They Who Belong to That Position: Behind the Story Part 1

They Who Belong to That Position: Behind the Story Part 1

By: OkadaKana

.

.

.

– Preface –

They Who Belong to That Position BTS I merupakan cerita-cerita dibalik FF They Who Belong to That Position yang tidak diungkapkan dalam FF. Ini bukanlah sekuel dari FF, tapi hanya sebagai penjelas dari beberapa hal yang tidak dijelaskan secara tertulis di FF itu. Part ini akan berisikan penjelasan mengenai tokoh dalam FF dan beberapa tambahan cerita yang tidak ada dalam FF. Selamat membaca…

.

.

Song’s Recommendations:

  1. Cho Kyuhyun – The Time We Were in Love (The Time I Loved You OST)
  2. Park Bo Young – 떠난다 (Oh My Ghostess OST)

.

.

.

.

.

  • THE CAST

Choi Jiah

Choi Jiah (18 tahun) adalah anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Choi Dong Wook dan Ahn Yoo Mi. Choi Jiah terlahir sebagai seorang anak yang mewarisi perusahaan milik keluarganya secara turun temurun. Jiah memiliki 2 orang kakak dan 1 orang adik. Dalam Part 1 dijelaskan dalam 10 hari pertama penyamarannya di Empire School, Jiah mengatakan bahwa ia sudah mengetahui tata letak sekolah itu, namun tidak dijelaskan darimana Jiah mengetahuinya. Jiah dan adiknya beberapa kali pernah diajak oleh kedua kakaknya Choi Hana (24 tahun) dan Choi Siwon (22 tahun) untuk mengunjungi sekolah mereka saat kedua kakaknya masih duduk dibangku SMA (saat itu Jiah masih duduk di bangku sekolah dasar). Hal itulah yang membuat Jiah merasa tidak asing berada di Empire School.

.

.

Sejak berusia 3 tahun, Jiah dan keluarganya tinggal di Seoul dikarenakan ayah Jiah, Choi Dong Wook, harus menggantikan posisi kakek Jiah yang sudah meninggal sebagai Presidir Crown Group. Jiah memulai pendidikannya di Empire Elementary School bersama dengan beberapa pewaris lainnya, diantaranya Bang Minsoo dan Bang Minah (pewaris Songshin Group), dan Jung Yonghwa (pewaris Hansel Group). Mereka berempat bersahabat sejak kecil. Saat memasuki jenjang pendidikan sekolah menengah pertama, Jiah dan Yonghwa memulai hubungan mereka. Keduanya berpacaran dan hal tersebut tidak merubah jalinan persahabatan mereka berempat.

.

Diusia nya yang ke-15, keluarga Choi mengalami musibah yang datang bertubi-tubi. Kerjasama illegal yang dilakukan oleh sekelompok orang di Crown Group membuat kondisi di perusahaan memburuk. Pemalsuan material yang digunakan dalam beberapa produk membuat konsumen menuntut perusahaan dalam pertanggung jawaban. Akibatnya banyak investor yang memutus kerjasama nya dengan Crown Group. Belum selesai masalah di perusahaan, keluarga Choi harus dihadapkan dengan meninggalnya anak pertama mereka Choi Hana. Kondisi keluarga Choi semakin tidak menentu. Hubungan Jiah dan Yonghwa pun berakhir dengan pertunangan yang dirancang oleh CEO Hansel Group, Tuan Jung (ayah Yonghwa) dan CEO Golden Group, Tuan Kang (ayah Soyu). Dengan banyaknya masalah yang terjadi, Presidir Crown Group, Choi Dong Wook, memberangkatkan kedua anak termuda nya untuk tinggal sementara di luar negeri sampai masalah teratasi, Jiah ke London dan Minho ke California. Setelah 1 tahun penyelesaian masalah, Minho kembali ke Seoul, sementara Jiah memutuskan untuk menetap di London.

.

Choi Jiah dan Orang sekitarnya

Di part-part awal They Who Belong to That Position, Choi Jiah memiliki sifat dan sikap yang tidak mudah tertebak. Hal tersebut diungkapkan oleh Kyuhyun dalam pikirannya.

.

They Who Belong to That Position Part 4:

Kyuhyun’s thought: Aku menemukan teka-teki baru dalam hidupku. Melihat wajahnya, mendengar ucapannya, memperhatikan gerak-geriknya, semua hal yang ku lakukan tidak cukup untuk membaca nya. Choi Jiah seperti sebuah buku tebal berharga yang tertutup. Buku yang akan membawaku terlarut dalam kisahnya dengan mudah. Buku yang menawarkan berjuta teka-teki menarik didalamnya. Buku yang bisa mengajarkan, menghibur, dan membuatku menangis disaat yang sama…

 

.

Bagi Kyuhyun, Jiah adalah sebuah teka-teki, buku yang tertutup, buku yang memberikan berbagai macam emosi dalam diri Kyuhyun. Dalam They Who Belong to That Position Part 7 dijelaskan oleh Park Jungsoo mengenai Jiah yang memiliki kepribadian ceria dan terbuka, tapi tidak mudah didekati, hanya merasa aman pada lingkungan nyamannya, dan sangat memilih teman. Part 7 juga menjelaskan bagaimana pertemuan awal Jiah dan Kyuhyun, saat keduanya masih sama-sama berusia 7 tahun (cerita selengkapnya di They Who Belong to That Position Part 7 [coming soon]).

.

Jiah merupakan seorang anak yang tidak pernah membantah apapun yang diminta kedua orang tuanya. Tokoh Jiah digambarkan sebagai seorang anak yang mengikuti apapun kemauan kedua orang tuanya, tidak banyak bicara, menyimpan permasalahan yang dimiliki untuk dirinya sendiri, tertutup, dan dingin. Sikap hangat Jiah hanya ditunjukkan kepada adiknya, Minho, dan sesekali pada ibunya dan Minah, sahabatnya. Karakter Jiah sebelum pergi meninggalkan Seoul 3 tahun yang lalu tidak digambarkan dalam FF. Jiah sebelum kepindahan ke London adalah seorang gadis yang ramah, ceria, walaupun tertutup tapi penuh dengan senyum, lembut, dan sederhana. Sikap dan sifat Jiah berubah dikarenakan oleh banyaknya masalah yang ia hadapi. Setelah kembali dari London, Jiah menjadi seorang gadis yang dingin, independen, lebih tidak banyak bicara, keras, sangat tertutup, dan lebih berani menghadapi apapun. Sikapnya perlahan menjadi lembut setelah pertemuannya dengan beberapa orang di Empire Group (Hyeri, Hyosung, Suzy, dan Kyuhyun).

.

Hubungan Jiah dan keluarga nya terbilang baik. Namun tidak dengan hubungannya dengan Siwon. Hubungan Jiah dan Siwon yang semula sangat baik, mulai memburuk setelah kematian Choi Hana. Ibu Jiah menjadi sangat protektif pada Jiah. Siwon yang saat itu baru berusia 19 tahun merasakan hilangnya perhatian yang ia dapatkan. Ayah mereka mulai disibukkan dengan pembenahan dan pembangunan kembali bisnis keluarga mereka, sementara ibu mereka lebih memperhatikan kedua anak termudanya. Kekesalan Siwon semakin menjadi ketika dihari kelulusan nya di SMA, ibu mereka lebih memilih mengantar Jiah ke London dan menetap disana selama 3 bulan (melewatkan hari-hari menjelang ujian masuk universitasnya). Ayah mereka juga sibuk berpergian dari satu negara ke negara yang lain. Siwon yang saat itu sedang mempersiapkan ujian masuk universitasnya, dibebankan tugas menjaga Minho yang saat itu baru berusia 13 tahun. Setelah kembali ke Seoul, ibu mereka kembali disibukkan dengan pekerjaan di perusahaan cabang Crown Group di beberapa kota besar.

.

Dua bulan setelah kembalinya ibu mereka ke Seoul, Siwon harus dihadapkan dengan kondisi ibu mereka yang berubah. Nyonya Choi mengalami Dissociative Amnesia, dimana terjadinya amnesia yang disebabkan trauma di masa lalu (meninggalnya Hana) yang membuat penderita kehilangan ingatannya di beberapa masa dan membuat ingatannya sendiri. Nyonya Choi tidak mengenali Siwon. Nyonya Choi hanya mengingat adanya 2 anak dalam keluarga mereka, Hana dan Siwon. Namun, dalam ingatan nyonya Choi, Hana berusia 15 tahun dan Siwon berusia 13 tahun (sesuai dengan usia Jiah dan Minho saat itu). Hal tersebut membuat Nyonya Choi memanggil Minho dengan nama Siwon dan meyakinkan dirinya kalau anaknya yang berada di London adalah Hana. Siwon yang merasa kesal menyalahkan Jiah dan Minho atas kejadian itu, menganggap Minho telah merebut sepenuhnya ibunya darinya. Tapi Siwon tidak pernah memikirkan bahwa kesedihan Jiah dan Minho lebih besar darinya. Karena Nyonya Choi bahkan tidak mengingat pernah melahirkan Jiah dan Minho dalam kehidupannya.

.

Penyebab penyakit yang dialami Nyonya Choi yang tidak dijelaskan dalam FF adalah kenyataan bahwa Nyonya Choi mengetahui penyebab sesungguhnya kematian Hana. Selama 2 tahun Nyonya Choi menyimpan rahasia nya, hingga suatu saat ia menceritakan nya pada Tuan Choi dan Siwon tidak sengaja mendengarnya. Akhirnya rahasia itu terus disimpan oleh ketiganya sampai Jiah dan Minho baru mengetahuinya di Part 9. Penyakit yang dialami Nyonya Choi tidak terus menerus terjadi. Nyonya Choi dapat kembali ke keadaan normal dan tidak mengingat apapun yang terjadi saat penyakitnya kambuh. Kemudian di tahun ketiga setelah kematian Hana, keluarga Choi akhirnya menemukan satu hal yang dapat membantu Nyonya Choi tetap pada keadaan normalnya. Pertunangan Jiah dan Kyuhyun. Nyonya Choi akan kembali pada keadaan nya jika membicarakan pertungan anaknya dan anak sahabatnya itu. Nyonya Choi mengingat semua hal dengan baik, tapi tidak dengan ingatan kasus kematian Hana. Dalam keadaan normalnya, alam bawah sadar Nyonya Choi melupakan kasus itu. Kasus itu baru akan kembali muncul saat penyakit nyonya Choi kambuh.

.

Setelah 2 tahun mengalami masa sulit, akhirnya Crown Group kembali bangkit dengan kerjasama nya dengan Castle Group dan Songshin Group membuat perusahaan Coorperation bernama CS Corp. Choi Dong Wook, Cho Jung Woo (ayah Kyuhyun) dan Bang Min Seok (ayah Bang twins) menjadi pemegang saham terbesar sekaligus pemilik dari CS Corp. Dengan proyek yang mereka lakukan bersama, akhirnya membuat Crown Group, Castle Group dan Songshin Group menjadi tiga perusahaan teratas dalam dunia bisnis.

.

.

.

.

Cho Kyuhyun

Cho Kyuhyun (18 tahun) adalah anak pertama dari pasangan Cho Jung Woo dan Park Seon Mi. Kyuhyun sudah ditunjuk sabagai pewaris utama Castle Group sejak berusia 16 tahun. Ia memiliki seorang adik bernama Cho Mirae (16 tahun). Cho Kyuhyun merupakan seorang anak dengan sikap yang sangat dingin pada siapapun yang tidak dikenalnya. Ia dikenal dengan sikapnya yang cuek, independen, tertutup, tidak suka mencampuri urusan orang lain, tapi tidak suka menindas orang lain. Namun sikap Kyuhyun mulai berubah sejak kedatangan Jiah di Empire School. Saat ditanya oleh kedua orang tua nya dalam perjalanan bisnis yang mereka lakukan, Kyuhyun memilih untuk berbohong dengan berpura-pura lupa dengan perjodohannya dengan Jiah (kisah selengkapnya di They Who Belong to That Position Part 8).

.

Saat berusia 6 tahun, Kyuhyun adalah anak yang pendiam, dipenuhi dengan trauma, ketakutan, dan introvert (selengkapnya di Part 7). Tidak ada siapapun dalam keluarga Cho yang bisa mendekatinya. Kyuhyun bangun tidur, makan, bermain, dan melakukan aktivitas lainnya dalam kebungkamannya. Sampai akhirnya saat berusia 7 tahun, Kyuhyun mulai berubah. Saat Keluarga Nyonya Choi berkunjung ke rumah mereka dengan membawa Jiah, Kyuhyun menunjukkan perubahannya. Kyuhyun mulai kembali berbicara, tersenyum, bersentuhan dengan orang lain, dan menunjukkan ekspresi nya. Setelah 1 tahun menunjukkan perubahannya, akhirnya Cho Kyuhyun ikut dengan keluarga nya pindah ke Jepang.

 

.

Hubungan Kyuhyun dan Soyou

Kyuhyun pindah ke Jepang saat berusia 8 tahun. Setelah mempelajari bahasa Jepang, meneruskan terapi yang sudah dilakukannya selama 2 tahun terakhir, dan masuk ke Empire School di Jepang, Kyuhyun menjalani kehidupannya seperti anak normal lainnya. Kyuhyun bahkan menjadi anak populer di sekolahnya. Hal tersebut membawa Kyuhyun pada pertemuannya dengan Soyou saat mereka duduk di kelas 3 sekolah dasar. Kyuhyun menyukai Soyou dan mengikuti Soyou kemanapun ia pergi. Setiap bertemu dengan Soyou disekolah, Kyuhyun seolah menjadi seorang anak yang tidak pernah mengalami hal buruk apapun dalam hidupnya. Keberadaan Soyou perlahan membuatnya lupa pada teman masa kecilnya, teman yang membuatnya menjadi Kyuhyun yang berbeda, Choi Jiah.

.

Kyuhyun menjalani kehidupannya di Jepang bersama dengan ibu dan adiknya. Sementara ayahnya kembali ke Seoul untuk menjalankan perusahaan keluarga mereka, Castle Group. Hubungan Kyuhyun dan Soyou pun berlanjut ke hubungan sepasang kekasih. Kyuhyun menganggap, jika di usianya perasaan itu disebut cinta monyet, maka Soyou-lah cinta monyetnya. Sampai suatu ketika saat mereka sudah duduk di bangku sekolah menengah pertama, Soyou berubah. Kyuhyun melihat Soyou berkencan dengan sahabatnya. Beberapa kali Kyuhyun mengikuti Soyou saat berpergian bersama sahabatnya itu. Namun Kyuhyun tidak pernah mengatakan apapun saat ia bertemu dengan Soyou. Hubungan mereka berakhir saat di kelas 8, Soyou mengatakan ia memilih untuk kembali ke Seoul dan bertunangan dengan Jung Yonghwa, pewaris Hansel Group yang saat itu sedang berada di puncak kejayaan. Soyou meninggalkan Kyuhyun begitu saja, yang akhirnya membuat Kyuhyun kembali pada dirinya yang dulu. Kyuhyun menjadi tertutup, dingin, dan tidak percaya pada siapapun, bahkan pada sahabatnya sendiri. Kekecewaan yang Kyuhyun alami membuatnya menjadi laki-laki yang hanya mempedulikan dirinya dan orang terdekatnya.

.

Baru beberapa bulan setelah ia masuk ke SMA di Empire School Jepang, Kyuhyun beserta ibu dan adiknya diminta kembali ke Seoul. Tuan Cho mendaftarkan Kyuhyun dan Mirae ke Empire School. Disanalah Kyuhyun kembali bertemu dengan Soyou, yang sudah bertunangan dengan Yonghwa. Keduanya menjadi bagian dari sebuah perkumpulan yang disebut The Satans. Geng itu adalah gagasan dari beberapa anak pewaris seniornya. Hanya pewaris dan anak-anak pengusaha serta pejabat yang bisa bergabung dengan geng itu. Namun dipertengahan tahun, sebuah perubahan terjadi. Kyuhyun yang semula berada di kelas I-2, dipindahkan ke kelas I-1. Hierarki Sosial di sekolah itu tiba-tiba berubah. Kesuksesan CS Corp membuat Kyuhyun menjadi siswa terpandang di Empire School (bersama dengan Minsoo dan Minah). Kyuhyun, Minsoo dan Minah yang notabene adalah sepupu, tidak serta merta merebut posisi dalam The Satans, meski mereka tahu mereka memiliki kekuasaan itu. Ketiganya memilih untuk menjalani hari-hari mereka seperti sebelumnya, tanpa mempedulikan status, kekayaan, dan posisi. Kesuksesan keluarga Kyuhyun akhirnya membuat Soyou kembali mempertimbangkan Kyuhyun. Diam-diam Soyou berencana kembali mendekati Kyuhyun. Namun rencana itu gagal dengan kedatangan seorang siswa baru bernama Jiah yang menarik perhatian Kyuhyun.

 

.

.

Hubungan Kyuhyun dan Jiah

Sejak pertama kali Kyuhyun melihat Jiah di Empire School, sesuatu dalam diri Kyuhyun tertarik lebih jauh pada Jiah. Kyuhyun sudah melihat Jiah saat pertama kali Jiah melangkahkan kakinya di gerbang Empire School. Kyuhyun mengikuti Jiah kemanapun Jiah pergi, memperhatikan setiap langkah Jiah dari kejauhan dan dalam diam. Sampai tindakan yang dilakukan The Satans pada Jiah membuatnya mendekat. Kyuhyun yang semula tidak menginginkan perjodohannya dengan Jiah dan tidak suka mencampuri urusan orang lain, justru memutuskan untuk melangkahkan kaki nya masuk kedalam permasalahan orang lain, menjadi bagian dari permasalahan itu, dan membiarkan Jiah menjadi salah satu bagian dari cerita hidupnya. Ada sesuatu dalam diri Jiah yang membuat Kyuhyun mengenalnya dengan baik sekaligus tidak mengenalnya dalam waktu yang bersamaan.

.

“Lepaskan tanganmu, Hwang Chansung!” Kemarahan pertama Kyuhyun di They Who Belong to That Position Part 1.

.

Seperti yang author jelaskan dalam Disclaimer, karakter, sifat dan sikap Cho Kyuhyun diambil sedikit referensi dari tokoh Christian Grey yang posesif, dingin, dan dipenuhi dengan hawa kekuasaan. Kemarahan Kyuhyun pada Chansung adalah sikap posesif Kyuhyun yang pertama pada Jiah. Kemarahan itu diartikan sebagai ketidaksukaan Kyuhyun pada semua orang (khususnya laki-laki) yang mencoba menyentuh Jiah. Ada sesuatu dalam diri Kyuhyun yang walaupun ia mencoba menjauh dari Jiah, tapi dalam waktu yang sama ia juga merasa memiliki Jiah. Karena Jiah adalah tunangannya.

.

.

Review keposesifan Kyuhyun pada Jiah di Part 1 lainnya…

“Geumanhae… Geumanharago, Jiah. Kau justru akan mendapatkan hal yang lebih buruk dengan melempar kuah kare ini ke loker mereka”.

.

“Bawakan seragam. Ya… kau tahu ukurannya… Jiah sangat kuning. Kali ini kau boleh bantu…”

.

“Kau tidak lelah seperti ini terus setiap hari? Mau sampai kapan? Mereka tidak akan pernah puas sebelum kau keluar dari sini. Ini semua sangat kekanakan buatku. Kau punya kekuatan itu, tapi kau bertingkah seolah tidak berdaya. Kau mau disebut apa memangnya? Stop it, Jiah. Beritahu mereka siapa kau sebenernya, oke? Apa sih tujuanmu sebenarnya? Kau tidak lelah?”

.

“Stop it, okay? Kau akan lebih aman kalau bersamaku. Kapan sih kau mengerti itu?”

.

Kepedulian (yang lebih mirip sikap posesif) Kyuhyun pada Jiah akhirnya tidak dapat ditahan lagi oleh Kyuhyun. Tanpa mempedulikan apa yang telah Jiah sembunyikan, Kyuhyun selalu membantu dan mendesak Jiah untuk mengatakan hal yang sebenarnya. Sampai akhirnya tiba di suatu hari saat Kyuhyun mengungkap jati diri Jiah didepan semua siswa Empire School. Dengan terungkapnya jati diri Jiah, Kyuhyun pun mengungkap hal lain yang baru diketahui Jiah, yaitu perjodohan mereka berdua.

.

Kyuhyun menghadapi masa sulit untuk mengartikan perasaannya pada Jiah (perasaan Kyuhyun sebenarnya terungkap di Part 8). Hubungan Jiah dan Yonghwa di masa lalu semakin menambah rumit keadaan Kyuhyun. Hubungan buruk diantara mereka berempat membuat sikap posesif Kyuhyun pada Jiah semakin kuat. Kyuhyun sudah mengalami kehilangan dan perasaan ditinggalkan selama beberapa kali dalam hidupnya. Hal tersebut akhirnya membuat Kyuhyun memiliki perasaan memiliki pada Jiah yang begitu besar. Kyuhyun tidak mau apa yang menjadi miliknya diganggu dan diambil lagi darinya. Kyuhyun membuktikannya dengan menyatakan Jiah sebagai tunangannya di depan semua orang, termasuk Yonghwa. Kyuhyun membuat garis batas mereka. Garis yang tidak bisa dilewati oleh siapapun. Garis yang jika dilewati akan menjadi hal buruk bagi yang melewatinya.

.

.

.

  • UNWRITTEN STORY (They Who Belong To That Position Part 1)

.

Kediaman Keluarga Choi

Siwon’s Thought

“Bagaimana kamarnya? Kau suka?”

.

“Minho-neun?”

.

“Sebentar lagi pulang. Sangshik sedang bersiap-siap menjemput Minho. Kau mau ikut? Kau bisa ikut melihat sekolah barumu.”

.

“Aniyo. Jeon Gwaenchanhayo. Masih sekolah yang sama”.

.

“Yasudah… kau istirahat dulu. Nanti aku siapkan makanan kesukaanmu untuk makan malam”.

.

Ia kembali. Jiah kembali. Walaupun aku hanya bisa berdiri dibalik pintu kamarnya dan tidak bisa melihat wajahnya, tapi mendengar suaranya saja sudah lebih dari cukup untukku. Akhirnya aku bisa sedikit bernapas dengan lebih baik. Apakah ia menyukai kamarnya? Ia bukannya menjawab pertanyaan eomeoni, tapi justru menanyakan Minho. Orang yang mendekorasi, menyiapkan dan menata ruangan itu kan aku. Ia bahkan tidak mencariku. Hmm… Apa yang kau pikirkan Choi Siwon. Setelah perlakuanmu padanya, bagaimana bisa kau mengharapkan namamu disebut olehnya? Aku memang kekanakan. Saat itu karena kecemburuanku aku menjauhinya. Saat itu karena keserakahanku aku membuangnya. Tanpa mempertimbangkan bagaimana perasaannya, aku menyalahkan semua hal padanya. Kau bodoh, Choi Siwon. Seharusnya kau menyadarinya sejak awal. Haruskah aku meminta maaf saja padanya? Haruskah aku menunjukkan ke khawatiranku padanya? Lalu aku akan menceritakan padanya semua hal yang terjadi di rumah ini saat ia tidak ada. Aku juga akan menunjukkan padanya kura-kura yang kami pelihara sejak kecil di kolam belakang. Aku juga bisa mengajaknya bersepeda mengelilingi rumah seperti yang dulu sering kami lakukan. Bisakah kami melakukan itu lagi? Aku sangat ingin memeluknya saat ini. Adik kecilku.

.

Tidak. Aku tidak boleh melakukannya. Semua hal itu akan membuatnya menjadi gadis yang lemah. Aku tidak boleh membuat Jiah menjadi seorang yang lemah. Aku harus tetap bersikap seperti ini padanya. Aku harus menjadi Choi Siwon, kakak yang tidak disukainya. Karena dengan begitu ia akan menjadi kuat. Menghadapiku adalah latihan untuknya. Ia harus menunjukkan padaku keteguhan hatinya. Ia harus menantangku, melawanku, dan menunjukkan kekuatannya padaku. Aku tidak bisa menjadi lemah disaat seperti ini. Dan juga….. eomeoni ada didalam. Ia disana bersama Jiah. Kekhawatiranku memuncak seketika. Aku harus berjaga dan fokus mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Jiah tidak harus mengetahui keadaan eomeoni sekarang. Jiah perlu waktu untuk itu. Jiah masih perlu kekuatan untuk itu. Jiah masih perlu menghadapiku, dan membenciku untuk menjadi kuat. Sampai pada saatnya nanti ia akan mampu menghadapi semua masalah dirumah ini. Nuna, maafkan aku. Aku tahu seharusnya aku melindunginya. Aku tahu diatas sana kau pasti sedang sangat marah padaku. Tapi hanya ini cara yang ku tahu untuk membuatnya kuat. Aku hanya bisa menjanjikan padamu, nuna. Ia tidak akan mengalami apapun, mengetahui apapun, sakit karena apapun, terluka karena apapun, sebelum ia benar-benar siap dengan itu. Walaupun dengan cara itu aku harus menerima kebencian dari adikku.

.

.

Minho’s Thought

“Welcome home, Jiah-ya… Maafkan oppa…

.

Siwon hyung….. bagaimana bisa kau membohongi kami dan dirimu sendiri selama ini? Hyung selalu bersikap seolah membenciku dan Jiah nuna, tapi lihatlah yang hyung lakukan sekarang. Hyung merindukan nuna, tapi hyung bahkan tidak bisa masuk ke ruangan itu dan mengatakan kalimat yang baru saja hyung bisikan langsung pada nuna yang baru saja sampai. Inikah yang hyung rasakan sebenarnya setelah selama 3 tahun tidak pernah sekalipun menemui Jiah nuna? Air mata itukah jawabannya, hyung? Aku tidak tahu apa yang kau rasakan. Karena kau tidak pernah menunjukkannya, dengan kata ataupun dengan ekspresi. Tapi melihat hyung diam-diam mempersiapkan kamar Jiah nuna, mengurus kepindahan nuna ke Empire School, dan sekarang berdiri di depan pintu kamar Jiah nuna sambil menangis, itu semua sudah cukup memberiku jawaban seberapa besar rasa sayang hyung pada Jiah nuna. Walaupun aku tidak tahu bagaimana dengan perasaanmu padaku hyung. Maafkan aku, hyung. Sebagai adikmu yang jelas-jelas melihat kesedihan hyung sekarang, aku bahkan tidak bisa menggerakkan kakiku untuk mendekati hyung dan menghibur hyung. Aku tidak memiliki keberanian itu, hyung. Aku selalu berusaha mengerti sikap hyung padaku. Aku telah merebut eomeoni dari hyung. Baik disaat sehat maupun disaat sakit, eomeoni selalu bersamaku. Aku tidak bisa membenci semua sikap yang hyung tunjukkan padaku. Aku layak menerima sikap itu, hyung. Aku hanya berharap, baik aku menyadarinya atau tidak, aku bisa mendapatkan sikap hyung saat ini untukku. Karena walaupun hyung terlihat sangat terluka, hyung telah menunjukkan perasaan hyung yang sebenarnya. Hyung sangat menyayangi Jiah nuna.

.

.

At Empire School

Kyuhyun’s Thought

Choi Jiah. Kau tampak baik. Kau sudah jauh berbeda dengan foto terakhirmu di media 3 tahun yang lalu. Ada apa dengan wajah itu? Kau tampak kehilangan jiwamu. Kaki itu bahkan melangkah ragu memasuki gedung ini. Wajah itu bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari jalan. Siapa yang kau hindari? Apakah ia khawatir tidak akan mempunyai teman disini? Tentu saja. Ia baru kembali dari London. Ia pasti tidak mengenal siapapun. Haruskah aku menghampirinya dan mengajaknya bicara? Dengan begitu aku bisa mencari kelemahannya dan kembali mencoba membencinya. Bisakah aku melakukannya? Choi Jiah… Apa yang kau lakukan padaku? Jantung ini bahkan berdetak lebih cepat pada detik pertama aku melihatmu memasuki gerbang itu. Aku seharusnya kembali pada rencana awalku untuk membencimu. Kau adalah salah satu alasan Soyou meninggalkanku. Kau merebut kebahagiaanku. Tapi kenapa hari ini aku justru merasa bahwa kau membawanya kembali ke kehidupanku? Choi Jiah, peran apa yang sedang kau mainkan? Kau datang ke sekolah dengan berjalan kaki, seragam yang cukup lusuh, dan diikuti oleh seseorang yang aku tahu betul siapa dia. Entah kenapa perasaanku mengatakan kau sedang mengudang sendiri masalahmu dengan apa yang kau lakukan.

.

Lihatlah, Choi Jiah. Itu akibatnya kalau kau berjalan hanya melihat ke lantai. Kau menabrak seorang….. well, penerima beasiswa. Lihatlah kertas yang dibawanya berserakan dilantai. Tapi, apa yang kau lihat, Choi Jiah? Seharusnya kau membantu anak itu. Tapi kenapa kau….. Kang Soyou? Kenapa kau memandangnya dengan tatapan itu? Tidak… bukan Kang Soyou. Jung Yonghwa. Mereka saling menatap dengan ekspresi yang berbeda. Choi Jiah menatapnya dengan kebencian, dan Jung Yonghwa menatapnya dengan penyesalan. Apa mereka saling mengenal?

.

.

Benar dugaanku. Kau memainkan sebuah peran. Aku sudah menunggu cukup lama untuk bertemu denganmu, tapi apa yang ku dapatkan sekarang? Kau ditempatkan di kelas II-4. Kau adalah Choi Jiah yang sama, yang aku lihat di beberapa foto yang tersimpan dalam folder rahasia CS Corp. Tapi hari ini aku hanya menemukan nama Jiah sebagai siswa baru di Empire School. Dan di kelas II-4? Aku sudah menyiapkan tempat dudukmu tepat didepanku di kelas II-1. Apa yang kau lakukan? Permainan apa ini? Dan….. kau sudah memulainya? Semua siswa disekitarku menyebutkan namamu dengan tawa disela tiap kalimat mereka. Penyandang dana? Benarkah kau melakukan itu?

.

Ya Tuhan… apa yang kau lakukan, Choi Jiah? Semua anak melemparimu dan kau tidak melakukan apapun? Apa yang kau lakukan? Bangun! Katakan pada mereka siapa dirimu. Choi Jiah, aku tidak menyukai permainanmu. Tolong beritahu aku apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku mengungkapkan hal yang sedang berusaha kau tutupi? Bolehkah aku?

.

“Stop! Stop! Aku bilang stop!”

.

Benar begitu. Kau harus menghentikan mereka. Gunakan kekuatanmu, Choi Jiah.

.

 

“Yah….. nuguya? Saeroun eolguline…”

.

“Pahlawan tidak tau tempat tepatnya”.

.

“Kau anak siapa? Perusahaan mana? Anak CEO? Jawab! Kalau kau anak CEO, kau salah jika bergaul dengan gembel itu, anak baru…”

.

“Neon nuguya?”

.

“Kalian bener anak SMA? Tanpa aku tanyapun aku tahu nama kalian. Park Seojin, Kim Taeyeon, Bae Suzy, Kang Soyu, Hwang Chansung, Jung Jinwoon. Kalian bisa baca sendiri kan namaku di name tag? Menyusahkan…”

.

“Penerima dana lainnya? Membela sesama penerima dana..… hah! Tidak berguna! Derajatmu disini tidak akan naik hanya karna kau membela teman lemahmu itu, Ji Ah. Kau bangga menjadi penerima dana?”

.

Apa? Tidak! Kang Soyou… lepaskan dia. Berani nya kau…

 

.

“Lalu kau? Aku tanya, kau? Kedudukanmu apa sampai kau sepercaya diri itu merendahkan orang lain?”

.

“Hah… aku? Aku anak dari pemilik Golden Group. Kang Soyu. Kau pasti tidak tau kan apa itu…..”

.

“Peringkat kedua? Cih… segitu bangga nya kau…”

.

 

Plak!!!

 

.

Kang Soyou! Beraninya kau menamparnya. Aku tidak bisa lagi bertahan, Choi Jiah. Kau tidak bisa melawan mereka dengan permainanmu itu.

 

.

“Apa? Mau lagi?”

.

“Ya! Geumanhae! Yuchihage…”

.

Lihatlah yang kau lakukan Cho Kyuhyun. Kau salah menilai nya. Kau tidak akan mendapatkan ucapan terima kasih karena telah membantunya terlepas dari mereka. Ia justru menantangmu, melawanmu. Tapi, kenapa kau hanya melakukan ini padaku? Apa yang kau lakukan sejak tadi, Choi Jiah? Seolah aku sedang melihat dirimu yang sebenarnya. Choi Jiah yang sejak awal aku harapkan muncul dihadapanku. Inilah Choi Jiah yang ada di imajinasi ku sejak lama.

.

“Pengecut…”

.

Wow… kata itu menyadarkanku dari lamunanku dengan cepat. Pengecut? Baiklah. Aku pengecut. Aku bahkan tidak melakukan apapun untuk membantumu sejak awal. Aku memang pengecut, Choi Jiah. Luapkan kemarahanmu padaku. Benci aku sebanyak yang kau inginkan. Buat aku membencimu juga, Choi Jiah. Sebelum hati ini menyerah.

.

“Dengar, nona kecil. Anak itu tahu benar tradisi di sekolah ini yang tidak bisa dengan mudah dihilangkan. Dia sudah berusaha menghindar. Tapi kau dengan senyum bodohmu itu justru mengajaknya masuk ke sesuatu yang dia hindari. Mungkin kau pikir aku pengecut. Terserah padamu. Tapi untukku, aku hanya menyadari posisiku. Aku bukan orang yang suka ikut campur urusan orang lain. Pesanku, sesekali gunain telinga dan otakmu dengan sebaik-baiknya”.

.

“Ya! Setidaknya aku tidak cuma berdiri menonton sambil melipat tangan di dada! Dasar pengecut!”

.

“Yang melipat tangan di dada itu aku. Bukan si Kyuhyun bodoh itu… Choi Jiah”

 

.

Choi Jiah. Seorang menyebut nama itu dengan mudah. Jika orang itu bisa, tentu aku….. Bang Minsoo? Mereka saling mengenal? Tapi bagaimana…..

“Jiaaaahhhh!!!”

 

.

Dan Bang Minah? Bagaimana mereka bisa saling mengenal? Bagaim….. benar. Jiah pindah ke London di kelas 8, sebelumnya Jiah adalah siswi Empire School. Tentu mereka saling mengenal. Kalau begitu, Jung Yonghwa? Apa Choi Jiah juga mengenalnya? Tapi saat mereka bertemu tadi mereka….. Penyesalan. Tatapan Jung Yonghwa menunjukkan penyesalan. Rahasia apa lagi ini? Apapun itu, tidak lagi Jung Yonghwa. Persetan dengan rencanaku membencinya. Apapun perasaan yang ku miliki padanya, Choi Jiah adalah milikku.

.

“Stop it, okay?”

.

“Lepaskan aku, Cho Kyuhyun!”

.

“Tidak! Kau akan lebih aman kalau bersamaku. Kapan sih kau mengerti itu?”

 

.

“Lepaskan! Lepas aku bilang! Lepaskan! Cho Kyuhyun! Kalau kau terus-terusan ikut campur aku benar-benar bisa mati!”

.

Apa dia bilang? Dia bisa benar-benar mati karena aku? Jadi selama ini aku….. tidak. Tidak Jiah. Kau tidak boleh berkata seperti itu. Tidak. Tidak lagi. Tidak ada lagi yang boleh pergi. Kau tidak akan kemanapun Choi Jiah. Kau akan selalu bersamaku. Setidaknya itu janjiku pada ayah dan kakakmu.

.

.

Ada hal yang salah dengan pikiran dan perasaanku. Aku sudah sangat yakin dengan rencanaku untuk membencinya saat aku bertemu dengannya. Tapi apa yang terjadi sekarang? Hanya dengan melihatnya setiap pagi melewati gerbang sekolah saja aku merasa bisa bernapas dengan baik. Tapi kemudian ia membuatku marah dan terluka pada setiap perlakuan yang ia terima. Bagaimana ia bisa melakukan padaku? Ia membuatku menjadi orang bodoh. Setiap malam hanya ada kekhawatiran akan apa yang akan terjadi padanya esok hari. Kemudian rasa lega disetiap pagi melihat wajahnya, lalu rasa marah karena sifat keras kepalanya menjaga rahasia yang sangat tidak berguna itu.

.

“Cho Kyuhyun…”

.

Mendengarnya menyebut namaku dengan suara itu seolah menambah suplai darah yang mengalir di pembuluh darahku. Jantungku kembali berdetak cepat. “Kita hanya akan makan siang, Jiah. Jangan bereaksi berlebihan”.

.

“Hwang Chansung!” Bocah ini benar-benar menguji kesabaranku.

.

“Mwo??? Kau akan marah lagi? Kau akan memukulku? Sebenarnya apa yang terjadi padamu, Cho Kyuhyun? Kau seharusnya tidak bergaul dengan anak ini, Tuan Cho. Level kalian sangat tidak sebanding…”

.

“Benar… seharusnya kau bergaul dengan kami, Cho Kyuhyun. Seorang pewaris seharusnya bergaul dengan seorang pewaris sesuai dengan levelnya. Benar kan, Soyu?”

.

“Aaah… geurae? Aku sudah melakukannya. Kalian pikir bergaul dengan kalian sesuai dengan levelku? Aku rasa semua orang disini sudah tahu itu, jadi aku tidak perlu mengatakannya lagi kan?”

.

“Hah… kami tahu levelmu sangat tinggi disini, Tuan Cho. Tapi setidaknya kami jauh lebih baik daripada anak ini bukan?”

.

“Kau pikir begitu? Kau bahkan tidak tahu apa yang kau katakan Hwang Chansung. Anak ini…..” Choi Jiah menarik seragamku untuk menghentikanku.

.

“Kau tidak perlu ikut campur teman kecil… ini urusan para pewaris”.

.

“Kau seharusnya belajar memanggilnya Agassi dari sekarang, Hwang Chansung…”

.

“Cho Kyuhyun, geumanhae…”

.

Oh, tidak, Choi Jiah. Jangan melemahkan pertahananku dengan menyebut namaku. Aku harus melawan mereka sekarang. “Tidak, Jiah. Ini sudah cukup. Kau belum puas bermain-main setelah sepuluh hari menerima ini? Kau tidak muak? Baik, aku yang muak!”

.

.

Maafkan aku, Choi Jiah. Tapi semua hal yang kau lakukan untuk menyembunyikan identitasmu sangat tidak masuk akal untukku. Aku pasti akan membiarkanmu tetap menyembunyikannya jika kau melakukan itu dengan cara yang lebih baik. Tapi aku tidak akan pernah membiarkanmu melakukan apa yang akan melukaimu….. dan melukaiku. Sebagai permintaan maafku, aku akan membayarnya dengan melindungimu. Aku akan selalu melindungimu. Dan….. aku menyerah berusaha membencimu.

.

“Kenapa kau melakukan ini padaku, Cho Kyuhyun? Jawab aku!”

.

“Aku tidak suka yang menjadi milikku diperlakukan buruk oleh siapapun. Mengerti?”

.

“Hentikan omong kosongmu! Aku tidak melakukan kesalahan apapun padamu. Kenapa kau melakukan ini padaku?”

.

“Karna kau tunanganku, Choi Ji Ah!”

.

.

Dan kau milikku…

.

.

They Who Belong to That Position: Behind the Story Part 1 ends…

 

Note:

Sekali lagi aku mau menjelaskan, ini bukan sequel dari They Who Belong to That Position. Ini adalah beberapa ulasan menganai cerita yang TIDAK diceritakan dan dijelaskan dalam ff yang sudah di post. Aku harap BTS ini menambah penjelasan cerita FF ini. Tunggu part selanjutnya. Gamsahabnida…

Advertisements

14 thoughts on “They Who Belong to That Position: Behind the Story Part 1

  1. Akhirnya aku tahu alasan hubungan siwon, jiah, dan minho yg ga akur padahal mereka kakak beradik..alasan siwon bersikap acuh dan dingin terhadap adik2nya karena kasih sayangnya yg cukup besar untuk membuat adiknya lebih kuat untuk menghadapi berbgai masalah yg akan terjadi pada keluarganya…

    Like

  2. Oh, gitu toh. Aq baru tau. Aq seolah dpt pencerahan setelah membaca ini. Mgkn di part selanjutnya ada lbh bnyk hal lg yg blm pernah aq ketahui diungkap dalam bts ini. Mksh author dah bwt bts tuk kisah TWBTTP.

    Like

  3. Keren ceritanya jadi tau garis besarnya kek gimana walau masih agak bingung sih hihi. Masih banyak yang bikin penasaran. Lanjutkan Thor daebak

    Like

  4. Abis baca bts nya baru deh semua pertanyaam sama rasa penasaran kejawab
    Sebenernya agak kasian sama siwon. Dia bohongin dan nyembunyiin sifat aslinya buat bikin jiah kuat
    Huaaaah daebak banget
    Konflik nya dapet lah ya
    Ga bikin bosen atau ngantuk bacanya.
    Bcz this is diff than other
    ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s