They Who Belong to That Position Part 2

Author: OkadaKana

Title: They Who Belong to That Position (Part 2)

Category: PG-15, Romance, Chapter

Cast:   Cho Kyuhyun, Choi Ji Ah (OC)

Other Cast:
Jung Yonghwa, Kang Soyou, Bang Minsoo (CAP), Bang Minah, Choi Siwon, Choi Minho, etc.

Disclaimer:

Tema, lokasi, beberapa plot, situasi sekolah dan latar belakang FF ini terinspirasi dari drama The Heirs / The Inheritors / 왕관을 쓰려는 자, 그 무게를 견뎌라 – 상속자들. FF ini tidak dibuat persis dengan The Heirs. Tokoh dan karakter dalam FF ini juga berbeda. Beberapa karakter Cho Kyuhyun dalam FF ini terinspiraasi dari Christian Grey. Alur cerita FF ini adalah hasil pemikiran dari author. Sebagai peringatan awal, beberapa part di FF chapter ini tidak mengandung cerita NC. Ini adalah FF pertama author. Jadi, mohon maaf jika ada kesamaan nama, tokoh, karakter, cerita, atau apapun dalam FF ini. Author sudah berusaha sebisa author untuk menghindari typo. Tapi, author juga manusia yang bisa salah, jadi mohon dimaklumi. No bash, smart comments and critics always accepted. Selamat membaca…

Personal message bisa langsung ke email author di kadanao21@yahoo.com

Review part 1

“Detecting… Data ditemukan… Crown Group dul-jjae ai… (anak kedua dari Crown Group…). Choi Ji Ah Agassi, selamat datang dan senang bertemu kembali dengan anda…” Terdengar suara riuh diseluruh cafeteria saat mengetahui hal itu.

“Kenapa kau melakukan ini padaku, Cho Kyuhyun? Jawab aku!” tanya Jiah pada Kyuhyun.

“Aku tidak suka yang menjadi milikku diperlakukan buruk oleh siapapun. Mengerti?”

“Hentikan omong kosongmu! Aku tidak melakukan kesalahan apapun padamu. Kenapa kau melakukan ini padaku?”

“Karna kau tunanganku, Choi Ji Ah!”

 

They Who Belong to That Position part 2 begin…

 

Author’s POV

Setelah pintu ruangan terbuka, Kyuhyun menarik Jiah masuk ke dalam ruangan itu diikuti Bang Minah dibelakang mereka. Semua siswa yang ada di cafeteria masih berdecak kaget dengan dua kenyataan yang baru mereka dengar. Yang pertama, bahwa Jiah yang selama ini mereka bully adalah Choi Ji Ah, anak dari Crown Group yang baru saja kembali dari London, yang memiliki 40% saham di Empire School. Dan yang kedua adalah saat Cho Kyuhyun mengatakan bahwa Jiah adalah tunangannya.

Bang Minsoo yang sejak tadi tidak mempedulikan drama disekitarnya dengan santai membawa piringnya melewati the satans. Ia berhenti kemudian menoleh dengan wajah tersenyum. “Kau membicarakan level dengan Cho Kyuhyun dan Choi Jiah? Jangan bercanda…” katanya, kemudian masuk ke ruangan yang saat ini sedang berhawa panas itu.

Di VVIP Room

“Tunangan katamu? Aku akui, kau memang tidak berbohong pada mereka tentang siapa aku sebenarnya, tapi tunangan? Tidak lucu, Cho Kyuhyun…”

“Kau pikir aku bercanda? Tanyakan saja pada kedua orang tuamu!” kata Cho Kyuhyun yang kemudian keluar dari ruangan itu.

“Dia mengatakan yang sebenarnya, Jiah-ya… Orang tuaku juga mengatakannya bahwa kau dan Kyuhyun sudah bertunangan sejak kalian masih bayi…” kata Minah. “Kalian berdua benar-benar payah. Cho Kyuhyun pun baru tahu 12 hari yang lalu kalau dia memiliki tunangan. Kalian ini… ckckck”

Kyuhyun kembali masuk ke ruangan itu membawa dua piring ditangannya. Salah satu piring ia berikan pada Jiah. “Makan…” wajahnya masih sedingin es. Jiah menghiraukannya dan menjauhkan piring dihadapannya. “I said eat Choi Jiah…”

Jiahpun memutuskan untuk tidak membuang tenaga melawan Cho Kyuhyun. Toh ia akan kalah jika mencobanya. Tapi nafsu makan tidak juga menghampiri Jiah. Ia hanya mengaduk-aduk makanan diatas piringnya. Lalu tiba-tiba Jiah teringat pembicaraan keluarga Choi dihari pertama ia sampai di Seoul.

Flashback

Jiah’s POV

“Aku harap mulai hari ini kau selalu disini, Jiah. Aku mau kita kumpul sekeluarga”, kata eomeoni disela-sela makan malam.

“Iya, nuna. Ada nuna disini suasana nya menjadi lebih seperti rumah”, sambung Minho.

“Kau dengar itu kan, Ji? Bukan aku satu-satunya alasan kau pulang”, kata abeoji.

Aku menatap ketiganya bergantian sambil memberikan senyum tulus semampuku. Siwon tetap fokus pada makanannya seolah ia tidak mendengar apapun. Akupun tidak punya keinginan untuk mendengar apapun darinya untuk menahanku tetap disini. Hal yang tidak mungkin akan ia lakukan. Ia sudah kebal dengan suasana apapun. Ada atau tidaknya orang lain dirumah ini bukan lagi masalah untuknya. Kekecewaannya pada keluarga ini tidak hanya ditujukan padaku. Bahkan semakin bertambah ketika abeoji menjadi lebih sering tidak berada dirumah, dan eomeoni yang lebih memperhatikan Minho. Kakakku yang kekanakkan. Dan aku tahu itu bukan kesalahan Siwon sepenuhnya.

“Besok kau akan mulai sekolah. Park Jungsoo yang mengatur jadwalmu. Besok pagi kau berangkat bersama Minho dengan Bae Wonjun”.

Dad…” kataku terhenti.

Stop complaining, Choi Jiah. Itu keputusanku”, abeoji bersikeras.

 

Mulai lagi… kataku dalam hati. Abeoji tidak akan menyerah dengan peraturannya ini. Bahkan barusan tidak seperti abeoji. Itu Tuan Choi, Jiah. Suara hatiku berteriak. Semua pengamanan yang abeoji berikan padaku tidak memberikan dampak apapun. Di kota ini aku pernah melewati 15 tahun kehidupan. Bahkan aku melewati 3 tahun tanpa mereka di London. Tentu saja dengan pengamanan berlebihannya. Tapi sepertinya kemampuanku menjaga diriku sendiri tidak akan pernah lulus dari kriteria amannya. Alasannya? Kematian kakak pertamaku, Hana. Bahkan kejadian itu sudah bertahun-tahun lalu. Minho selalu memintaku untuk menerima kondisi ini tanpa protes. Memintaku untuk memakluminya. Suara hatiku mendesak untuk keluar dari persembunyiannya. Baik, aku akan menerimanya. Tapi…

“Hanya sampai sepuluh meter dari sekolah”, kataku tiba-tiba.

Aku menatap lurus padanya. Pembicaraan ini antara Jiah dan Tuan Choi. Abeojiku sedang tidak dalam kondisi makan dengan perasaan nyaman. Senyum sinis Siwon tertangkap jelas diujung mataku. Aku menghiraukannya. Ia tidak memiliki keterlibatan apapun saat ini.

“Ulangi”, kata Tuan Choi.

“Sepuluh meter dari gerbang sekolah. Mereka bisa mengawasi aku dalam jarak sepuluh meter sampai aku melewati gerbang…”

“Ji…” abeoji berusaha menyela.

“Tidak ada pengamanan didalam sekolah. Aku setuju pulang dengan mobil yang diparkir dengan jarak yang sama waktu aku sampai…”

“Jiah…” ia masih berusaha.

“… dan hanya ada siswa dengan nama Ji Ah disana. Siswi biasa. Bukan anak dari Tuan Choi Dong Wook, pemilik Crown Group. Deal?

“Anakku sudah besar rupanya. Sekarang sudah bisa memberi syarat pada abeojinya…”

Deal?” tanyaku lagi.

No. Kau tetap pergi dengan rencanaku”, ia bersikeras.

Forget it, then. I’m not that excited to live my life here anymore”. (kalau begitu lupakan. Aku juga tidak begitu semangat tinggal disini lagi).

Aku membersihkan sudut bibirku, kemudian meletakkan serbetku di meja dan bersiap meninggalkan ruang makan. Aku mendengar suara bisikan eomeoni memohon abeoji menahanku untuk tetap dirumah. Minho berusaha menahanku untuk tidak pergi begitu saja. Aku samar-samar mendengar suara tawa Siwon dari seberang meja. Aku memang bukan gadis berhati malaikat, tapi aku masih mempunyai etika untuk tidak melemparkan gelasku ke wajah Choi Siwon.

Deal! Okay? Berhenti mengancam aku dengan kata-kata ‘pergi’mu itu”, kata abeoji akhirnya.

Aku menghela napasku panjang kemudian berjalan meninggalkan ruang makan. Sejak awal aku tidak memiliki nafsu makan yang menggebu. Keluarga yang terlihat bahagia ini terkadang membuatku tidak bisa bernapas. Mungkin seharusnya aku bersyukur memiliki orang tua yang memperhatikan keperluanku, menjaga keselamatanku, dan memberiku akses luas untuk apapun. Tapi semua yang mereka lakukan untukku lebih sering membuatku tercekik dan nyeri. Beberapa temanku saat SMP selalu mengatakan aku beruntung memiliki kakak laki-laki yang pintar dan menjadi direktur muda. Tapi aku lebih suka menukarnya dengan kakak sebenarnya yang serba biasa. Minho yang membuatku bertahan. Minho akan menjadi korban cekikkan itu jika aku meninggalkan rumah ini. Paling tidak aku harus meringankan tekanan yang diterima oleh laki-laki kesayanganku itu.

Do you stay?” Minho menghampiriku di balkon.

Aku menatapnya. Wajah ini yang paling aku rindukan saat berada di London. Wajah ini terlihat lelah dan sedih dengan lipatan di kening. Aku membelai keningnya menghilangkan setiap lipatan kemudian mengacak rambutnya. Ia memegang tanganku dan menurunkannya.

Stay?” tanya nya lagi.

“Iya big baby… Aku tetap tinggal untukmu”.

“Janji?” tanya nya lagi. Aku hanya mengangguk.

“Aku ikat nuna kalau ingkar!” katanya sambil tersenyum lebar padaku. “Sebenarnya abeoji sedikit berlebihan… tanpa nuna diawasi pengawal-pengawal pribadinya pun nuna pasti aman. Hyung-hyung itu tidak mungkin membiarkan nuna terluka…”

“Hyung? Hyung siapa?” tanyaku.

“You’ll see…” kata Minho sambil berjalan menjauh menuju kamarnya.

Flashback ends…

Diperjalanan pulang, Jiah kembali memikirkan ucapan Minho tempo hari. Hyung-hyung. Dua orang hyung. Tentu saja Cho Kyuhyun dan Bang Minsoo yang Minho maksudkan. Aku sama sekali tidak mendapatkan clue itu sebelumnya.

Jiah’s POV

Aku masuk ke dalam rumah tanpa suara. Mood ku sedang sangat buruk hari ini. Tiba-tiba Minho berlari menghampiriku.

“Nuna, amu mal hajima. Gaman isseora… (kakak, jangan katakan apapun. Tetaplah diam…)”, kata Minho. Aku mengerutkan kening, tidak mengerti maksud dari perkataan Minho. Tapi aku mengangguk mengiyakan permintaannya.

“Aigoo… kau sudah pulang?” terdengar suara eomeoni yang keluar dari kamarnya.

“Ne. Aku sudah pulang eomeoni…” kataku sambil membungkukkan badanku.

“Geurae… geurae… uri ddal. Haggyo eottae, Hana-ya? (iya… iya… anakku. Bagaimana sekolahmu, Hana?)”, tanya eomeoni.

 

Amu mal hajima. Gaman isseora. Kata-kata Minho beberapa menit lalu terulang diotakku. Apa ini? Aku harus diam dari hal ini? Eomeoni baru saja memanggilku Hana. Ia memanggilku dengan nama mendiang kakak tertuaku. Minho menggeleng pelan padaku dari belakang eomeoni. Dia memintaku untuk tersenyum pada eomeoni. Michyeosseo? Dalam keadaan seperti ini aku harus tersenyum?

“Aah… eomeoni, nuna seperti nya lelah. Biarkan nuna istirahat dulu…” kata Minho akhirnya.

“Hana aniyeyo, eomeoni… (Dia bukan Hana, ibu…)” suara dari belakangku mengagetkanku. Minho yang juga mendengarnya langsung membelalakkan matanya pada sumber suara itu. Choi Siwon.

“Museun suriya? Hana maja… (Apa yang kau katakan? Benar Hana…)” eomeoni bersikeras. Aku menatap Choi Siwon yang datang dengan senyum manis diwajahnya.

“Animnida. Jiah-eyo. Choi Ji Ah”, kata Siwon oppa lagi.

“Siwon-ah… Hana aniya? (Siwon, dia bukan Hana?)”, tanya eomeoni. Apa lagi ini? Aku dengan jelas mendengar eomeoni menyebut nama Siwon. Tapi ia tidak bertanya pada Siwon oppa. Eomeoni bertanya pada Minho.

“Tentu saja, eomeoni. Dia Ji Ah. Benar kan Siwon?” tanya Siwon oppa pada Minho yang berdiri membeku disampingku. Minho hanya bisa mengangguk cepat menjawab pertanyaan Siwon oppa.

“Dia Choi Ji Ah, eomeoni. Adik Siwon yang bertunangan dengan Cho Kyuhyun. Anak dari bibi Park Seon Mi”.

Seperti disadarkan dari hipnotis dengan jentikan jari, eomeoni langsung menatapku dengan senyum mengembang. “Aah… geurae. Jiah-ya… bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Cho Kyuhyun hari ini? Wajahmu dan Hana sangat mirip. Eomeoni sampai keliru mengenali kalian… Hana pergi kemana, Wonho-ya? Bukankah kalian harus fitting baju pengantin secepatnya?” eomeoni terus saja berbicara pada Siwon oppa yang pelan-pelan membawa eomeoni kembali ke kamarnya.

Setelah eomeoni masuk ke kamar, tubuhku seketika melemas dan aku terduduk di ruang tamu. Minho lalu berjongkok di depanku dan memelukku. Air mata tiba-tiba saja menetes dipipiku. Minho menceritakan semuanya padaku. Eomeoni sudah mengalami hal ini sejak kakak mereka, Hana meninggal. Penyakitnya tidak diketahui semua orang kecuali abeoji. Selama Jiah masih di Seoul eomeoni selalu meminum obat agar tidak terjadi kekambuhan. Namun setelah Jiah memutuskan pergi ke London, eomeoni menolak untuk meminum obatnya lagi. Itulah salah satu alasan mengapa Jiah diminta kembali ke Seoul. Saat penyakitnya kambuh, eomeoni tidak akan mengenali Siwon sebagai anaknya. Eomeoni hanya ingat ia punya dua anak. Siwon dan Hana. Tidak ada Jiah dan Minho dalam ingatan eomeoni. Itulah alasan mengapa eomeoni memanggil Minho dengan nama Siwon. Minho mengatakan setelah mencoba beberapa kali, ternyata hanya ada satu cara agar eomeoni mengingat Jiah, yaitu dengan mengingatkan pertunangannya dengan Cho Kyuhyun. Keluarga Choi percaya, jika eomeoni ingat pertunangan itu dan terus mengingat keberadaan Jiah, maka mereka mempunyai kemungkinan untuk memulihkan ingatan eomeoni sepenuhnya. Sebelum hal itu terwujud, Minho akan tetap menjadi Siwon, dan Siwon akan menjadi Wonho, calon suami Hana eonni.

Author’s POV

 

Kediaman Keluarga Choi

Pagi menjelang. Semua pekerja di rumah keluarga Choi sudah memulai pekerjaannya sebelum matahari terbit. Choi Siwon sudah berangkat ke kantor pagi sekali untuk menghadiri meeting di kantor. Tuan Choi, Nyonya Choi dan Minho duduk bersama di taman belakang untuk sarapan bersama. Jiah masih duduk diam di atas ranjangnya sambil memeluk kedua kakinya. Kejadian eomeoni memanggilnya Hana kemarin terus mengganggu Jiah. Satu cara agar eomeoni mengingat Jiah adalah dengan mengingatkan pertunangannya dengan Cho Kyuhyun. Jiah juga teringat dengan ucapan Minho. Apa itu alasan abeoji memintaku pulang? Menjalankan pertunangan yang sebenarnya tidak serius untuk dilakukan pada awalnya? Haruskah aku melakukannya? Cho Kyuhyun? Pertanyaan itu muncul dipikiran Jiah.

Tok… tok… tok…

Suara ketukan menyadarkan Jiah. “Agassi, Nyonya meminta anda turun untuk ikut sarapan bersama”, kata Jang Ahjumma.

“Aku akan mandi dulu baru turun ke bawah”, kata Jiah dengan suara seraknya.

“Baik, Agassi…”

Setelah mandi dan mengenakan seragamnya Jiah pun menuju taman belakang bergabung dengan keluarganya. Jiah duduk disebelah Minho dan langsung meminum jus jeruk di mejanya. Nyonya Choi terlihat sedang memeriksa taman bunganya tidak jauh dari mereka.

“Jadi itu alasan abeoji memintaku pulang? Untuk pertunangan itu?” tanya Jiah dengan suara pelan.

Tuan Choi berdeham. “Maaf kau tahu dengan cara seperti itu. Tapi itu satu-satu nya cara yang baru aku tahu untuk membantu eomeoni mu.”

“Benarkah hanya untuk membantu eomeoni? Tidak ada alasan bisnis didalamnya? Cho Kyuhyun adalah pewaris langsung Castle Group. Mungkin saja abeoji….”

“Aku memang bukan ayah yang kau inginkan, tapi satu hal yang bisa aku katakan padamu, Jiah. Aku bukan ayah yang mengorbankan anakku sendiri untuk keperluan bisnis. Kau anak perempuanku satu-satu nya. Aku menyayangimu dengan nyawaku”.

Jiah menatap ayahnya kemudian mengangguk. Tuan Choi sungguh-sungguh saat mengatakannya. Jiah merasa menyesal sudah berpikiran buruk pada ayahnya sendiri. Minho meraih tangan Jiah untuk meyakinkannya juga. Suasana tegang langsung menghilang seketika saat Nyonya Choi kembali bergabung bersama mereka.

Empire School

Semua mata menatap Jiah yang berjalan melewati lobby. Mulai hari ini kesepatakan Jiah dengan Tuan Choi sudah tidak berlaku. Jiah diantar ke sekolah sampai tepat didepan lobby. Pengawalan dilakukan sampai ke depan kelas. Tentu saja Jiah tidak memberitahu ayahnya tentang kejadian 10 hari pertamanya. Jika Tuan Choi tahu semua kejadian itu, mungkin sekolah ini hanya tersisa siswa penyandang dana saja, karna sebagian besar siswa sekolah punya andil dalam kejadian yang dialami Jiah. Choi Siwon yang memutuskan untuk memperketat pengawalan Jiah. Aku hanya ingin menjaga adik adik kesayanganku dari semua hal yang tidak diinginkan keluarga Choi. Choi Siwon menggunakan katakata itu untuk meyakinkan ayahnya. Siwon tahu kejadian 10 hari terakhir entah darimana. Akhirnya beginilah yang terjadi. Diantar dengan 3 mobil, 3 orang termasuk Kim Sangshik mengawal Minho, 3 orang termasuk Park Jungsoo mengawal Jiah, dan 4 orang berjaga di lobby. Namun Park Jungsoo yang melihat ketidaknyamanan Jiah melonggarkan pengamanan dengan menjaga jarak yang cukup dari Jiah.

Sepanjang pelajaran dikelas Jiah tidak bisa berkonsentrasi. Lee Hyeri dan Jeon Hyosung yang duduk tidak jauh dari Jiah memilih untuk tidak berkomunikasi dengan Jiah karena takut pada peraturan Hirarki Sosial disekolah ini.

 

“Pewaris bisnis tingkat 1 hanya diizinkan bergaul dengan sesama pewaris bisnis tingkat 1 lainnya, atau dengan 3 tingkat dibawahnya sesuai dengan nama yang telah didaftarkan.”

Jiah mendesah berat membaca peraturan yang dikirimkan Hyeri melalui sms itu. Dengan terbongkarnya rahasia Jiah, maka ia semakin tidak punya kesempatan untuk memiliki teman disekolah ini. Saat jam istirahat dimulai Jiahpun tidak memiliki keinginan untuk makan di cafeteria. Semua orang pasti akan menatapnya lagi. Jiah tidak suka jadi pusat perhatian.

Jiah berjalan menuju taman samping sekolah. Musim gugur membuat keadaan taman jadi lebih menenangkan, walau sedikit dingin. Jiah berjalan mencari bangku yang kosong. Namun sebagian besar bangku itu sudah ditempati sekumpulan anakanak perempuan yang sedang memperhatikan seseorang di bangku ujung taman. Jiah penasaran dengan orang yang dikerumuni banyak gadis ini. Ternyata Cho Kyuhyun sedang membaca disana. Lakilaki itu tetap tampak dingin dan mengacuhkan semua orang yang berusaha menarik perhatiannya. Satu cara agar eomeoni mengingat Jiah adalah dengan mengingatkan pertunangannya dengan Cho Kyuhyun. Katakata itu kembali muncul di pikiran Jiah. Lalu tanpa mempedulikan tatapan setiap gadis yang menatapnya tajam, Jiah menghampiri Kyuhyun.

“Perlu bantuan keluar dari keramaian ini?” tanya Jiah. Ia berhasil membuat Kyuhyun memalingkan matanya dari buku.

“Mwo?” tanya Kyuhyun menatap tepat pada mata Jiah.

“Mereka semua menatapmu seperti mau memangsa. Kau nyaman dengan tatapan mereka?” tanya Jiah lagi. Kyuhyun hanya menaikkan bahunya, masih menatap Jiah.

Jiah yang merasa sedikit tidak nyaman dengan tatapan Kyuhyun langsung mengalihkan pandangannya dan duduk disebelah Kyuhyun, membuat gadis-gadis berdecak kesal.

“Eomeoni sakit…” Jiah bicara lagi. “…dan aku tidak tahu apapun… sampai kemarin… eomeoni memanggil aku Hana dan memanggil Minho dengan nama Siwon. Kakakku juga ada disana. Kemarin namanya Wonho. Aku seperti sedang menonton drama tv. Tapi rasanya nyata. Kepala dan jantungku rasanya dirobek menggunakan pedang. Aku…..” Jiah menghentikan ucapannya.

Kyuhyun menutup bukunya dan menatap cemas pada Jiah. Sementara yang ditatap hanya menatap kosong pada jalan setapak di taman itu. Tiba-tiba Jiah berdeham. Menyadarkan keduanya kembali ke kenyataan dimana ada banyak mata yang menatap mereka di taman itu. Kemudian Jiah langsung berdiri dan menoleh sambil tersenyum tipis pada Kyuhyun.

“Sepertinya kau sudah terbiasa dengan mereka. Jadi bantuanku tidak terlalu diperlukan kan? Maaf soal kemarin aku membentakmu. Aku duluan ya…”

Jiah baru berbalik ketika Kyuhyun bertanya, “kau sudah makan?”

Tanpa berbalik lagi Jiah menggeleng, “Bukan moment yang menyenangkan untuk makan. Galkke… (Aku pergi…)”

Jiah berjalan meninggalkan taman itu. Setiap mata kembali menatap Jiah dengan tatapan ‘beraninya-kau-duduk-disebelah-cho-kyu-hyun’. Namun Jiah tidak mempedulikan tatapan mereka. Mata Jiah mulai berair karena mengingat kejadian kemarin dirumah. Tibatiba saat Jiah baru sampai ditengah taman, bahunya diraih dan dipeluk dari belakang. Jiah bisa mendengar suara napas tersengal-sengal sehabis berlari dan dehaman pelan seorang laki-laki. Kemudian tubuhnya dibalikkan dan dipeluk erat.

“Choi Jiah…..” Cho Kyuhyun. Masih dengan napasnya yang tersengal-sengal. “Kau jalan cepat sekali. Ini musim gugur dan kita diluar ruangan. Kenapa kau tidak mengenakan coat, sweater atau apapun? Disini dingin sekali. Kau tidak kedinginan? Kau juga tidak ingat aku marah padamu kemarin karna kau tidak mau makan? Kau ingin aku marah lagi hari ini?” Tiba-tiba Kyuhyun terdiam. Ia merasakan lehernya basah, bukan karna keringat. Jiah menangis. Ia melepaskan pelukannya pada Jiah dan menatap Jiah sebentar. Kemudian Kyuhyun membuka kancing coat nya dan kembali merengkuh Jiah ke pelukannya, memasukkan tubuh Jiah kedalam coat nya, dan membiarkan Jiah menangis sekeras apapun.

“Kita akan makan setelah kau selesai menangis, arasseo?” Jiah tidak menjawab dan hanya menangis. Kyuhyun memejamkan matanya sambil membelai kepala Jiah, menenangkannya.

Mereka berdua berpelukan ditengah taman samping sekolah tanpa mempedulikan setiap mata yang menatap mereka dan decakan kesal mereka. Dibalik sebuah pohon besar tidak jauh dari mereka Jung Yonghwa menghela napasnya panjang dan berat. Sementara Kang Soyu mendekap erat mulutnya sendiri dan menahan tangis dibalik jendela koridor sekolah yang berhadapan langsung dengan taman.

TBC…

 

 

Note:

Bagaimana ceritanya sampai di part ini? Membosankan? Mudah tertebak? Terlalu banyak teka-teki? No NC? Apa sebenarnya peran Kang Soyu dan Jung Yonghwa dalam hubungan Cho Kyuhyun dan Choi Jiah? Bagaimana kelanjutan perjodohan Cho Kyuhyun dan Choi Jiah? Tunggu part berikutnya. Kana Okada pamit… Komentar, masukan dan kritik cerdas serta sopan dari pembaca selalu author terima dengan senang hati. Annyeong!!!

Advertisements

55 thoughts on “They Who Belong to That Position Part 2

  1. Bingung, penasaran dan ingin baca lagi,,
    Maaf kalau jarang komen,, tapi bener ff author ini keren2, bahasanya enak untuk dibaca, ceritanya bikin kita kecanduan sama terusannya,
    Makasih atas karyanya author. Dan makasih atas cluenya

    Like

  2. masih bingungin ceritanya. kenapa kyu gak nolak kalo dia ternyata dijodohin sama jiah? dan kenapa siwon peduli sama jiah padahal diawal siwon kayak gak suka sama jiah. dan penyakit ibunya jiah aneh banget.

    Like

  3. Cerita nya mkin membuat para readers msh menerka- nerka jln cerita nya keren bgt ini ff nya buat pembaca makin penasaran dan tenggelam pada cerita nya

    Like

  4. AlasN kepulangan jiah jadi untuk kesembuhn eomma nya ,,sadar kalo di ingatkan sengan pertunangan ,,soyu nangis karna kyuhyun apa yonghwa

    Like

  5. ouch., kyu sweet bener dah.
    ceritanya makin seru.
    good job buat kana.

    tapi masih bingung ma yonghwa and soyu. di part 1 katanya soyu tunangan ma yonghwa, tapi kenapa diaini soyu ko malah nangis lihat kyu meluk ji ah? trus yonghwa juga kaya nggak suka gitu lihat ji ah dipeluk ma kyu.
    kayaknya ini cerita segi empat deh.
    daripada nebak-nebak dan akhirnya salah mending baca part selanjutnya.

    Like

  6. masih abu” jg masih banyak rahasia ,jian kx kayaknya malah udah ada hati ma kyu mrk dijodohkan dr bayi dan kyu gak nolak lagi, trs yonghwa ma soya makaudnya apa ?????!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s