau bisa menerimanya dan belajar menyukainya, bukan?” tanya Sujin lagi.

 

 

“Tidak bisa…….. Karena aku menyukai orang lain”, jawab Sora lagi, yang membuat Sujin, Hyukjae dan Kyuhyun menoleh padanya dengan tatapan terkejut.

 

 

“Nugu? (Siapa?)” tanya Sujin.

 

 

“Geunyang… Seseorang…” jawab Sora.

 

 

“Itu hanya alasannya untuk menolak semua siswa laki-laki yang menyukainya…” sambung Kyuhyun dengan nada sinis.

 

 

“Hhh… Kau membicarakan dirimu sendiri?” tanya Sora dengan nada tidak kalah sinis.

 

 

“Sejak awal aku sudah memberikan tanda pada mereka bahwa aku tidak tertarik pada mereka. Bukan kesalahanku jika mereka masih saja berusaha mendekatiku. Sedangkan kau, bersikap sangat baik dibalik ekspresi dinginmu, membuat banyak siswa laki-laki penasaran padamu dan mencari tahu tentangmu, saat mereka sudah benar-benar tertarik, kau menolak mereka begitu saja…” kata Kyuhyun lagi.

 

 

“Jangan bicara seolah kau tahu tentang aku, Cho Kyuhyun”, Sora menanggapi dengan sisa kesabaran yang ia punya.

 

 

“Kenapa? Aku salah? Itulah yang sebenarnya, Kim Sora. Kau yang tidak tahu tentang dirimu sendiri. Jika kau tidak ingin melakukan itu, sesuaikanlah sikapmu dengan ekspresi yang kau tunjukkan. Berhenti membuat orang lain tertarik jika hanya untuk kau tolak kemudian. Menyedihkan…”

 

 

“Apa? Kau bilang menyedihkan?!?”

 

 

“Benar. Mereka menyedihkan. Karena tertarik pada gadis sepertimu”.

 

 

“Ya, ya, ya, ada apa ini???” tanya Sooyoung yang datang menghampiri mereka bersama Changmin dibelakangnya.

 

 

“Kalian bertengkar? Ada apa? Kalian tidak pernah bertengkar sebelumnya…” Changmin ikut bertanya.

 

 

Tidak ada yang menjawab pertanyaan Sooyoung dan Changmin. Hyukjae dan Sujin hanya diam dan mengalihkan pandangan mereka ke tempat lain karena mereka berdua pun tidak benar-benar mengerti apa yang terjadi. Kyuhyun dan Sora masih saling memandang dengan tatapann marah di mata keduanya. Napas mereka berat dan memburu. Seperti yang dikatakan Changmin, diantara mereka, Kyuhyun dan Sora tidak pernah terlibat perdebatan satu sama lain. Pembicaraan keduanya selalu dalam kondisi tenang tanpa penekanan nada dan emosi yang membuncah. Jika sudah ada tanda akan adanya perdebatan pun, salah satu diantara mereka secara otomatis akan mengalah dan kembali menetralkan suasana. Tapi kali ini, perdebatan diantara mereka bahkan lebih besar dari perdebatan lain yang pernah ada dalam kelompok mereka. Perdebatan yang dapat diperkirakan tidak akan mudah diselesaikan. Perdebatan yang akan membuat jarak diantara keduanya.

 

 

“Jadi, maksudmu, itu semua kesalahanku?” tanya Sora akhirnya pada Kyuhyun.

 

 

“Tentu saja. Tidak ada pihak lain yang bisa disalahkan”, jawab Kyuhyun.

 

 

“Sekarang aku mengerti apa yang dikatakan Hyukjae. Otak cerdas mu itu tidak pernah bisa mencerna apapun mengenai hal ini. Aku katakan padamu, tidak ada yang pernah bisa mengontrol rasa suka pada orang lain. Bahkan si pemilik perasaan itu sendiri. Aku tidak meminta mereka menyukai ku, Cho Kyuhyun. Aku juga tidak pernah meminta teman-temanku untuk menyukaiku. Dan aku, tidak pernah, tidak pernah sekalipun, memintamu untuk menyukaiku. Jika kau tidak menyukaiku, aku akan bersyukur. Karena otak cerdas mu itu tidak akan mengumpat perasaan mu dengan kata ‘menyedihkan’ karena menyukai gadis sepertiku…” kata Sora yang beranjak pergi meninggalkan teman-temannya dengan rasa kesal yang memuncak dalam dirinya.

 

 

“Sora-ya! Kau mau kemana? Sora-ya! Kim Sora!” seru Sooyoung memanggil Sora yang tidak menggubris panggilannya.

 

 

“Aku akan menyusulnya. Kau tidak usah khawatir”, kata Changmin pada Sooyoung. “Jangan lakukan hal itu lagi, Cho Kyuhyun. Kau menyakitinya. Aku tahu kau tidak bermaksud begitu…” kata Changmin lagi, lalu beranjak pergi mengejar Sora.

 

 

 

“Cho Kyuhyun, ada apa denganmu? Aku benar-benar tidak mengerti denganmu. Apa yang membuatmu seperti ini?” tanya Sooyoung.

 

 

“Aku juga tidak mengerti. Kenapa kau jadi semarah ini? Bukankah sejak awal kau sudah mengetahuinya?” tanya Hyukjae juga pada Kyuhyun.

 

 

“Mengetahui apa? Apa yang sedang kalian bicarakan? Tolong, jangan buat ini semakin rumit dengan kebingunganku…” sambung Sujin yang tidak mengerti dengan pembicaraan Sooyoung dan Hyukjae.

 

 

 

“Sungjoon bukan hanya menyatakan cintanya pada Sora…” sambung Seohyun yang datang menghampiri mereka setelah menyimak perdebatan antara Kyuhyun dan Sora.

 

 

“Bang Sungjoon???” tanya Sooyoung terkejut dengan apa yang ia dengar. Seohyun, Sujin dan Hyukjae menoleh menatap Sooyoung curiga setelah melihat reaksinya. “K…K…Kau bilang dia tidak hanya menyatakan cintanya pada Sora. Lalu?” tanya Sooyoung pada Seohyun dengan terbata.

 

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya, tidak tertarik dengan pembicaraan yang akan dimulai dengan pengungkapan kenyataan yang terjadi oleh Seohyun. Kyuhyun pun melangkahkan kakinya bermaksud meninggalkan teman-temannya saat Seohyun mulai mengatakan kejadian yang sudah terjadi.

 

 

“Sungjoon mencium Sora…” kata Seohyun pelan.

 

 

“MWO?!?” seru Sooyoung, Sujin dan Hyukjae bersamaan.

 

 

 

 

 

Taman Belakang Sekolah

 

Sora duduk di sebuah bangku taman yang menghadap ke kolam kecil dengan beberapa ikan yang berenang mengitari kolam. Ia memandang ke arah dua kura-kura kecil yang sedang bermain bersama disebuah batu di tengah kolam. Keduanya berjalan pelan di batu itu, saling menunggu dan memperhatikan satu sama lain dengan tenang. Mereka berkomunikasi dalam diam dengan tatapan mereka, seolah mengerti apa yang dibutuhkan yang lainnya. Sora menghela napas panjang, menyandarkan kepalanya menengadah di badan bangku, dan memejamkan matanya. Angin musim dingin menerpa wajahnya yang terasa panas karena kemarahan yang belum mereda. Di detik berikutnya ia menegakkan letak duduknya dan mengusap kepalanya, menarik helaian rambutnya ke belakang.

 

 

“Kau baik-baik saja?” tanya Changmin yang duduk menghampirinya.

 

 

“Aku baik- baik saja….. hanya sedikit kesal”, jawab Sora.

 

 

“Tidak perlu kau pikirkan. Cho Kyuhyun hanya tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Kau juga tahu itu, otak cerdasnya tidak bisa menerima hal-hal seperti itu”.

 

 

“Aku tahu…”

 

 

“Apa yang terjadi sebenarnya? Tadi aku melewatkan awal pertengkaran keji itu. Ceritakan padaku. Aku tidak ingin menjadi satu-satunya yang ketinggalan berita fenomenal ini”, tanya Changmin dengan nada riangnya.

 

 

“Ch… Kau masih bisa tersenyum setelah tahu teman-temanmu bertengkar?” tanya Sora menunjukkan tawa kecil tidak percaya nya pada sikap santai Changmin.

 

 

“Kalian yang bertengkar. Kalian yang akan berhenti bicara satu sama lain. Kalian yang akan canggung dengan satu sama lain. Tidak ada hubungannya denganku. Aku masih bisa bicara dan bermain denganmu, begitu pula dengan Kyuhyun. Tidak ada yang berubah di hidupku, Kim Sora…”

 

 

“Aigoo… Ternyata ini jati dirimu yang sebenarnya, Shim Changmin? Keterlaluan sekali…” kata Sora lagi dengan senyum yang mengembang diwajahnya.

 

 

“Lihat, lihat, kau tersenyum. Aku berhasil… Aku bukan orang seperti itu, Sora-ya. Tentu saja aku tidak ingin kalian bertengkar. Ya! Kau belum menjawab pertanyaanku. Apa yang terjadi sebenarnya sampai perang ini terjadi?”

 

 

“Bang Sung Joon menyatakan perasaannya padaku”, jawab Sora pelan.

 

 

“Apa?!?! Kenapa bocah itu? Kenapa bukan……” Changmin membekap mulutnya yang hampir salah bicara.

 

 

“Apa? Kau tiba-tiba berhenti bicara. Apa yang ingin kau katakan?” tanya Sora.

 

 

“Tidak ada. Aku hanya tidak menyangka Bang Sung Joon benar-benar akan menyatakan perasaannya padamu. Tapi, kau yakin hanya itu?” tanya Changmin.

 

 

“Apa maksudmu?” Sora balik bertanya karena tidak mengerti dengan perkataan Changmin.

 

 

“Ani….. Bang Sung Joon menyatakan perasaannya padamu, meminta mu berkencan dan menjadi kekasihnya. Dari yang aku tangkap setelah mendengarkan pertengkaranmu dan Kyuhyun, seperti nya kau menolak Bang Sung Joon. Lalu apa? Kenapa itu menjadi masalah? Bukankah masalah justru sudah selesai? Kau menolak Bang Sung Joon. Kkeut! Kenapa kalian bertengkar?” tanya Changmin tidak mengerti dengan permasalahan yang terjadi.

 

 

“Kyuhyun mengatakan bahwa aku membuat siswa laki-laki di sekolah ini menyukai ku hanya untuk menolak mereka dan membuat mereka menjadi laki-laki yang menyedihkan…” jawab Sora malas.

 

 

“Apa? Hahahaha… Mwoya Cho Kyuhyun… Kalian berdua sangat aneh”, kata Changmin sambil menahan tawa. “Ya, Kim Sora, Sudahlah… Kita semua sudah mengetahui itu dengan baik. Kyuhyun tidak terlalu cerdas untuk hal seperti ini. Jadi, maafkan saja dia, eo?”

 

 

“Tidak ada yang perlu dimaafkan. Dia tidak sepenuhnya salah”, kata Sora.

 

 

“Jangan begitu, Kim Sora. Semua orang mengetahuinya, bukan kau yang meminta mereka menyukaimu, dan kau memiliki hak untuk tidak membalas perasaan mereka. Lagipula apa salahnya menyukaimu? Kau adalah gadis yang baik. Semua orang tahu itu. Ah sudahlah… hal seperti itu terjadi setiap hari. Di detik kau menolak perasaan Bang Sung Joon, ada banyak hati diluar sana yang juga merasakan sakit karena kejadian yang sama. Lupakan saja sikap kekanakan si bodoh Cho Kyuhyun. Dia hanya perlu waktu untuk mengerti. Kau tidak perlu khawatir. Aku selamanya akan berada di pihakmu”, kata Changmin dengan cengiran riangnya.

 

 

“Gomawo… Karena telah menghiburku. Tapi, Ya! Sebagai teman kau tidak boleh memihak siapapun. Kau seharusnya berada di tengah”.

 

 

“Memangnya aku hanya teman bagimu?”

 

 

“Lalu?”

 

 

“Aku adalah penjaga mu. Kau lupa? Dan itu akan aku lakukan selama kita berada di bumi yang sama…” kata Changmin dengan senyumnya yang mengembang.

 

 

 

 

 

 

 

SBC TV Station, awal April 2015

 

Dua minggu setelah kemunculan pertama Dokter Kim Sora di acara talkshow Evening Breeze, Kyuhyun dan Sooyoung memutuskan untuk melakukan proses taping (direkam/tidak siaran langsung). Hal itu disebabkan oleh kondisi Sora yang belum sepenuhnya baik setelah di opname karena kelelahan minggu lalu. Kyuhyun dan Sooyoung juga memaksa Changmin untuk datang dan menemani Sora. Proses shooting taping untuk episode minggu ini tidak hanya disertai dengan tatapan khawatir dari Kyuhyun dan Sooyoung, bahkan Changmin yang notabene adalah seorang dokter, menunjukkan ekspresi yang tidak jauh berbeda.

 

 

“Kau yakin Sora akan baik-baik saja?” tanya Sooyoung khawatir.

 

 

“Eo… Aku rasa begitu. Tekanan darah nya sudah mulai stabil. Nafsu makan nya juga sudah hampir kembali seperti semula. Professor Han hanya mengatakan dia masih tidak di ijinkan untuk terlalu sibuk, stress, dan kelelahan. Lagipula semua orang akan tetap duduk sepanjang acara. Aku rasa Sora tidak akan terlalu lelah”, jelas Changmin.

 

 

“Untunglah kau selalu bersamanya, Changmin-ah…” kata Kyuhyun.

 

 

“Ada saat-saat dimana aku tidak bersamanya. Jadwal shift kami tidak selalu sama. Kadang itu membuatku cemas”, kata Changmin.

 

 

“Dan mengganggu junior-junior mu yang bertugas bersama Sora, dengan selalu menelepon mereka untuk menanyakan keadaan Sora. Good job, dude!” kata Sooyoung dengan nada sarkastiknya sambil menepuk tangan seolah benar-benar memuji Changmin.

 

 

“Ch… Dengan begitu aku bisa selalu melapor padamu saat kau menanyakan keadaan Sora juga, bukan? Jangan sok tidak memiliki andil, Choi Sooyoung”, balas Changmin.

 

 

“Ani… Kau kan bisa langsung menghubungi Sora saja untuk mengetahui keadaannya. Benarkan, Cho Kyuhyun?” tanya Sooyoung mencari dukungan suara.

 

 

“Kau masih tidak mengenal Sora? Dia tidak pernah mempedulikan ponsel jika sedang bekerja. Lagipula aku akan dimarahi habis-habisan jika menghubungi nya setiap jam seperti yang kau minta. Kau yang seharusnya menanyakan secara langsung keadaannya pada Sora, Choi Sooyoung-ssi” kata Changmin.

 

 

“Tapi tetap saja, kau juga ingin mengetahui keadaannya, bukan?” Sooyoung tidak mau kalah.

 

 

“Ya! Geumanhae… Kalian berdua membuatku pusing. Kau seharusnya berterimakasih pada Changmin karena masih mau memberitahu mu tentang keadaan Sora…” kata Kyuhyun menengahi.

 

 

“Aku selalu berterima kasih padanya setiap kali…” kata Sooyoung masih tidak mau kalah.

 

 

“Choi Sooyoung…..” kata Kyuhyun lagi.

 

 

“Hahaha… Kyuhyun-ah, sudahlah. Sejak dulu kita memang tidak pernah bisa kalah dari si gangster Choi Sooyoung”, kata Changmin yang mengundang tawa Kyuhyun dan Sooyoung.

 

 

 

 

 

Sementara itu, beberapa meter dari Kyuhyun, Changmin, dan Sooyoung…

 

“Wah… Aku sudah menduga kalau Dokter Shim Changmin yang sering dibicarakan oleh Kyuhyun sunbae dan Sooyoung sunbae memiliki wajah yang tampan. Tapi aku tidak menyangka akan setampan ini…” kata Wendy berdecak kagum menatap Changmin dari kejauhan.

 

 

“Aku setuju, Wendy-ah. Charisma nya benar-benar luar biasa. Dan ekspresi wajah nya sangat bersahabat. Sepertinya ia orang yang sangat baik”, sambung Yeri.

 

 

“Jika berandai-andai aku adalah teman mereka, aku juga akan seperti Dokter Sora, memilih untuk mengencani dokter Changmin…” kata Wendy.

 

 

“Tapi yang aku dengar, dokter Changmin tidak memiliki charisma itu saat masa sekolah dulu. Ketampanannya tidak bisa menandingi charisma yang dimiliki Kyuhyun sunbae. Ini bukan pendapat pribadiku. Orang-orang yang mengatakannya. Tapi aku akui, Wendy-ah, charisma Changmin sunbae saat ini sangat luar biasa…” kata Yeri setuju.

 

 

“Adik-adik, kalian sedang membicarakan siapa?” tanya Hyukjae tiba-tiba menghampiri Wendy dan Yeri.

 

 

“Omo… kkamjagiya. O, annyeonghaseyo, Hyukjae sunbae”, kata Wendy yang memberikan salam pada Hyukjae, diikuti oleh Yeri.

 

 

“A… Rupanya dia ada disini. Aku sempat berpikir bagaimana kalian bisa membicarakan Changmin tanpa pernah bertemu dengannya. Ternyata anak itu ada disini. Wae? Dia lebih tampan dari Cho Kyuhyun, bukan?” tanya Hyukjae.

 

 

“Emm…” Wendy dan Yeri ragu untuk menjawab Hyukjae.

 

 

“Gwaenchanha… Kyuhyun juga mengakui itu. Ayo, ikut aku…” kata Hyukjae sambil berjalan mendekati ketiga sahabatnya diruang control.

 

 

“O! Hyukjae datang…” kata Sooyoung saat melihat Hyukjae.

 

 

“Kau bisa datang kesini, apakah kau tidak ada pekerjaan lain?” tanya Changmin.

 

 

“Ya….. Shim Changmin-ssi. Begitukah caramu menyapa sahabatmu ini? Ckckck… hanya wajahmu saja yang menjadi tampan, tapi mulutmu masih seburuk itu…” kata Hyukjae yang mengundang tawa ketiga sahabatnya. “Apa yang kau lakukan disini?”

 

 

“Mengantar dan menemani tuan puteri melakukan shooting”, jawab Changmin.

 

 

“Puteri gangster maksudmu? Atas permintaan ratu gangster (Sooyoung)?” tanya Hyukjae.

 

 

“Ya!!” sahut Sooyoung keberatan yang disambut dengan tawa tiga pria jahil itu.

 

 

“Mereka berdua mengancam akan membunuhku jika aku tidak menemani Sora”, jawab Changmin sambil menunjuk Kyuhyun dan Sooyoung dengan dagunya.

 

 

“Akhirnya Cho Kyuhyun bergabung dengan kelompok gangster rupanya… Selamat Cho Kyuhyun! Kau akan menjadi pelayan kedua wanita gangster itu seumur hidupmu…” kata Hyukjae lagi yang membuat Kyuhyun dan Changmin tertawa bersamaan. “Ah… Aku hampir lupa. Changmin-ah, ini Wendy dan Yeri. Junior Kyuhyun dan Sooyoung di program ini. mereka memperhatikan dan membicarakan mu dari belakang sana…”

 

 

“Sunbae!” seru Wendy dan Yeri menegur mulut tidak terkendali Hyukjae.

 

 

“Gwaenchanhayo… Aku senang kalian membicarakanku. Seumur hidupku aku terlalu sering mendengar orang-orang membicarakan Kyuhyun. Aku merasa lebih baik saat ini karena kalian membicarakanku juga. Annyeonghaseyo, Shim Changmin ibnida. Uri Sora, jal butakdeuribnida… (Halo, aku Shim Changmin. Aku menitipkan Sora-ku pada kalian…)”

 

 

“Ah ne… Aku Wendy, dan ini Yeri. Kami tentu juga akan menjaga Dokter Kim. Kami merasa sangat khawatir saat mendengar kabar Dokter Kim dirawat di rumah sakit karena kelelahan minggu lalu. Syukurlah keadaan Dokter Kim baik-baik saja…” kata Wendy.

 

 

“Ne. Terima kasih, Wendy-ssi, Yeri-ssi”, kata Changmin.

 

 

“Taping sudah selesai… Changmin-ah, kau ada jadwal lain setelah ini?” tanya Kyuhyun.

 

 

“Tidak. Hari ini aku free”, jawab Changmin.

 

 

“Ayo kita makan bersama. Sudah lama sekali rasanya dari kali terakhir kita makan bersama”, ajak Kyuhyun.

 

 

“Call! Wendy-ah, Yeri-ah, kalian juga ikut. Kami tidak menerima penolakan. Ajak juga Irene…” sambung Sooyoung. “Kalian pergi duluan. Aku akan menjemput Sora…”

 

 

 

Wendy dan Yeri mengangguk menyetujui ajakan Sooyoung, begitupun dengan Hyukjae dan Changmin yang bersiap untuk pergi. Kemudian Sooyoung berlalu pergi menuju studio untuk menjemput Sora dan membawanya ke restaurant beberapa meter dari gedung SBC.

 

 

 

 

 

 

Bon Appetite Restaurant

 

Sooyoung, Sora, Changmin, Hyukjae, Wendy, dan Yeri duduk bersama di ruang private restaurant itu. Mereka saling berbincang satu sama lain. Sesekali Hyukjae dan Changmin menggoda Sooyoung yang menyebabkan amarah Sooyoung meningkat dan akhirnya mereka harus merelakan rambut mereka dijambak oleh Sooyoung. Sora, Wendy, dan Yeri hanya tertawa melihat tingkah tiga sahabat itu menunjukkan kedekatan mereka dengan pertengkaran kecil yang berujung tawa.

 

 

“Dokter Kim, apakah anda baik-baik saja? Apakah shooting hari ini terlalu melelahkan?” tanya Wendy khawatir.

 

 

“Aku baik-baik saja, Wendy-ssi. Aku tidak terlalu lelah. Hanya rasa pegal di beberapa bagian tubuhku…” jawab Sora dengan senyum manis diwajahnya.

 

 

“Dokter masih terlihat sedikit pucat meski wajah dokter sudah ditutupi dengan make up. Jika dokter membutuhkan sesuatu, katakan saja padaku dan Wendy. Bagaimanapun kami akan membantu.” kata Yeri.

 

 

“Tapi, setelah aku pikir, keadaan Sora saat masih menjadi residen lebih menyeramkan…” sambung Hyukjae.

 

 

“Benar. Sora muntah, lemas, tidak bisa makan apapun, terkadang minum pun tidak bisa. Hanya infuse sumber energi nya. Aku masih ingat wajahnya yang pucat, matanya yang sayu, bibirnya yang kering, dan napasnya yang berat. Bukan keadaan Sora favorite ku”, Sooyoung melanjutkan ucapan Hyukjae.

 

 

“Bagaimana tidak… Kami harus menangani operasi berat selama dua hari berturut-turut, dilanjutkan dengan shift panjang di unit gawat darurat. Pasien tidak henti berdatangan, kasusnya pun tidak mudah. Dalam empat hari kami hanya tidur selama satu sampai dua jam. Waktu makan pun terlewat begitu saja. Hhh… kacau balau” kata Changmin mengenang masa residen nya dengan Sora.

 

 

“Tapi aku merasa beruntung karena ada Changmin disekitarku. Aku bisa melewatkan waktu makanku jika Changmin tidak memarahi ku setiap waktu seperti kakek-kakek. Ouuuh… Jika aku mengingat ocehan nya sepanjang hari, rasanya kepala ku mau pecah”, sambung Sora.

 

 

“Kau pikir aku melakukan itu dengan sengaja? Aku juga menerima ocehan dan ancaman dari gangster ini berjam-jam karena kau tidak pernah mengangkat panggilan di ponselmu selama di rumah sakit…” keluh Changmin samba menunjuk Sooyoung dengan dagunya.

 

 

“Ya! Bersyukurlah karena kalian masih memiliki aku yang mengingatkan kalian. Kau pikir sahabatmu Lee Hyukjae dan Cho Kyuhyun mau repot-repot menghubungi mu? Kau pikir Sujin yang saat itu berada di London akan ingat jam makan kita di Seoul? Jika aku tidak mendikte dan mengancam kalian, apakah kalian akan makan? Dengan ocehan dan ancamanku saja Sora masih harus di opname, bagaimana jika aku tidak melakukannya? Ouh… i-jasik-deul”, sambung Sooyoung frustrasi.

 

 

Changmin, Hyukjae dan Sora pun tertawa melihat rasa frustrasi yang diungkapkan Sooyoung. Wendy dan Yeri hanya berdiam diri melihat empat bersahabat itu berbincang satu sama lain dengan cara mereka yang berbeda. Tidak ada satu menit pun terdengar pembicaraan dengan nada lembut tanpa nada bicara yang naik beberapa kunci dari nada dasar. Tapi satu hal yang ditangkap oleh Wendy dan Yeri, dibalik nada bicara mereka tersimpan perhatian dan rasa sayang pada sahabat. Itu adalah cara mereka menunjukkan perhatian mereka pada satu sama lain.

 

 

“Geunde, dimana Irene? Aku tidak melihatnya sejak tadi…” tanya Sooyoung pada Wendy dan Yeri.

 

 

“A… Irene sedang melakukan wawancara di Gangnam. Dia sedang dalam perjalanan, sunbae. Mungkin sebentar lagi sampai. Aku sudah meminta nya untuk langsung datang kesini, sunbae”, jawab Yeri.

 

 

“Siapa narasumbernya kali ini? Model? Aktris? Atlet?” tanya Hyukjae.

 

 

“Tidak satupun dari dugaan sunbae. Nuguji….. Seo…… Seo… Seo… Joo Hyun?” tanya Wendy pada Yeri memastikan. Yeri yang sedang mengunyah garlic bread mengangguk membenarkan. “Isteri dari perdana menteri Lee Donghae, Nyonya Seo Joo Hyun…”

 

 

Suasana tiba-tiba menjadi hening. Sooyoung yang sejak tadi dengan santai menyantap garlic bread nya, langsung meletakkan sebagian roti yang telah digigitnya ke piring. Begitupun dengan Sora yang meletakkan tumblr berisi cokelat panasnya di meja.

 

 

“Seohyun masih sering menghubungi?” tanya Hyukjae tiba-tiba.

 

 

Tidak ada satupun yang menjawab. Hyukjae dan Changmin spontan menatap kedua sahabat wanitanya yang berubah diam. Mereka saling menukar tatapan saat mata mereka bertemu. Sora pun mengambil tumblr nya lagi dan menenggak minumannya.

 

 

“Kau bertanya pada siapa?” tanya Sooyoung akhirnya.

 

 

“Tentu saja kalian berdua. Seohyun tidak pernah benar-benar dekat denganku, Changmin maupun Kyuhyun”, jawab Hyukjae.

 

 

“Sooyoung sunbae dan Dokter Kim mengenal Nyonya Seo Joo Hyun?” tanya Yeri dengan tatapan terkejutnya.

 

 

“Chingu. Aju chinhan chingu… (Teman. Teman yang sangat dekat…)” Changmin menjawab pertanyaan Yeri.

 

 

“Aish…..” sahut Sooyoung menunjukkan rasa tidak senangnya pada ucapan Changmin. “Aku tidak memiliki kontaknya sama sekali. Aku pikir aku juga tidak membutuhkannya…”

 

 

“Neoneun? (Kau?)” tanya Hyukjae pada Sora yang sejak tadi bersikap acuh tak acuh dengan pembicaraan yang terjadi disekitarnya.

 

 

“Han…dubeon….. (Satu…dua kali……)” jawab Sora dengan suara pelan.

 

 

“Mwo? Kau tidak pernah mengatakannya padaku”, kata Sooyoung.

 

 

“Begitupun padaku”, sambung Changmin.

 

 

“Jika aku memberitahu kalian, lalu apa? Kau peduli? Lagipula aku tidak akan melakukan apapun. Begitu pula dengan kalian. Atau… kalian ingin menghubungi nya, memintanya datang kesini juga, dan makan bersama? Aku bisa menghubungi dia saat ini juga”, kata Sora.

 

 

“Tidak perlu. Dia juga mungkin tidak ingin bertemu dengan kita”, jawab Sooyoung.

 

 

“Aku lebih suka menghindari suasana tidak menyenangkan”, sambung Hyukjae.

 

 

“Kau masih dalam keadaan tidak boleh stress, Kim Sora. Jadi, tidak perlu”, kata Changmin.

 

 

“Aku meminta maaf karena kurang sopan, tapi….. apakah hubungan kalian sudah tidak begitu baik?” tanya Yeri hati-hati.

 

 

Keempat sahabat itu hanya saling menatap satu sama lain. Dan Sora memilih untuk memutus tatapan itu pertama kali dengan menundukkan kepalanya menatap tumblr di genggamannya. Ia mengetuk-ketuk tutup tumblr nya seolah mengingat kembali apa yang terjadi diantara mereka bertahun lalu.

 

 

 

 

 

 

 

Februari, 1998

 

Akhir minggu di awal bulan Februari. Sudah satu bulan lamanya Sora berusaha menghindar dari ajakan teman-temannya untuk bepergian di hari minggu. Keberadaan Kyuhyun menjadi salah satu alasan dari sikapnya itu. Beberapa minggu setelah pertengkaran mereka di penghujung tahun lalu, suasana diantara mereka mereda. Namun kecanggungan masih sangat terasa setiap kali mereka bertemu. Sora tentu saja tidak bisa menghindari Kyuhyun di sekolah. Karena Sooyoung, Sujin, dan Seohyun tidak akan pernah membiarkannya pergi sendiri tanpa mereka. Tidak hanya ketiga sahabatnya, Changmin dan Hyukjae (bersama dengan Kyuhyun yang berdiri sedikit jauh dari pintu kelas) pun seringkali menunggu keempat gadis itu beberapa saat setelah bel istirahat berbunyi di depan kelas, sehingga membuat Sora tidak sempat melarikan diri. Berbagai alasan sudah pernah digunakan oleh Sora, seperti mengantar eomma nya ke supermarket, diundang kakak perempuan nya untuk mengunjungi Daegu, hingga datang ke sebuah pameran dengan seorang teman. Hanya satu alasan yang tidak pernah ia gunakan, yaitu sakit. Tapi minggu ini, Sora benar-benar sedang sakit. Suhu tubuhnya meningkat. Thermometer menunjukkan angka 39 saat terakhir Sora memeriksa dirinya. Wajahnya terasa panas seperti sedang dihadapkan dengan panci berisi air mendidik, tubuhnya pun terasa sangat lemas.

 

 

 

 

 

Kriiiing… Kriiiiiiiiing…

 

 

 

 

 

Telepon rumah berbunyi. Hari ini tidak ada siapapun dirumahnya. Eomma dan appa nya sedang mengunjungi keluarga kerabat yang berada di Busan dan baru akan kembali malam hari. Sora hanya memiliki seorang kakak perempuan, berusia 27 tahun, sudah berkeluarga, dan tinggal bersama suami nya di Daegu. Akhirnya dengan kekuatan yang tersisa, Sora keluar dari kamarnya untuk mengangkat telepon yang tidak henti berbunyi.

 

 

“Yoboseyo, rumah keluarga Kim Song Bin”, sapa Sora pada penelepon.

 

 

Kim Sora?” tanya seseorang diseberang telepon.

 

 

“Eung… Nuguya? Seohyun-i?” tanya Sora.

 

 

Aku tahu kau pasti berada di rumah. Orang tua mu masih belum kembali dari Busan?

 

 

“Eung. Mereka belum kembali…”

 

 

“Sora-ya, kau tidak memiliki rencana keluar rumah hari ini?

 

 

“Tidak ada. Hari ini aku se………”

 

 

Maukah kau menemaniku ke suatu tempat???” tanya Seohyun memotong ucapan Sora.

 

 

Sora berdeham meredakan gatal di tenggorokannya, “Emm… kemana?”

 

 

Ke apgujeong. Aku ingin membeli sesuatu. Kau tahu? Lusa adalah ulang tahun Kyuhyun. Karena sudah cukup lama kita berteman dengan nya, aku rasa hubungan kita semua cukup dekat untuk disebut teman. Aku ingin memberikan hadiah ulang tahun untuknya. Jika kita adalah teman, maka tidak ada alasan bagi Cho Kyuhyun untuk menolak hadiahku, bukan?” jelas Seohyun bersemangat.

 

 

“Hmm… Apgujeong? Sekarang? Bisakah kita pergi besok setelah pulang sekolah?” tanya Sora.

 

 

Tidak bisa….. Aku harus membeli nya sekarang. Kau tahu benar setiap pulang sekolah Song ahjussi sudah menjemputku di depan gerbang. Ahjussi pasti akan mengatakannya pada abeoji jika aku tidak langsung kembali ke rumah sepulang sekolah. Hari ini saja ya Sora-ya? Ya? Ya?” bujuk Seohyun.

 

 

“Arasseo… Aku akan bersiap-siap. Dimana kita akan bertemu?”

 

 

Abeoji mengijinkanku keluar dan meminta Song ahjussi mengantarku. Aku akan menjemputmu…

 

 

“Baiklah. Aku akan bersiap-siap sekarang juga”.

 

 

 

 

 

Pukul 9 malam

 

Setelah seharian berputar-putar mencari hadiah untuk Kyuhyun, akhirnya Sora bisa kembali ke rumah. Seohyun mengantarnya dan memutuskan untuk segera pulang agar ayahnya tidak mengkhawatirkannya. Sora pun tidak memaksa Seohyun untuk mampir, karena Sora pun butuh waktu untuk mengistirahatkan badannya yang begitu lelah dan lemas. Seohyun mengucapkan salam selamat tinggal nya pada Sora saat telepon rumah Sora berdering. Setelah melihat mobil milik Seohyun menjauh, Sora pun berlari masuk ke dalam rumah untuk mengangkat telepon yang berdering.

 

 

“Yoboseyo, rumah keluarga Kim Song Bin”, sapa Sora.

 

 

Sora-ya… Kau pergi kemana? Eomma sangat khawatir saat tidak ada yang mengangkat teleponnya”.

 

 

“Mianhaeyo, eomma. Aku baru kembali dari Apgujeong bersama Seohyun”.

 

 

A… begitu rupanya… Apa semua baik-baik saja dirumah? Kau sudah makan?

 

 

“Uhuk… Baik-baik saja, eomma… Dan aku sudah makan”

 

 

Kau sakit?” tanya ibu Sora khawatir mendengar anaknya batuk.

 

 

“Aniyo. Aku hanya tersedak. Ada apa eomma menelepon? Eomma dan appa sudah sampai dimana? Kapan kalian sampai dirumah?” tanya Sora.

 

 

Tentang itu, Sora-ya… Nenekmu sesak napas dan harus di opname. Kami terpaksa menginap satu sampai dua malam lagi disini, menunggu keun appa (kakak dari ayah) kembali dari Jepang. Apakah kau akan baik-baik saja jika kami tidak kembali hari ini?” tanya ibu Sora.

 

 

“Tentu saja, eomma. Aku bisa menjaga diriku. Eomma tidak perlu khawatir. Semua akan baik-baik saja. Lagipula, rumah Sujin dan temanku Changmin yang ku perkenalkan jumat lalu tidak jauh dari sini. Jika aku membutuhkan sesuatu aku bisa menghubungi mereka. Eomma dan appa tenang saja dan jaga halmeoni sampai keun appa kembali”.

 

 

Benarkah kau baik-baik saja? Jika kau keberatan, salah satu dari kami akan kembali, sayang”.

 

 

“Aniyo, eomma. Aku baik-baik saja”, jawab Sora meyakinkan ibunya.

 

 

Arasseo… Mianhae, Sora-ya…” kata ibu Sora menyesal.

 

 

“Tidak perlu meminta maaf, eomma”.

 

 

Baiklah. Eomma tutup dulu teleponnya. Besok pagi eomma akan telepon lagi sebelum kau berangkat ke sekolah.

 

 

“Ne, eomma”.

 

 

Jaga dirimu, sayang”.

 

 

“Ne. Eomma juga…”

 

 

 

 

 

Keesokkan harinya…

 

Kota Seoul masih dalam suasana musim dingin. Para siswa yang berlalu lalang pun masih menggunakan coat mereka untuk melindungi diri dari hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang. Ini adalah bulan ketiga dimana Sooyoung, Sujin, Seohyun, Sora, Changmin, Hyukjae, dan juga Kyuhyun tidak menempati bangku kebesaran mereka di taman untuk makan siang. Mereka berpindah ke tempat duduk di pojok kantin untuk mendapatkan udara yang lebih hangat. Mereka duduk di meja persegi panjang dengan formasi empat-tiga. Disisi dekat dinding (dari pojok ke pinggir) Sujin, Hyukjae, Sora dan Seohyun duduk berjajar. Sedangkan disisi lainnya, Kyuhyun duduk tepat didepan Seohyun, diikuti dengan Changmin dan Sooyoung yang duduk disebelah Kyuhyun. Hawa yang dingin ternyata tidak merubah kebiasaan mereka. Celaan, tawa, dan keramaian masih ada di meja ketujuh siswa itu. Hanya saja, seorang diantara mereka sedang tidak berada dalam atmosfer kegembiraan yang sama. Sejak tadi Sora hanya memutarkan sendok di mangkuk sup nya, tanpa memasukkan sesuappun ke mulutnya. Tangan kirinya digunakan untuk menopang kepalanya yang terasa berat. Keenam teman-temannya terlalu terlarut dengan pembicaraan mereka hingga tidak ada yang menyadarinya. Seohyun sempat menoleh pada Sora, namun Sora memberikan senyuman pada Seohyun terlebih dahulu sebelum Seohyun menyadarinya. Hingga Changmin yang ternyata menyadari sikap Sora sejak awal akhirnya tidak tahan untuk bertanya padanya.

 

 

“Kim Sora, gwaenchanha?” tanya Changmin membuat pembicaraan di meja itu tiba-tiba terhenti.

 

 

“Eo? Gwaenchanha. Wae?” Sora balik bertanya.

 

 

“Ani… Sejak tadi aku perhatikan kau hanya memainkan makananmu tanpa menyuapkan satu sendokpun ke mulutmu. Apa rasanya tidak enak? Tidak sesuai dengan seleramu? Mau tukar dengan milikku (Changmin makan bokkeum bap)?” tanya Changmin.

 

 

“Aniya… Aku hanya sedikit tidak nafsu makan. Aku akan memakannya segera setelah nafsu makanku kembali. Ya! Kalian jangan diam seperti ini. Aku tidak terbiasa dengan keheningan ini”, kata Sora pada teman-temannya yang lain.

 

 

Teman-temannya yang lain pun kembali pada pembicaraan mereka. Namun dua orang masih bertahan pada tatapannya pada Sora.

 

 

“Apa yang bisa aku lakukan agar nafsu makanmu kembali?” tanya Changmin.

 

 

“Belikan saja Sora susu strawberry…” Sooyoung menjawab pertanyaan Changmin.

 

 

“Dan jelly. Sora suka makanan yang manis”, sambung Sujin.

 

 

“Tapi jelly tanpa rasa anggur didalamnya. Sora tidak menyukainya…” kata Seohyun melengkapi.

 

 

“Haha… arasseo”, kata Changmin yang berdiri dari tempat nya duduk lalu menjulurkan tangannya untuk mengacak rambut Sora. “Auh… kau ini seperti an…..” tiba-tiba Changmin menghentikan ucapannya saat telapak tangannya menyentuh dahi Sora.

 

 

Pembicaraan di meja itu kembali berhenti seiring dengan berhentinya ucapan Changmin dan perubahan ekspresinya. Sora yang menyadari keheningan dimeja itu, dan tangan Changmin yang menyentuh dahinya pun segera mendongakkan wajahnya menatap Changmin yang sudah berdiri dengan ekspresi terkejutnya. Sora pun lantas meraih pergelangan tangan Changmin dan berdiri dari kursinya, sebelum Changmin mengatakan apa yang baru saja diketahuinya.

 

 

“Ayo pergi bersamaku. Aku akan memilih sendiri jelly-ku…” kata Sora sambil menarik tangan Changmin, berjalan menjauhi meja.

 

 

Sooyoung, Hyukjae, Sujin dan Seohyun menoleh mengikuti arah perginya Changmin dan Sora dengan tatapan curiga. Hanya Kyuhyun yang memutuskan untuk melanjutkan kegiatan makannya tanpa mempedulikan apa yang dilakukan Changmin dan Sora.

 

 

“Ada apa dengan mereka?” tanya Sujin.

 

 

“Molla…” jawab Hyukjae.

 

 

“Mereka selalu memiliki rahasia diantara mereka sendiri”, sambung Seohyun.

 

 

“Biarkan saja. Selama tidak ada hal buruk lainnya yang terjadi, kita tidak perlu memikirkannya”, kata Sooyoung sarkastik sambil menatap Kyuhyun yang masih dengan tenang menyantap makanannya.

 

 

 

 

 

Hari Ulang Tahun Kyuhyun

 

Selasa, 3 Februari, Pukul 6.49, di Sekolah Menengah Atas Provinsi Khusus Seoul. Kondisi bangunan masih sangat sepi. Hanya ada beberapa siswa yang memiliki jadwal piket yang sudah menempati ruang kelas mereka. Hal berbeda terjadi di kelas II-2. Changmin, Hyukjae, Sooyoung, Sora, Seohyun, dan Sujin, secara ajaib sudah menampakkan batang hidung mereka di area sekolah. Ke enamnya merasa sangat kualahan hari itu. Bagaimana tidak, Changmin, Hyukjae, Sooyoung, Sora, dan Sujin yang terbiasa datang ke sekolah 5 hingga 10 menit sebelum bel berbunyi pukul 8, harus datang sejak pukul 6 demi menyiapkan kejutan bagi Kyuhyun yang terbiasa tiba di sekolah pada pukul 7. Mereka meletakkan kue cokelat opera favorite Kyuhyun yang dibeli oleh Seohyun diatas meja Kyuhyun. Mereka juga menempelkan pesan-pesan selamat ulang tahun di sandaran kursi Kyuhyun dengan post-it berwarna-warni. Tidak lupa dengan kado yang mereka beli dengan uang yang sudah mereka kumpulkan sejak jumat lalu. Sooyoung, Sujin, Hyukjae, dan Changmin mengatakan bahwa uang yang sudah dikumpulkan akhirnya digunakan untuk membeli sebuah benda yang memiliki kemungkinan besar akan disukai dan digunakan oleh Kyuhyun, jam tangan.

 

 

“Teman-teman, Kyuhyun datang!” kata Hyukjae yang berlari dari arah tangga untuk memeriksa kedatangan Kyuhyun.

 

 

Sontak mereka keluar dari pintu belakang kelas (pintu kelas di sekolah korea ada 2, depan dan belakang), lalu dengan cepat masuk ke kelas II-3 tanpa permisi. Pemeran utama pesta hari itupun akhirnya tiba dikelas dan berhenti tepat di depan pintu saat melihat tempat duduknya yang sudah penuh dengan hiasan warna-warni post-it, balon dan kue ulang tahun. Kyuhyun berjalan mendekati tempat duduknya dengan hati-hati. Lalu mencabut satu post-it berwarna lime yang menarik perhatiannya. Di detik berikutnya, ke enam temannya pun masuk kembali ke kelas itu.

 

 

“Surprise!!! Saengil chukhahabnida! Saengil chukhahabnida! Silheohaneun (seharusnya saranghaneun) uri Kyuhyun… Saengil chukhahabnidaaa!!!” seru ke enam siswa menyanyikan lagu ulang tahun pada Kyuhyun yang tersenyum malu dengan tingkah kekanakkan teman-temannya itu.

 

 

Mereka pun mendekati tempat duduk Kyuhyun masih dengan senyum mengembang diwajah mereka masing-masing. Kyuhyun mengernyitkan dahinya, menatap aneh pada teman-temannya. Ini kali pertama Kyuhyun mendapatkan surprise ulang tahun di masa SMA nya. Semenjak bergabungnya empat gadis diantara Kyuhyun, Changmin, dan Hyukjae, hari-hari ketiga anak laki-laki itu berubah lebih berwarna sedikit demi sedikit.

 

 

“Buat permohonan dan tiup lilinnya”, kata Sooyoung.

 

 

Kyuhyun mengikuti apa yang diperintahkan Sooyoung. Setelah membuat permohonan dalam hati, Kyuhyun meniup sepuluh lilin yang melingkar diatas kue favorite nya. Ke enam teman-temannya pun sontak bertepuk tangan.

 

 

“Berikan pisaunya padaku. Aku yang akan memotongnya. Agar semuanya mendapatkan bagian yang sama rata”, kata Sujin dengan sikap bak hakim nya.

 

 

“Ja, Cho Kyuhyun. Ini hadiahmu dari kami…..” kata Hyukjae sambil memberikan bungkusan berwarna biru pada Kyuhyun.

 

 

“Kau harus menerimanya suka atau tidak”, kata Sooyoung dengan gaya memaksanya.

 

 

Kyuhyun tersenyum lebar menerima hadiah pertamanya dari teman-temannya itu. Senyum yang selama masa sekolah angkatan mereka dimulai, baru pertama kali ditunjukkan oleh Kyuhyun. Senyum yang benar-benar berasal dari hati karena perasaan bahagia, bukan senyum mengejek atau senyum pura-pura untuk sekedar menghargai usaha orang lain. Senyum Kyuhyun hari itu tulus dari hatinya karena kebahagiaan yang ia rasakan dari teman-temannya. Namun, senyum itu berkurang saat kedua matanya menangkap kebersamaan Changmin dan Sora yang berdiri satu langkah dibelakang yang lainnya, bicara satu sama lain dengan perlahan, seolah berada dalam dunia mereka sendiri.

 

 

“Kau sudah meminumnya?” tanya Changmin berbisik.

 

 

“Mwoga? (Apanya?)”

 

 

“Obatmu”, jawab Changmin singkat.

 

 

“Eung…” Sora hanya bergumam mengiyakan, tanpa menatap Changmin.

 

 

“Pagi ini?” tanya Changmin lagi.

 

 

“Eung…” gumam Sora malas menjawab pertanyaan Changmin.

 

 

“Jangan membohongiku!” seru Changmin tiba-tiba, membuat Sooyoung, Sujin, Seohyun, Kyuhyun dan Hyukjae menoleh pada mereka.

 

 

Sora berdeham menyadari tatapan tiba-tiba dari teman-temannya. Sebenarnya, sejak pagi saat berangkat ke sekolah, tubuh Sora mengeluarkan keringat dingin yang membasahi seluruh pakaiannya. Sora sudah memperkirakan itu, sehingga ia sudah membawa seragam lain untuk diganti saat tiba disekolah. Saat keringat dingin ditubuhnya mulai menghilang, suhu tubuhnya kembali meningkat disertai dengan napas berat dan kepala yang sesekali berputar. Namun Sora dengan pintar menyembunyikannya dari orang-orang yang ada disekitarnya. Sora berdeham lagi sambil menghindari tatapan yang tertuju padanya.

 

 

“Apa yang kalian bicarakan?” tanya Sujin curiga.

 

 

“Sejak tadi aku juga merasa curiga. Changmin tidak pernah pergi jauh dari Sora. Ada apa diantara kalian?” tanya Seohyun keluar dari topik pembicaraan sebenarnya.

 

 

“Bukan apa-apa…” jawab Sora yang kembali menatap teman-temannya itu. “Aku mengatakan pada Changmin bahwa aku ingin ke kamar kecil. Tapi Changmin mengatakan aku berbohong karena sebenarnya aku ingin ke kelas untuk tidur”, Sora berbohong menjelaskan pada teman-temannya.

 

 

“Kim Sora…..” tegur Changmin keberatan dengan kebohongan Sora.

 

 

“Aku benar-benar ingin ke kamar kecil, Changmin-ah. Aku akan kembali dalam lima menit. Atau… atau… tiga menit, eo? Teman-teman, aku akan pergi selama tiga menit untuk ke kamar kecil”, kata Sora sambil berjalan menuju pintu untuk keluar dari kelas itu.

 

 

“Ya! Ya! Kim Sora! Berhenti disana!” seru Changmin menghentikan Sora yang berjalan dengan cepat.

 

 

“Aish… Shim Changmin! Sora hanya ingin ke kamar kecil. Kenapa kau begitu ribut dengan hal itu?” tanya Sujin.

 

 

“Ani… kalian tidak mengerti. Kim Sora itu se….. Kim Sora!!!” seru Changmin tiba-tiba.

 

 

Sooyoung, Sujin, Seohyun, Hyukjae dan Kyuhyun pun langsung menoleh ke arah terakhir mereka melihat Sora. Namun Sora tidak disana. Mata mereka menatap Changmin yang bergerak resah menyingkirkan bangku-bangku yang semula mereka susun disekitar tempat duduk Kyuhyun. Seolah menyadari hal buruk yang sedang terjadi, Kyuhyun meletakkan hadiah dan tasnya di meja, lalu berlari menabrak bahu Seohyun menuju pintu depan yang memiliki jarak terdekat dengannya. Sesampainya tepat di depan pintu kelas, mata Kyuhyun terbelalak menatap tubuh Sora yang tergeletak di lantai koridor. Kyuhyun pun langsung menghampiri tubuh Sora, mengangkatnya ke pangkuannya, lalu menepuk pelan wajah Sora berusaha menyadarkan nya.

 

 

“Kim Sora… Kim Sora, buka matamu! Kim Sora… Kim Sora, bangunlah! Ya aish, Kim Sora!!!”

 

 

 

 

 

 

 

The reasons why I stay? Because you’re pretty and such a good girl……

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

Note:

Nah… Sampai disini sudah mulai mendapatkan pencerahan? Apa tebakan kalian masih tebakan yang sama dengan part sebelumnya atau berubah setelah membaca part ini? Ada yang mengira anak laki-laki yang menyatakan perasaannya di tangga adalah Kyuhyun? Kalian sudah mendapatkan jawabannya disini. Yup! Bang Sung Joon. TeamSora, setelah membaca part ini masih yakin bahwa Sora-lah isteri Kyuhyun bahkan setelah adanya cerita kedekatan Changmin dengan Sora? Bagaimana dengan TeamSooyoung? Apakah kedekatan mereka di masa sekarang (tahun 2015) dan ucapan Sujin diawal part ini tidak memberikan clue apapun? Kalian juga tidak bisa melupakan keberadaan Sujin. Apa yang membuat Kyuhyun marah diawal part ini? Kalian yakin bukan karena cemburu pada Sujin yang berdua saja dengan Hyukjae? Satu hal yang sudah terungkap, Kyuhyun tidak menikah dengan Seohyun. Dan clue yang kalian dapatkan dari part ini untuk part selanjutnya adalah hubungan Seohyun dengan Sooyoung, Sora, dan Sujin yang menjadi buruk. Apa penyebabnya? Tunggu di part selanjutnya…..

Dan, aku ingin meminta maaf karena aku lupa menyertakan kalimat terakhir (The reasons why I stay are……) yang aku tulis dalam part ini di part sebelumnya. Aku akan memberbaikinya. WHAT’S NEXT??? When the Wind Blows Part 3 is coming soon!!! Kana pamit! Annyeongigaseyo…

Advertisements

27 thoughts on “The Reason(s) Why I Stay: Number 2

  1. Ternyata sung joon bukan kyuhyun ,, terus kenapa kyuhyun marah2 ke sora apa dia cemburu ,, dia juga keliatan panik pas sora pingsan makin yakin deh kalo cinta pertama dan istri kyuhyuj itu sora ,,terus apa alasan persahabatan mereka dan seo hyun merenggang

    Like

  2. please give me know ????
    sumpah ini story bikin penasaran !!!
    dalam sebuah cerita jika kau ingin tau cast utamanya maka kalian bisa menebak siapa tokoh yg sering muncul dan sering di sebutkan
    tapi mungkin tidak berlaku pada story ini , hahhhh masih pada tebakan awal kim sujin lah cast utamanya , tapi entahlah akupun tak tau

    Like

  3. bener bener bikin bingung, kayak replay 1997 membingungkan. tebakannya salah aku pikir yang ketemu sora itu kyuhyun ternyata Bang Sung Joon. tapi pemikiran sora istri kyuhyun tetap. dan wahhh hebatnya seohyun jadi istri perdana mentri, nggak nyangka aja tapi kenapa hubungan seohyun dengan gadis gengster jadi merenggang?

    Like

  4. Kedekatan changmin sama sora bener2 bikin baper kkkkk
    Mereka udh kayak org pacaran beneran aja. Dari yg aku tangkep kayaknya seohyun berubah semenjak hari ulangtahunnya kyu itu. Hmm makin rumit aja >.<

    Like

  5. di masa SMA kyuhyun kayaknya suka sama sora tp di masa kini ambugu gitu. hhhh….. eh tp di awal sampe pertengaha part ini si seohyun menghilang gitu di masa kini bikin curiga sekaligud kepoo

    Like

  6. Di masa lalu kyu nya kliatan nya suka sama sora
    sora nya jg ada feel sama kyu (dilihat dr cara mereka dbat tuh)
    tapi di masa skrg nya kyu nya married nya sama syo pasti
    brharap bgt part nya kyuyoung nya di perbanyak hehe

    Like

  7. Cinta pertama Kyuhyun adalah Kim Sora (?)
    Seohyun suka sama Kyuhyun!
    Sujin suka Kyuhyun juga (?)
    Changmin suka sama Sora!
    Sooyoung?
    Sora suka juga sama Kyu (?) tapi dia tau Seo suka Kyu
    Hyukjae?
    Jadi istri Kyu siapa? wkwkwk
    Kemungkinan istri Kyu : Sooyoung / Sora / Sujin
    Kok aku malah main tebak-tebakan ya?
    Bilangnya ceritanya nggak bikin bingung, tapi aku masih bingung chingu. Hahahaha…
    Izin baca next part 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s