The Reason(s) Why I Stay: Number 1

Category: PG-15, Romance, Chapter

 

Main Cast: Cho Kyuhyun

 

Other Cast:

Temukan dalam alur cerita dan tentukan sendiri cast utama lainnya menurut persepsimu ^^

 

Preface:

Annyeonghaseyo. Aku kembali dengan kisah baru yang berbeda dari yang lainnya. Kali ini berjudul The Reason(s) Why I Stay. Seperti yang bisa kalian lihat pada bagian Main Cast, ff ini akan menceritakan Cho Kyuhyun dengan kisah lain. Berbeda dengan ff ku sebelumnya, kali ini aku ingin kalian memiliki persepsi kalian masing-masing a.k.a menebak siapa pemeran utama wanita dan pemeran lain dalam ff ini. Alur yang digunakan dalam ff ini adalah alur maju mundur dengan Point of View author. Aku juga akan membubuhkan beberapa narasi pengantar cerita yang akan diambil dari sudut pandang Kyuhyun. FF ini merupakan FF dengan kisah dan alur yang tidak mengandung teka-teki berat yang memusingkan kepala. Aku hanya menggunakan kisah dengan teka-teki sederhana. Dan, tentu saja, aku selalu mengingatkan bahwa aku juga manusia biasa yang tidak sempurna, jadi jika kalian menemukan typo dimana-mana, aku mohon dimaklumi ^^

As always, jika kalian mau memberikan personal protes, comment, kasih saran, e-mail ke kadanao21@yahoo.com or find me on twitter @kadanao21

 

 

 

 

 

 

 

– The Reason(s) Why I Stay –

 

 

 

 

 

 

Author’s POV

 

SBC TV Station, Maret 2015

 

“Tidakkah kau melihatnya tadi? Kyuhyun sunbae benar-benar sangat keren. Caranya mengarahkan jalannya proses shooting sungguh membuat jantungku berdebar…” kata Yeri.

 

 

“Aigoo… itukah alasanmu mengajukan kepindahan ke program talkshow itu? Ch… Padahal dulu kau ingin sekali menjadi PD di program musik. Jadi demi Kyuhyun sunbae kau melepaskan impianmu itu?” tanya Irene.

 

 

“Eo… Aku juga tidak menyangka aku bisa dengan mudahnya melepas impianku hanya demi seorang Senior PD bernama Cho Kyuhyun… hihi”, jawab Yeri.

 

 

“Kau tetap menyukainya walaupun dia adalah seorang laki-laki yang sudah berkeluarga?” sambung Wendy.

 

 

“Ya, kau tahu? Isteri Kyuhyun sunbae tidak jauh dari kriteria yang sering dibicarakan oleh setiap orang disini. Tubuhnya tinggi tidak gemuk tidak kurus bisa dikatakan bervolume, memiliki pekerjaan yang bagus, wajahnya cantik, mudah bergaul, dermawan, dan disukai banyak orang. Bahkan banyak laki-laki yang mengaku iri pada Kyuhyun sunbae. Hyukjae sunbae dan Ryeowook sunbae bahkan mengatakan bahwa Kyuhyun sunbae sangat mencintainya”, kata Irene.

 

 

“Geobwa… Geobwa… Mendengar itu saja kau sudah terlihat tidak mempunyai kesempatan mendapatkannya, Yeri-ya…” sambung Wendy sarkastik.

 

 

“Siapa yang tahu… Mungkin saja aku bisa dijadikan isteri keduanya…..” sahut Yeri.

 

 

“Michyeosseo???” seru Wendy dan Irene bersamaan.

 

 

“Nugu? Siapa yang sudah gila?” tanya Sooyoung yang tiba-tiba muncul menghampiri mereka.

 

 

“Aniyo, sunbaenim. Yeri hanya mengatakan hal aneh lagi hari ini. Bukan sesuatu yang serius”, jawab Irene.

 

 

“Mwoga? Tentang Cho Kyuhyun lagi? Kau masih sangat menyukai pria tua itu? Kau belum muak melihatnya setiap hari selama 3 bulan terakhir? Ch… Seleramu sangat buruk, Kim Yeri…” kata Sooyoung.

 

 

“Bagaimana bisa aku muak melihatnya, sunbae? Kyuhyun sunbae benar-benar keren walaupun aku bertemu dengannya setiap hari. Lagipula harusnya sunbae mengatakan hal itu pada diri sunbae sendiri. Secara tidak langsung sunbae juga mengatakan bahwa selera pria sunbae sangat buruk…” balas Yeri.

 

 

“Naega… mwo….. kau tidak salah untuk hal itu…” kata Sooyoung tidak bisa mengelak.

 

 

“Geunde, sunbae, bintang tamu kita hari ini benar-benar membuatku kehabisan kata-kata. Dokter Kim benar-benar memukau semua penonton dengan kharisma nya. Dia cantik, pintar, cerdas, dan sangat ramah. Beruntung sekali pria yang menjadi suami nya. Bahkan menurutku, charisma dokter Kim hari ini mengalahkan kerennya Kyuhyun sunbae mu itu, Kim Yeri…” sambung Wendy.

 

 

“Ya! Katakan dengan perlahan. Kyuhun sunbae dan dokter Kim datang…” bisik Irene.

 

 

“Annyeonghaseyo…” sapa Yeri, Wendy dan Irene bersamaan.

 

 

“Dokter, tadi anda benar-benar sangat keren. Saya akan mendaftarkan diri menjadi fans anda”, kata Wendy bersungguh-sungguh.

 

 

“Ah… Jangan begitu, Wendy-ssi. Aku bukan celebrity atau public figure yang bisa dijadikan idola. Aku hanya seorang dokter…” kata wanita yang disebut bermarga Kim itu.

 

 

“Uhuk… uhuk…” Kyuhyun batuk ditengah obrolan mereka.

 

 

“Kau sudah minum obat?” tanya Sooyoung pada Kyuhyun.

 

 

“Ajik… Obat-obat itu justru membuatku mengantuk. Aku tidak mau meminumnya…” kata Kyuhyun dengan suaranya yang sudah mulai serak.

 

 

“Kau kenal betul bagaimana Cho Kyuhyun, Sooyoung-ah. Apapun yang kau katakan tidak akan dia dengarkan sebelum dia merasakan penderitaan itu sendiri”, sambung dokter Kim.

 

 

“Maja… Si bodoh Cho Kyuhyun…” kata Sooyoung.

 

 

“Ya!!! Bagaimana bisa kau mengatakan itu padaku, Choi Sooyoung?” protes Kyuhyun pada Sooyoung.

 

 

“Eo! Dokter Kim mengenal Sooyoung sunbae dan Kyuhyun sunbae dengan baik?” tanya Wendy heran.

 

 

“Ne… Kami sudah saling mengenal sejak sekolah menengah atas…” jawab Dokter Kim.

 

 

“Uwah… itu berarti Sooyoung sunbae dan Dokter Kim tahu siapa cinta pertama yang diceritakan Kyuhyun sunbae berasal kelas lain di sekolah kalian dulu, benarkah? Ceritakan pada kami, sunbae…” sambung Yeri.

 

 

“Ya!!! Kim Yeri!!!” seru Wendy dan Irene bersamaan, membuat Kyuhyun, Sooyoung dan dokter Kim tersenyum pada satu sama lain.

 

 

 

 

Kyuhyun’s Narration: Tidak keduanya. Kisah cinta pertama yang sudah sekian lama terjadi itu hanya terdengar kisahnya saja. Tidak pernah ada yang benar-benar tahu siapa pemeran utama kisah itu. Kisah itu tidak lagi menjadi rahasia di stasiun tv ini. Kisah pahit manis cinta pertama seorang senior PD program talkshow ‘Evening Breeze’ sudah tersebar hingga ke setiap sudut gedung. Kisah cinta pada seorang gadis 17 tahun yang lalu.

 

 

 

 

September, 1997

 

Musim gugur sudah berjalan hampir 3 minggu lamanya. Ini adalah musim kesukaan Kyuhyun. Karena tidak ada panasnya matahari yang bisa membuatnya berkeringat dan tidak ada salju yang membuatnya merasa sangat kedinginan. Musim gugur selalu cocok dengan kondisi mood Kyuhyun. Namun terkadang, musim gugur sedikit menyulitkannya. Karena udara disekitar sudah mulai dingin dan hujan turun tanpa diduga. Cukup sulit untuk melakukan hobby nya bermain basket selama jam istrirahat. Kedua sahabatnya, Hyukjae dan Changmin justru bersorak gembira karena tidak akan ada yang mengajak mereka berlarian dilapangan disaat mereka ingin menikmati makanan di kantin sekolah dan memperhatikan siswi perempuan cantik yang berlalu-lalang disana. Sekolah mereka memang sudah tidak berisikan anak laki-laki diseluruh penjuru gedung. Sudah bertahun-tahun lamanya sekolah itu menerapkan system Co-Ed, atau campuran antara laki-laki dan perempuan. Namun sayangnya, kelas mereka tetap terpisah. Selama jam pelajaran Kyuhyun, Hyukjae dan Changmin tetap bersama sekelompok anak laki-laki yang selalu bersorak riang dan berbau matahari setelah jam istirahat. Berbeda dengan Hyukjae dan Changmin, Kyuhyun lebih tertarik dengan basket dan perpustakaan. Sampai suatu hari, akhirnya ada salah seorang makhluk cantik yang disebut perempuan mengusik ketenangannya.

 

 

“Eo… Mian…” kata Kyuhyun saat menabrak seorang siswi perempuan dari kelas diujung koridor.

 

 

“Ya! Kau tidak punya mata? Kalau berjalan gunakan matamu, i-byeongsin-a (artinya sama dengan bodoh)!” kata gadis yang tertulis bernama Choi Sooyoung dari name tag nya itu.

 

 

“Mianhandago… Aku kurang focus berjalan. Sekali lagi aku minta maaf…” kata Kyuhyun lagi.

 

 

“Dwaesseo… Kali ini aku maafkan. Lain kali jangan muncul lagi dihadapanku!” seru Sooyoung.

 

 

Sooyoung meninggalkan Kyuhyun menuju ketiga sahabatnya yang menunggu Sooyoung beberapa langkah didepan. “Cho Kyuhyun, mian!” seru seorang gadis berkacamata diantara mereka.

 

 

Mereka pun berlalu dan menghilang dibalik gerombolan siswa-siswi lain yang sedang bergegas menuju tempat tujuan mereka di jam istirahat. Sementara Kyuhyun, masih berdiri diam setelah mendapatkan hentakan aneh di jantung (perasaan jatuh cinta) pertamanya. Sooyoung dan ketiga temannya, Seo Joohyun/Seohyun, Kim Sora, dan Kim Sujin, berjalan menuju bangku taman yang biasa mereka tempati untuk menghabiskan waktu bersama. Mereka membawa serta bekal makanan mereka ke sebuah tempat dengan empat bangku melingkari sebuah meja yang terbuat dari batu dibawah pohon yang cukup rindang.

 

 

“Sooyoung-ah, apakah tadi kau tidak keterlaluan?” tanya Seohyun.

 

 

“Mwoga?” tanya Sooyoung.

 

 

“Tadi kau memanggilnya ‘byeongshin’. Kalian bahkan tidak saling mengenal. Seharusnya kau tidak boleh mengatakan itu padanya…” kata Seohyun lagi.

 

 

“Itu kesalahannya, Seohyun-ah. Koridor sekolah kita cukup luas. Dan tadi kondisi koridor masih sangat sepi. Dia masih saja menabrakku dan membuatku jatuh. Lagipula dia sendiri yang mengatakan bahwa dia tidak focus berjalan. ‘Byeongshin’ adalah panggilan yang tepat untuknya…” Sooyoung membela dirinya.

 

 

“Aku setuju dengan kalian berdua. Sooyoung memang benar itu adalah kesalahan Kyuhyun. Tapi Seohyun juga benar, kau tidak seharusnya memanggil Kyuhyun dengan sebutan byeongshin. Dia adalah siswa terpintar disekolah ini, Sooyoung-ah…” kata Sujin sampai membuat mata Sooyoung terbelalak mendengarnya. “Dia sangat hebat dalam bermain basket tapi tidak pernah berniat bergabung dengan tim basket. Ya… walaupun sikapnya sangat buruk pada orang-orang yang tidak ia kenal. Bahkan cenderung sulit didekati. Ah… mengenai sikapnya. Ini kali pertama ku melihat seorang Cho Kyuhyun mengucapkan kata maaf”.

 

 

“Maja… Aku juga baru menyadari itu. Geunde, Sooyoung-ah, tadi kau benar-benar tidak tahu dia adalah Cho Kyuhyun?” tanya Seohyun.

 

 

Sooyoung tersedak sambil menggeleng menjawab pertanyaan Seohyun. Melihat itu, Sora membukakan botol minum Sooyoung dan memberikan botol itu padanya. Sooyoung pun buru-buru meminum air untuk meredakan tenggorokkannya.

 

 

“Kalian seharusnya memberitahuku! Kalau aku tahu dia adalah siswa yang sering dibicarakan seantero sekolah, mungkin aku tidak akan mengatakan itu. Ah… eotteokhae? Seharusnya aku bersikap baik dan berteman dengannya saat aku mendapatkan kesempatan bagus seperti itu. Kenapa kalian tidak memberitahu aku??? Sora-ya, kenapa kali ini kau tidak memberitahuku juga???” tanya Sooyoung.

 

 

“Mwoga? Memberitahu mu bahwa anak itu bernama Cho Kyuhyun? Kau pikir aku mengetahui hal itu?” tanya Sora yang bersikap acuh tak acuh dan tetap meneruskan makannya.

 

 

“Kim Sora bahkan tidak peduli dengan hal itu, Sooyoung-ah…” Sujin menambahkan.

 

 

“Ah… Nan eotteokhae??? Haruskah aku mendekatinya? Meminta maaf? Memberikan makanan padanya? Katakan padaku, teman-teman. Apa yang harus aku lakukan?” tanya Sooyoung panik.

 

 

Tidak menjawab pertanyaan Sooyoung, teman-temannya justru tertawa melihat tingkahnya. Terkecuali satu orang diantara mereka, Seohyun. Ia menoleh lantai 3 gedung sekolah mereka. Disana, di jendela dekat orang yang biasa ia pandangi selama jam istirahat, dia ada disana, dan sedang menatap kearah mereka. Seketika mata Seohyun terbelalak menyadari itu. Cho Kyuhyun sedang menatap kearah mereka dengan intens. Kyuhyun tidak melepaskan pandangannya sedikitpun dari mereka. Tiba-tiba timbul perasaan resah karena sikap Kyuhyun itu.

 

 

 

 

 

Sementara itu dikelas II-2…

 

“Ya! Mwohanya? (Apa yang kau lakukan?)” tanya Hyukjae yang menghampiri Kyuhyun bersama Changmin.

 

 

“Tidak ada…” jawab Kyuhyun singkat.

 

 

“Whoaaa!!!” seru Hyukjae dan Changmin saat mengikuti arah pandangan Kyuhyun.

 

 

“Daebak… Mwoya ige??? Aku pikir kau anti dengan gadis-gadis…” kata Hyukjae.

 

 

“Ya! Hyukjae-ya… Lihat ini. Cho Kyuhyun yang selama ini tidak tertarik pada ajakan kita memperhatikan gadis-gadis cantik dikantin, ternyata memiliki objek pemandangannya sendiri dari jendela kelas. Dan lihatlah siapa saja objek itu!!! Seo Joohyun, Kim Sora, Kim Sujin, dan Choi Sooyoung. Whoa… Empat bidadari sekolah ini…” sambung Changmin.

 

 

“Salah seorang dari mereka baru saja menyebutku ‘byeongshin’, teman-teman” kata Kyuhyun.

 

 

“Lalu, kau saat ini merasakan sakit hati? Kau memperhatikan mereka karena ingin balas dendam?” tanya Hyukjae sambil seolah berusaha membaca ekspresi Kyuhyun.

 

 

“Naega wae? Itu memang kesalahanku karena menabraknya”, jawab Kyuhyun santai.

 

 

“Sebentar….. byeongshin??? Choi Sooyoung yang menyebutmu begitu?” tanya Hyukjae.

 

 

“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Kyuhyun.

 

 

“Karena hanya siswa-siswi yang tidak mengenalmu lah yang akan memanggilmu seperti itu… Seluruh penjuru sekolah ini mengenal si jenius Cho Kyuhyun. Gadis-gadis, sayangnya, bahkan mengejarmu walaupun mereka tahu kau akan menolak mereka dengan sangat kejam. Gadis itu… Choi Sooyoung… Dia tidak mengenalmu, Kyuhyun-ah. Dia hanya mengetahui namamu, tapi tidak benar-benar tahu bentuk rupa mu. Daebak… kau menabraknya? Ckckck… Kau bahkan tidak bisa melihat bidadari cantik seperti dia karena rusaknya otakmu? Michin saekki…” jelas Hyukjae.

 

 

“Eo… aku tidak bisa melihatnya…” jawab Kyuhyun lagi. “Mereka semua tidak mengenalku?” tanya Kyuhyun didetik berikutnya.

 

 

“Tidak semua… Itu… Gadis berambut hitam sebahu dengan kacamata, Kim Sujin, dia mengenalmu. Dia pernah beberapa kali datang ke kelas dan menanyakan mu untuk melihat rupa mu, tapi kau tidak ada dikelas, sampai di kali kelima dia bertanya akhirnya dia bisa mengetahui bagaimana rupa mu. Dan….. gadis manis berambut cokelat panjang dengan peralatan berwarna pink itu, Seo Joohyun, dia juga mengenalmu. Dia pernah mengantarkan buku titipan Kang seonsaengnim padamu ke kelas. Dan gadis itu… Malaikat, bidadari, dewi, yang turun dari langit hanya untukku, Kim Sora, dia tidak mengenalmu, sama seperti Sooyoung. Hhh… dia bahkan terlihat sangat cantik dan anggun saat makan…” kata Changmin.

 

 

“Begitupun dengan Sooyoung…” sambung Hyukjae cepat.

 

 

“Kau benar…” kata Kyuhyun singkat yang membuat kedua sahabatnya langsung menoleh dan menatap Kyuhyun dengan mata membelalak.

 

 

“Mwo? Wae?” tanya Kyuhyun saat menyadari tatapan Hyukjae dan Changmin.

 

 

“Kau… menyukai salah satu diantara mereka???” tanya Hyukjae penuh kecurigaan.

 

 

“Jinjja??? Jinjja jinjja??? Nugu???” tanya Changmin penasaran.

 

 

“Aku pikir begitu…..”

 

 

 

 

 

##########

 

 

 

 

 

Sooyoung, Sujin, Seohyun, dan Sora telah selesai dengan makan siang mereka. Mereka pun berjalan kembali ke kelas bersama. Sooyoung masih saja berkonsultasi dengan Sujin mengenai cara meminta maaf dan berusaha mendekati Kyuhyun. Sementara Sora memilih hanya mendengarkan Sooyoung tanpa berkomentar apapun. Tiba-tiba, sebelum menaiki anak tangga, Seohyun menarik pelan lengan Sora, membuat Sora menoleh padanya dan menaikkan alisnya seolah bertanya kenapa Seohyun menarik lengannya.

 

 

“Sora-ya, bisa kau antar aku sebentar ke kantin? Aku ingin membeli makanan kecil. Sooyoung-ah, Sujin-ah, kalian ingin titip sesuatu?” tanya Seohyun.

 

 

“Aku ingin susu banana”, jawab Sujin.

 

 

“Aku juga…” jawab Sooyoung.

 

 

“Arasseo. Ayo, Sora-ya”, ajak Seohyun.

 

 

Namun, beberapa meter dari kantin, Seohyun berhenti sambil menahan lengan Sora, memintanya untuk berhenti juga. Sora pun menoleh pada Seohyun yang tertunduk ragu untuk bicara pada sahabatnya itu. Sora menatap Seohyun, menunggu Seohyun bicara padanya.

 

 

“Wae?” tanya Sora akhirnya.

 

 

“Sora-ya… Bisakah kau menolongku?” tanya Seohyun.

 

 

“Mwonde? Apa yang harus aku lakukan untukmu?” tanya Sora.

 

 

Seohyun pun merogoh saku coatnya, dan mengeluarkan selembar amplop berwarna pink dari sakunya. Seohyun memegangnya erat sampai akhirnya ia memberikannya pada Sora. Melihat amplop ditangan Seohyun, Sora mengernyitkan keningnya menatap amplop itu dan Seohyun bergantian.

 

 

“Bisakah kau menolongku memberikan surat ini pada seseorang? Aku tidak mempunyai keberanian untuk memberikannya langsung pada orang itu. Sepertinya aku sangat menyukainya. Aku akan membeli susu banana untuk Sooyoung dan Sujin, lalu memberikan pada mereka dan menjaga mereka agar tidak keluar kelas mencarimu. Jadi, aku mohon, tolong aku untuk memberikan surat ini padanya, eo?” pinta Seohyun.

 

 

“Kau menuliskan namamu didalamnya, kan?” tanya Sora.

 

 

“Tentu saja. Kau tidak perlu takut orang itu akan curiga. Aku dengan jelas menuliskan namaku didalam surat itu”, kata Seohyun.

 

 

“Arasseo. Siapa orang itu?” tanya Sora mengiyakan permintaan Seohyun.

 

 

“Cho Kyuhyun”, jawab Seohyun pelan.

 

 

Mendengar jawaban Seohyun, Sora hanya bisa menghela napas panjang. Bagaimanapun ia sudah menyanggupi pemintaan Seohyun, jadi mau tidak mau ia harus mengantarkan surat itu pada Cho Kyuhyun. Seohyun pun melakukan seperti apa yang dikatakannya. Setelah Sora menerima suratnya, ia berlalu menuju kantin dan membeli tiga buah susu banana dan satu susu strawberry untuk Sora yang tidak menyukai susu banana. Seohyun kembali, dan keduanya berjalan bersama menuju lantai atas, lantai kelas mereka. Sesampainya di lantai itu, Seohyun segera masuk ke kelas, memberikan susu banana milik Sooyoung dan Sujin, serta mengatakan bahwa Sora ingin bertemu dengan temannya, Hyeri, di kelas II-3 ujung koridor yang lain. Walaupun sebenarnya, Sora harus menemui Cho Kyuhyun.

 

 

 

 

Kelas II-2

 

Sora berdiri di depan pintu kelas II-2, kelas Cho Kyuhyun. Ia memperhatikan seluruh isi kelas untuk mencari keberadaan disana. Saat ia tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Kyuhyun, Sora maju beberapa langkah, hingga seluruh siswa yang ada dikelas bisa melihatnya dengan jelas. Sora menoleh ke arah kirinya. Ternyata tempat duduk Kyuhyun dan kedua sahabatnya berada di paling kanan ruangan, bukan paling kiri dekat jendela seperti yang dikatakan Seohyun. Sora menatap Kyuhyun dari tempatnya berdiri, sementara yang ditatap sedang membuka kamus bahasa inggrisnya. Changmin yang menyadari kedatangan Sora serta tatapannya, segera menyentuh bahu Kyuhyun dan memberitahunya. Kedua mata Sora dan Kyuhyun bertemu. Sora pun menggerakkan kepalanya seolah mengatakan pada Kyuhyun untuk menemui nya diluar. Kyuhyun menaikkan alisnya, bingung dengan maksud Sora. Kyuhyun pun menunjuk dirinya dengan telunjuk kanannya, yang dibalas dengan anggukan Sora. Lalu Sora menghilang dibalik pintu. Kyuhyun segera berdiri dan meletakkan kamus di mejanya. Ia keluar kelas dan mengikuti Sora menuju tangga diujung koridor yang jarang dilewati oleh siswa sekolah itu.

 

 

“Wae?” tanya Kyuhyun singkat.

 

 

“Ini…” jawab Sora sambil menyerahkan amplop pink dari saku nya.

 

 

“Apa ini?” tanya Kyuhyun lagi.

 

 

“Surat”.

 

 

“Ara…”

 

 

“Untukmu”

 

 

“Darimu?” tanya Kyuhyun.

 

 

“Ani. Temanku. Dia menuliskan namanya didalam”.

 

 

“Aku harus menerimanya?” tanya Kyuhyun lagi.

 

 

“Eo. Setelah itu baca dan lakukan apapun yang kau inginkan”.

 

 

“Arasseo”, kata Kyuhyun sambil mengambil amplop itu dari tangan Sora. Kyuhyun pun langsung membuka amplop itu dihadapan Sora. “Geunde, kau mengenalku?”

 

 

“Tidak. Sampai beberapa saat yang lalu. A… Chukhahae…” kata Sora.

 

 

“Untuk?” tanya Kyuhyun sambil berusaha mengeluarkan surat dari dalam amplop.

 

 

“Aku membaca mading pagi ini. Ada sebuah kertas pengumuman kemenanganmu di debat bahasa inggris minggu lalu. Chukhahae…” kata Sora lagi.

 

 

“Eo… Gomawo…” kata Kyuhyun sambil membaca isi surat itu.

 

 

Sora yang merasa tugas nya sudah selesai pun segera berbalik dan menaiki anak tangga untuk kembali ke kelas. Namun di langkahnya yang ketiga Kyuhyun memanggilnya. Sora menghentikan langkahnya.

 

 

“Kim Sora!” panggil Kyuhyun sekali lagi.

 

 

“Bagaimana kau tahu namaku?” tanya Sora yang sudah berbalik menghadap Kyuhyun.

 

 

“Ada di name tag mu. Aku bisa membacanya dan mengingatnya dalam otakku”.

 

 

Sora menghela napas pelan, “Wae?”

 

 

“Kau tampaknya tidak menyukaiku, narang sagillae?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

 

 

“Hhh… Kau memiliki masalah dengan kepala mu?”

 

 

“Ani. Aku baik-baik saja. Wae?”

 

 

“Beberapa saat yang lalu kau mengatakan pada Sooyoung bahwa kau tidak focus berjalan, lalu baru saja kau menanyakan apakah aku mau berkencan denganmu…..”

 

 

“Itu adalah salah satu line adegan di drama tv tadi malam. Kau tidak menontonnya? Seluruh siswa membicarakan nya sejak kemarin”.

 

 

“Aku tidak tertarik dengan drama tv”, kata Sora santai.

 

 

“Lalu, jika kau diberikan pertanyaan seperti itu, apa yang akan kau jawab?” tanya Kyuhyun .

 

 

“Aku pikir memang ada yang salah dengan kepalamu. Sebaiknya kau periksakan diri ke dokter”

 

 

“Bersama mu?” ajak Kyuhyun.

 

 

“Naega wae?”

 

 

“Kau yang menyarankannya. Kau juga meragukan keadaan kepala ku yang baik-baik saja. Jadi bukankah sebaiknya kau mengantarku untuk memastikan hasilnya?”

 

 

“Dwaesseo… Aku tidak ingin tahu…” kata Sora sambil sekali lagi mencoba berbalik. “Pergilah dengan temanmu, atau dengan orang yang mengirimkan surat itu”.

 

 

“Neo aniya?”

 

 

“Bukankah aku sudah mengatakannya? Bukan aku. Orang itu menuliskan namanya didalam surat itu”.

 

 

“Disini hanya tertulis huruf ‘S’. Sora. Perkiraanku masuk akal bukan? Aku tidak salah…”

 

 

Sora menghela napas lagi, kali ini lebih panjang. “Maja… Kau tidak salah. Geunde, nan aniya. Ganda…”

 

 

Sora pun benar-benar meninggalkan Kyuhyun di tangga. Kyuhyun membaca surat ditangannya sekali lagi, menimbang-nimbang siapa orang yang menuliskan surat cinta itu untuknya. Setelah menggunakan otaknya untuk berpikir, Kyuhyun baru menyadarinya, empat orang bersahabat itu sama-sama memiliki nama dengan huruf S. Sujin, Sooyoung, Sora, Seohyun. Otaknya tidak terbiasa digunakan untuk memikirkan hal seperti ini. Jadi seberapa keraspun ia berpikir, ia tidak menemukan jawabannya. Kyuhyun menyerah. Ia memutuskan untuk kembali ke kelas dan menyimpan surat itu tanpa mempedulikannya. Kyuhyun menaiki anak tangga dengan malas.

 

 

“Ya, Cho Kyuhyun!” panggil Sooyoung saat Kyuhyun tiba di lantai koridor.

 

 

“Aish, kkamjagiya! Ough… mw.. mwo??? Tidak bisakah kau tidak mengagetkanku? Aish…”

 

 

“A… mian” kata Sooyoung menyesal. “Geunde, apa yang kau lakukan disini?” tanya Sooyoung.

 

 

“Bukan urusanmu… Ah… jantungku…”

 

 

“Mianhae… Untuk semua yang aku lakukan hari ini”.

 

 

“Apa maksudmu?” tanya Kyuhyun.

 

 

“Aku minta maaf karena sudah membentak mu tadi saat di koridor. Dan minta maaf karena mengagetkanmu”.

 

 

“Mwoya… Kau menakutiku. Sangat tidak seperti kepribadianmu…”

 

 

“Kau tahu kepribadianku?”

 

 

“Eo… terlihat jelas diwajahmu. Wanjeon kkangpae… (Benar-benar gangster…)”

 

 

“Aish… nan aniya. Aku gadis yang lembut dan baik hati…”

 

 

“Ch… Jangan bercanda…” Bukan dia. Tidak mungkin dia yang menuliskan surat ini untukku, sambung Kyuhyun dalam hati.

 

 

“Amteun, aku bersungguh-sungguh meminta maaf padamu. Maukah kau memaafkanku?” tanya Sooyoung.

 

 

“Apa yang bisa kau lakukan untukku agar aku memaafkanmu?” tanya Kyuhyun.

 

 

“Mwo??? Ya… Ternyata Cho Kyuhyun adalah tipe orang seperti ini. Ckckck… Arasseo, apa yang kau inginkan?”

 

 

 

 

 

 

SBC TV Station, Maret 2015

 

“Bukan pertemuan yang menyenangkan…” kata Dokter Kim akhirnya.

 

 

“Permulaan hubungan yang sangat dingin”, sambung Sooyoung.

 

 

“Nan aninde…” sahut Kyuhyun, membuat perempuan-perempuan yang ada disekitarnya menoleh padanya. “Wae?” tanya Kyuhyun pada mereka. Sooyoung dan Dokter Kim hanya tersenyum sambil menggeleng pada Kyuhyun.

 

 

“Jadi, cinta pada pandangan pertama, Kyuhyun sunbae?” tanya Wendy.

 

 

“Aku pikir begitu…”

 

 

“A… Aku minta maaf. Sepertinya aku tidak bisa terlalu lama bergabung dengan pembicaraan kisah cinta pertama Cho Kyuhyun PD-nim. Aku memiliki janji konsultasi dengan seorang pasien. Sooyoung-ah, meonjeo ganda…” kata Dokter Kim sambil menunduk memberikan salam pada Yeri, Wendy dan Irene, lalu berlalu pergi meninggalkan mereka.

 

 

“Eo… eo… arasseo. Hati-hati dijalan. Telepon aku saat kau sudah sampai…” kata Sooyoung sambil melambaikan tangannya.

 

 

“Kim Sora!!!” panggil Kyuhyun saat Kim Sora belum pergi terlalu jauh.

 

 

“Wae?”

 

 

“Sampaikan salamku pada Dokter Shim. Orang itu sudah lama sekali tidak menemuiku. Nappeun saekki… Minta dia mengantarmu minggu depan. Arassji?”

 

 

“Eo… arasseo… ganda!”

 

 

“Siapa itu Dokter Shim, sunbae?” tanya Yeri pada Sooyoung dan Kyuhyun.

 

 

“Shim Changmin. Laki-laki yang mengidolakan Kim Sora selama 17 tahun. Ch… sampai saat ini aku masih belum bisa mempercayai bahwa Changmin bisa menjadi dokter ortopedi yang hebat…” kata Sooyoung.

 

 

“Sejak dulu aku sudah tahu dia adalah anak yang pintar. Dia hanya sangat sangat malas. Sebagai sahabatnya, aku merasa beruntung anak itu dipertemukan dengan Kim Sora”, sambung Kyuhyun.

 

 

“Kau juga sudah mengetahui Shim Changmin akhirnya bisa mewujudkan impiannya menjadi penjaga Kim Sora?” tanya Sooyoung.

 

 

“Geureohge… Satu persatu impiannya bisa dia wujudkan dengan sempurna. Michin saekki…”

 

 

“Apakah Dokter Shim Changmin adalah kekasih Dokter Kim?” tanya Wendy yang hanya dijawab dengan tawa kecil dari Kyuhyun, Sooyoung dan Irene.

 

 

 

 

 

 

 

 

November, 1997

 

Hubungan Kyuhyun dan Sooyoung membaik secara instan. Sahabat-sahabat mereka bahkan sering melihat heran pada keduanya. Hubungan yang semula dingin dan berhawa perang, berubah menjadi dekat seolah mereka sudah berteman sejak lama. Keresahan Seohyun pun semakin menjadi saat menyadari kedekatan mereka. Kyuhyun dan Sooyoung akhirnya mengenalkan sahabat-sahabat mereka pada satu sama lain, yang mana membuat Changmin dan Hyukjae bersorak kegirangan. Mereka sering menghabiskan waktu dalam kelompok besar bersama-sama. Pergi ke bioskop, menonton pertandingan basket, menonton konser, bahkan sekedar makan bersama di kedai ddeokbokki sepulang sekolah. Seperti yang mereka lakukan saat ini, menikmati dinginnya musim gugur yang akan berubah menjadi salju beberapa hari mendatang, di taman sekolah dengan bekal makan siang masing-masing.

 

 

“Uwah… Bekal makan siang kalian terlihat sangat enak. Aku iri melihatnya…” kata Hyukjae yang hanya dibekali udon goreng oleh ibunya.

 

 

“Naekkeo meogosipeo? (Ingin makan milikku?)” tanya Sora.

 

 

“Bolehkah aku mencicipinya?” tanya Hyukjae.

 

 

“Geureom. Ini… cobalah…” kata Sora sambil menjulurkan bekalnya pada Hyukjae.

 

 

“Ya… Sangat Kim Sora. Gadis berwajah dingin dengan hati yang sangat lembut. Ckckck… Sora-ya, geumanhae…” kata Sooyoung.

 

 

“Mwoga?” tanya Sora.

 

 

“Geobwa… (Lihat itu…) Changmin tercengang tidak percaya menyaksikan sikapmu yang sebenarnya. Maja, Changmin-ah. Gadis yang sedang kau lihat saat ini adalah Kim Sora. Kim Sora yang sama yang kau lihat mengutuk seorang adik kelas laki-laki di lapangan karena mengotori sepatu putihnya tadi…” sambung Sujin.

 

 

“Aku baru mencuci sepatu ini kemarin. Salahkah jika aku marah padanya?” tanya Sora santai sambil menyuapkan sesendok makanan ke mulutnya.

 

 

“Aniya. Kau tidak salah. Tentu saja kau marah padanya. Mencuci sepatu putih bukan hal yang mudah”, kata Changmin akhirnya setelah sadar dari lamunannya.

 

 

“Geobwa… Shim Changmin sudah jatuh dalam pesona Kim Sora. Daedanhada Kim Sora… Kau mendapatkan penggemar baru lainnya hari ini…” kata Sooyoung dengan nada sarkastik.

 

 

“Lainnya? Maksudmu?” tanya Kyuhyun tiba-tiba, membuat Sooyoung, Seohyun, dan Sujin menoleh pada Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya.

 

 

“Kalian gadis-gadis tidak perlu terkejut. Hal seperti ini adalah hal baru di otak excellent Cho Kyuhyun. Ya, Mr. Jenius. Kau tidak akan pernah tahu tentang hal ini seumur hidupmu jika kau tidak memiliki teman seperti kami. Kau pikir hanya kau yang terkenal di sekolah ini? Ani… Kim. So. Ra. Ada sebuah club penggemar Kim Sora di sekolah ini, ara? Ja… Siapa sja mereka… Beberapa anggota tim basket, taekwondo, paduan suara, bahkan science, ada di club itu. Aku bahkan cukup heran karena sampai hari ini si ketua basket pujaan, Bang Sung Joon, belum mengajak Sora berkencan…” jelas Hyukjae.

 

 

“Haahhh…” Sooyoung, Sujin, dan Seohyun berdecak terkejut dengan ucapan Hyukjae.

 

 

“Ya… nideul mwoya???” Hyukjae ikut terkejut dengan respon ketiga sahabat Sora. “Molla??? Kalian menyebut diri kalian sahabatnya tapi tidak mengetahui hal itu? Daebak… Sora-ya, berteman saja denganku. Aku tahu semua hal di sekolah ini. Eo?”

 

 

“Arasseo…” jawab Sora santai sambil tersenyum pada Hyukjae.

 

 

“Nado…” sambung Changmin.

 

 

“Eung… neodo…” kata Sora lagi.

 

 

“Ya… Kim Sora. Kau begitu populer rupanya…” kata Seohyun akhirnya.

 

 

“Aniya… Sooyoung gadis paling populer di sekolah. Hyukjae memberitahuku secara rinci kemarin”, sambung Sora.

 

 

“Jeongmal? Kau tidak mengarang kan, Lee Hyukjae?” tanya Sooyoung.

 

 

“Tentu saja… Seburuk-buruknya aku dimata setiap siswa di sekolah ini, aku tidak pernah berbohong, Choi Sooyoung. Kepopuleranmu sangat menggila di sekolah ini. Jjang!” kata Hyukjae.

 

 

“Aku pernah mendengar sekelompok siswa membicarakan mu di perpustakaan”, sahut Kyuhyun datar.

 

 

“Jeongmal??? Bahkan sampai di perpustakaan??? Uwah… daebak, Choi Sooyoung”, kata Sujin merespon. “Geunde, aku tidak menyangka, Cho Kyuhyun. Ternyata kau juga mendengarkan jika nama Sooyoung disebut…”

 

 

“Aku juga terkejut pada diriku sendiri…” kata Kyuhyun sambil tersenyum lebar pada Sujin.

 

 

“Aku lebih terkejut dengan respon Sora yang ternyata mendengarkan ucapanku kemarin”, sambung Hyukjae dengan wajah herannya.

 

 

“Nado. Apakah Kim Sora selalu seperti ini?” tanya Changmin sambil menatap Sora, Sooyoung, Sujin, dan Seohyun bergantian.

 

 

“Itulah alasan kami sangat menyukai Sora…” jawab Seohyun. “Seperti yang Sooyoung katakan, wajah Sora memang menunjukkan sikap yang dingin, tapi hatinya sangat lembut. Dia sudah melakukannya padamu dua kali, Hyukjae-ya. Semakin kau mengenal Sora, kau akan dibuat lebih terkejut dengan sikapnya yang sebenarnya”.

 

 

“Ya… Kim Sora. Lupakan saja geu saekki, Bang Sung Joon. Jadilah pacarku, eo?” tanya Hyukjae.

 

 

“YAAA!!!!!”

 

 

Sora justru tertawa lepas memperhatikan teman-teman disekitarnya itu. “Geureolkka? (Really? / Haruskah?)” Sora merespon Hyukjae dengan tawa yang semakin mengembang, mengundang yang lainnya ikut tertawa bersamanya. Sementara seorang anak laki-laki dan perempuan justru menunjukkan ekspresi yang berbeda di wajah mereka.

 

 

 

 

 

 

 

SBC TV Station, Maret 2015

 

“Aku tidak bisa mempercayai ini. Tidak bisa. Benar-benar tidak bisa…” Lee Hyukjae datang menghampiri Sooyoung, Kyuhyun, Wendy, Yeri dan Irene. “Bahkan di tahun 2015 Kim Sora masih menjadi bahan pembicaraan. Daedanhada…”

 

 

“Eo… Annyeonghaseyo, sunbaenim…” sapa Wendy, Yeri dan Irene bersamaan.

 

 

“Berhentilah membicarakan kekasihku seperti itu. Sora-ku akan tersedak jika dia sedang minum saat ini…” sambung Hyukjae.

 

 

“Mwo? Dokter Kim adalah kekasih Hyukjae sunbae? Maldo andwae…” Wendy memberikan responnya.

 

 

“Aku tidak mempercayainya…” sambung Yeri.

 

 

“Aku berharap mempercayainya, tapi aku tidak bisa…” Irene ikut berespon.

 

 

“Michin nom…” kata Sooyoung.

 

 

“Ch… Michin saekki… Kau yang harus berhenti memimpikan wanita yang sudah menjadi istri temanmu…” sambung Kyuhyun.

 

 

“Istri??? Jadi Dokter Kim sudah menikah? Nugurang? (Dengan siapa?)” tanya Yeri.

 

 

 

 

 

 

 

Desember 1997

Kantin Sekolah Menengah Atas Provinsi Khusus Seoul

 

Seluruh mata tertuju pada tempat duduk disudut kantin yang ditempati dua siswa yang cukup dikenal di sekolah. Mereka berbincang tanpa mempedulikan tatapan yang tertuju pada mereka. Anak perempuan itu bahkan membuat banyak siswa laki-laki tercengang saat melihat tawa lepasnya. Sementara anak laki-laki itu terus saja menceritakan kisah-kisah lucu yang membuat tawa gadis itu semakin menjadi. Sooyoung dan Sujin yang baru sampai di kantin pun mengikuti arah tatapan siswa-siswa lain disana. Keduanya menyipitkan mata untuk memperjelas pandangan mereka dan saling memandang satu sama lain.

 

 

“Duri sagyeo? (Mereka berkencan?)” tanya Sooyoung pada Sujin.

 

 

“Molla. Tapi mereka tampaknya menjadi sangat dekat. Bukankah Changmin memang menyukai Sora?” Sujin balik bertanya pada Sooyoung.

 

 

“Geureohge… Jadi akhirnya Changmin mengungkapkan perasaannya dan mereka mulai berkencan?” tanya Sooyoung lagi.

 

 

“Mwohanya uri? Walau sampai besok pun kita saling bertanya satu sama lain, kita tidak akan mendapatkan jawabannya. Gaja… kita tanya langsung pada mereka…” ajak Sujin.

 

 

Sooyoung dan Sujin akhirnya berjalan menghampiri tempat duduk Sora dan Changmin. Sora yang menyadari kedatangan teman-temannya pun melambaikan tangannya, masih dengan senyum mengembang diwajahnya. Sooyoung menarik kursi disebelah Changmin, sementara Sujin menarik kursi yang lain disebelah Sora. Keduanya memperhatikan Sora dan Changmin dengan wajah curiga.

 

 

“Wae? Kenapa tatapan kalian seperti itu?” tanya Changmin.

 

 

“Apa yang kalian lakukan disini, berdua saja?” tanya Sujin.

 

 

“Date…” jawab Sora santai.

 

 

“Mwo? Kalian benar-benar berkencan???” tanya Sooyoung.

 

 

“Bagaimana bisa? Aku harus mengalahkan seluruh siswa laki-laki di sekolah ini dulu untuk melakukan itu…” jawab Changmin yang membuat Sora tertawa kecil.

 

 

“Ch… Kau takut dengan mereka semua? Kalau Sora memilihmu, kau tidak perlu takut pada mereka, Shim Changmin…” sambung Sooyoung.

 

 

“Tetap saja… sekelompok laki-laki anggota club penggemar Sora akan menghadangku di gerbang sekolah dan tidak membiarkan aku hidup tenang. Silheo…” kata Changmin.

 

 

“Ch… nado silhgeodeun… (Aku juga tidak menyukainya…)” sambung Sora.

 

 

“Ckckck… Ya, Shim Changmin, bukankah kau mengatakan kau menyukai Kim Sora?” tanya Sooyoung.

 

 

“Tentu saja…” jawab Changmin pasti.

 

 

“Alasannya?” tanya Sooyoung lagi.

 

 

“Karena bagiku Kim Sora adalah gadis tercantik di sekolah ini”, jawab Changmin dengan senyuman di wajahnya.

 

 

“Auh… Aku merinding mendengarnya, Changmin-ah. Geuman…” sambung Sora dengan tawa kecil menghiasi wajahnya.

 

 

“Ya, ya, ya, aku bertanya, apa yang kalian lakukan? Kalian berkencan atau tidak? Kalian tidak tahu, seisi kantin sedang menunggu penjelasan itu. Jebal jom… jawab aku…” tanya Sujin lagi.

 

 

“Makan bersama. Kalian berdua sudah tidak ada dikelas bahkan sebelum bel istirahat berbunyi, Seohyun pergi entah kemana. Aku kelaparan. Untung saat keluar kelas aku bertemu dengan Changmin. Aku akan mati bosan jika harus makan seorang diri…” Sora menjelaskan.

 

 

“Itu tidak akan terjadi, Kim Sora. Aku akan selalu ada untukmu”, kata Changmin yang mengundang tawa Sooyoung dan Sujin.

 

 

Tiba-tiba seorang siswi menghampiri tempat duduk mereka dengan sikap segan. Keempatnya menoleh pada gadis itu serentak, yang membuat nyali gadis itu semakin kecil. Terlebih dengan tatapan Sooyoung yang mengintimidasi.

 

 

“Ya, ya, Choi Sooyoung! Jangan menatapnya seperti itu. Kau akan menakutinya…” kata Sujin pada Sooyoung.

 

 

“Naega mwol???” bela Sooyoung.

 

 

“Eeeiiii… jangan bertengkar! Ada apa? Siapa yang kau cari? Cho Kyuhyun tidak bersama kami…” kata Changmin yang menyadari gadis itu adalah gadis yang waktu lalu memberikan kue pada Kyuhyun, namun ditolak mentah oleh Kyuhyun.

 

 

“Aniyo….. Sora sunbae, ada seseorang yang ingin bicara denganmu di tangga sebelah kanan gedung”, kata gadis itu akhirnya. Ia menelan ludahnya sebelum mengatakan kata selanjutnya. “Empat mata”.

 

 

Sooyoung, Changmin, Sujin dan Sora saling menatap satu sama lain. Sujin menggerakkan bibirnya membentuk kata ‘Bang Sung Joon’. Di detik berikutnya Changmin menggelengkan kepala nya ragu dengan dugaan Sujin. Namun Sooyoung menganggukkan kepalanya excited mengiyakan dugaan Sujin.

 

 

“Arasseo… Antar aku padanya…” kata Sora pada gadis itu akhirnya.

 

 

“Ne…” jawab gadis itu pelan.

 

 

Sora pun berdiri dan berjalan mengikuti gadis itu dari belakang. Gadis itu berjalan dengan menundukkan kepala nya sungkan dengan keberadaan Sora di dekatnya. Beberapa siswa yang berpapasan dengan mereka melemparkan decak kagum mereka saat berpapasan dengan Sora, yang membuat gadis itu semakin menundukkan kepalanya.

 

 

“Jangan menundukkan kepala mu seperti itu saat berjalan. Kau bisa menabrak…” kata Sora pada gadis itu. “Angkat kepalamu. Kau tidak perlu sungkan padaku. Aku tidak akan melakukan apapun padamu”

 

 

“Hoksi Kim Sora…” salah seorang siswa yang mendengar ucapan Sora memberikan komentar kagumnya.

 

 

“Tentu saja hanya Kim Sora yang akan mengatakan hal itu…” kata siswa lainnya.

 

 

“Cheonsa-da cheonsa…” sambung yang lain.

 

 

Tiba-tiba gadis itu berhenti beberapa langkah sebelum tiba di tangga. Ia menoleh dan mengangkat kepalanya menatap Sora yang memberikan tatapan lembut padanya. Gadis itu kembali menundukkan kepalanya, sungkan untuk menatap Sora terlalu lama.

 

 

“Disini?” tanya Sora lembut. Gadis itu mengangguk pelan. “Arasseo. Kau boleh pergi. Terima kasih, Bae….. Joo Hyun (nama Korea Irene)” kata Sora setelah melihat name tag gadis itu.

 

 

“Ne. Aku pergi dulu, sunbae”.

 

 

“Eo…”

 

 

Setelah melihat gadis itu pergi meninggalkannya, ekspresi Sora kembali datar seperti biasanya. Ia menghela napas panjang sebelum akhirnya melangkah menuju anak tangga, tempat yang dikatakan oleh gadis bernama Bae Joo Hyun itu. Setelah menuruni beberapa anak tangga, Sora melihat seorang anak laki-laki berdiri disana dengan wajah tertunduk. Menyadari kedatangan Sora, anak laki-laki itu mengangkat kepalanya dan menatap wajah Sora. Ia menatap Sora dengan wajah khawatir. Sora pun menuruni beberapa anak tangga lagi, sehingga kini ia berdiri tepat didepan anak laki-laki itu. Sora menyandarkan punggungnya di dinding, menunggu anak laki-laki itu untuk bicara. Namun anak laki-laki itu justru hanya diam memandang wajahnya dan menghela napas panjang.

 

 

“Wae?” tanya Sora akhirnya membuka pembicaraan mereka.

 

 

“Kau sudah makan?” tanya anak laki-laki itu.

 

 

“Eo… baru saja”, jawab Sora. “Kau?”

 

 

Anak laki-laki itu menggeleng. “Ajik… Ada hal yang harus aku keluarkan terlebih dahulu dari tubuhku sebelum aku bisa makan”.

 

 

Sora menganggukkan kepalanya pelan beberapa kali. Dan mereka kembali tenggelam dalam keheningan. Tidak ada satupun lagi yang bicara diantara mereka. Anak laki-laki itu menundukkan kepalanya, seolah menimbang-nimbang apa yang harus dikatakannya. Sementara Sora mengalihkan pandangannya ke sekitar mereka, memperhatikan kondisi tangga yang sangat sepi dan gelap. Tiba-tiba anak laki-laki itu mendekat pada Sora, lalu mencium bibir Sora dan menyentuh tangannya. Sora yang kaget hanya bisa membelalakkan matanya. Seluruh tubuh Sora seolah kaku dan tidak bisa melakukan apapun. Itu adalah ciuman pertamanya. Beberapa detik kemudian, anak laki-laki itu melepaskan ciumannya dan kembali mundur ke posisi nya semula, belum memiliki keberanian untuk kembali menatap Sora.

 

 

“Mw… Mwohae?” tanya Sora terbata.

 

 

“Aku menyukaimu. Kau….. Maukah kau menjadi kekasihku… Kim Sora?” tanya anak laki-laki itu.

 

 

“Kenapa?”

 

 

“Mwo?”

 

 

“Kenapa kau menyukaiku?”

 

 

Seorang gadis membekap mulutnya terkejut setelah mendengar pembicaran dua orang di anak tangga itu.

 

 

 

 

 

 

 

The reason why I stay? Because you’re pretty……

 

 

 

 

 

 

TBC……

 

 

 

Note:

Apakah sudah ada teka-teki yang dapat ditebak sejauh ini? Siapa sebenarnya istri dari Cho Kyuhyun? Apakah cinta pertama nya? Atau justru perempuan lain yang dekat dan selalu bersamanya? Bagaimana kisah sebenarnya dari Shim Changmin yang selama ini ditunggu kedatangannya oleh Kyuhyun? Lalu siapakah anak laki-laki yang menyatakan perasaannya pada Sora di tangga sekolah itu? Dan siapakah gadis yang menyaksikan dan mendengarkan kejadian itu? Tunggu jawabannya di part-part selanjutnya. Kana pamit. Annyeongigaseyo…

Advertisements

33 thoughts on “The Reason(s) Why I Stay: Number 1

  1. main tebak-tebakan.
    klo tebakan aku sih istri’a kyu tu sora, soalnya kya’a kyu suka ama sora ps ketemu pertama kali, yang di suka ama kyu tu sora,
    pi ga tau juga sih, moga aja bener.

    Like

  2. Kyuhyun beneran udah berkeluarga tapi siapa istrinya ya ,, aku sih berharap anak laki2 yang mengatakan cinta ke sora itu kyuhyun ,, ngga tau kenapa lebih suka kyuhyun sama.sora dari pada kyuhyum sooyoung ,, seseorang yang mendengar seohyun kah

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s